Kerendahan Hati Tokoh Jamu, Martha Tilaar: Saya Seorang Bakul Jamu...
Tanggal Posting : Jumat, 19 Oktober 2018 | 06:57
Liputan : Artikel: Karyanto, Founder JamuDigital.Com - Dibaca : 816 Kali
Kerendahan Hati Tokoh Jamu, Martha Tilaar: Saya Seorang Bakul Jamu...
Tokoh Jamu Nasional, Martha Tilaar: Inspirasi mengembangkan Jamu Indonesia mendunia

HerbaIndonesia.Com. "Saya bingung saja, karena..bagaimana ya, koq seorang bakul Jamu..., koq bisa....." ujar Martha Tilaar tersendat, sesaat usai dinobatkan sebagai Tokoh SDG Pioneer 2018 oleh United Nation Global Compact pada 24 September 2018, pada acara UN Global Compact Leader Summit 2018 di United Nations Headquarters, New York, Amerika.

Dari gesture mimik mukanya, saat diwawancara reporter televisi VOA Indonesia usai menerima penghargaan tersebut, Tokoh Jamu Nasional, Martha Tilaar menujukkan kerendahan hati dan cintanya kepada Jamu Indonesia.

Saya bersyukur dapat menyaksikan kecintaan Martha Tilaar terhadap Jamu Indonesia dan perempuan Indonesia, kemarin, Rabu, 17 Oktober 2018 di sebuah hotel di Jakarta, pada acara ‘Pemberdayaan Perempuan Mempercepat Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia’ yang digelar oleh Indonesia Global Compact Network (IGCN).

Pada kesempatan itu diputarkan video rekaman liputan telivisi VOA Indonesia- yang mana dengan suaranya yang setengah bergetar dan setengah tercekat, Martha Tilaar menunjukkan filosofi ilmu padi.

Sebagai seorang putri kelahiran Gombong, Jawa Tengah- yang lahir dan dibesarkan dilingkungan adat Jawa, tidak heran jika sikap rendah hatinya ini, menjadi salah satu kunci keberhasilannya.

Ilmu padi itu, adalah semakin tua semakin merunduk. Tafsir bebasnya adalah, seseorang akan semakin rendah hati, saling menyayangi kepada sesama manusia, karena seseorang itu sudah mapan dan sukses. Seseorang akan semakin bijak, karena mereka telah banyak mendapatkan keberhasilan.

Inilah kerendahan hati seorang tokoh Jamu Nasional, Dr. (H.C.) Martha Tilaar, Founder & Chairwoman Martha Tilaar Group- ditengah kesuksesan mengelola bisnisnya dan banyak ragam penghargaan nasional dan internasional yang diperolehnya, dari lubuk hatinya meluncur kata-kata kerendahan hati..:

"Saya bingung saja, karena..bagaimana ya, koq seorang bakul jamu, koq bisa....." ujarnya tersendat sesaat memberikan komentar atas penghargaan yng dipeolehnya sebagai Tokoh SDG Pioneer 2018 oleh United Nation Global Compact.

Tahun ini, United Nations Global Compact mengumumkan sebanyak 10 orang SDG Pioneers 2018.

"Keberhasilan akan lebih bermakna apabila dapat berbagi dan menjadi inspirasi bagi orang lain," tulis Martha Tilaar di bukunya ‘Roemah Martha Tilaar, Untukmu Gombong’.

Tentang sepak terjang Martha Tilaar mengembangkan bisnisnya, termasuk komitmennya memberdayakan perempuan Indonesia melalui Martha Tilaar Training Center-yang telah meluluskan lebih dari 6.000 tenaga ahli kencantikan dari berbagai penjuru tanah air, dari kalangan yang tidak mampu, saya peroleh dari seseorang yang telah puluhan tahun bersama Martha Tilaar Group- dan terlibat diberbagai projek milestone kelompok perusahaan ini.

Seseorang itu adalah, Heru Wardana, Pengelola KaDO Martha Tilaar, yang dengan ramah menjelaskan secara detil sejarah Martha Tilaar Group. Dari pagi hingga siang, ditengah kawasan Kampoeng Djamoe Organik-KADO, yang didirikan oleh Martha Tilaar Group, di Jl.Ciujung, Kawasan EJIP Pintu II, Cikarang Selatan, Bekasi Jawa Barat, pada Selasa, 17 Juli 2018.

Melalui Martha Tilaar Group, yaitu: PT Martina Berto Tbk (perusahaan pemasaran dan produksi), PT Cedefindo (perusahaan produksi dan maklon), PT SAI Indonesia ( perusahaan distributor dan logistik), PT Martha Beauty Gallery (sekolah dan pendidikan kecantikan Puspita Martha International School), PT Cantika Puspa Pesona (perusahaan jasa spa dan salon termasuk usaha waralaba), PT Creative Style Mandiri (perusahaan agensi periklanan), PT Kreasi Boga Primatama (perusahaan penyedia tenaga kerja), telah banyak kiprahnya dalam pemberdayaan SDM perempuan di Indonesia, seperti di bidang Kecantikan.

Heru Wardana menjelaskan ada lima pilar yang kita lakukan di KaDO ini, yaitu gardening tanaman obat, ada sekitar 650 tanaman obat, ada pengolahan simplisia (dari proses panen, pemilahan, pembersihan, pengeringan, dan dilanjutkan proses produksi di pabrik), Produksi Jamu, Klinik Santifikasi Jamu, Training Center Terapi Spa, dan Kedai Sehat," urainya sambil mengajak saya keliling KADO yang hijau dan asri.

Tokoh SDG Pioneer 2018
SDG Pioneers dipilih dari para individu dari berbagai penjuru dunia yang telah menjalani United Nation Sustainable Development Goals (SDGs) melalui perusahaan-perusahaan yang mereka dirikan.

Tokoh Jamu Nasional, Dr. (H.C.) Martha Tilaar, Founder & Chairwoman Martha Tilaar Group dinobatkan sebagai Tokoh SDG Pioneer 2018 oleh United Nation Global Compact. Tahun ini, United Nations Global Compact mengumumkan sebanyak 10 orang SDG Pioneers 2018.

Pengusaha Indonesia ini, mendapat penghargaan dalam Pertemuan Global Compact Leaders PBB di markas besar PBB baru-baru ini atas usahanya memberdayakan ribuan perempuan di Indonesia. Pencapaiannya itu menuai banyak pujian, termasuk dari Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla.

Kiprah Martha Tilaar memperkenal ramuan Jamu Indonesia, di pasar dalam negeri dan luar negeri, lebih khususnya produk untuk wanita. Kemudian, melalui Kampoeng Djamoe Organik (Organic Herbal Village), ingin agar generasi milenial dapat lebih dekat dengan warisan budaya bangsa Indonesia yaitu minum Jamu.

"Penghargaan ini semoga semakin kita kerja keras dan kreatif. Tidak hanya berdampak pada profit, tetapi juga bermanfaat untuk meningatkan kehidupan manusia." Ungkap Martha Tilaar pada acara ‘Pemberdayaan Perempuan Mempercepat Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia’ di Jakarta, 17 Oktober 2018.

Semoga memotivasi, lanjut Martha Tilaar seluruh perempuan agar meningkatkan keterampilan, mandiri dan dapat meningkatkan taraf hidup masyarkat.

Untuk meningkatkan dan memperluas cakupan pemberdayaan perempuan Indonesia, Martha Tilaar Group berkolaborasi dengan beberapa perusahaan nasional.

Berikut ini press release, ‘IGCN, APP Sinar Mas, dan Martha Tilaar: Dorong Pemberdayaan Perempuan Percepat Pencapaian SDGs.’

Indonesia Global Compact Network (IGCN) merangkul sektor swasta untuk memberdayakan perempuan di seluruh negeri untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) pada 2030. Komitmen kerja sama ini diwujudkan melalui perjanjian multipihak antara Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas dan Martha Tilaar Group (MTG) di UN Building, New York, 24 September 2018 lalu untuk melatih dan memberdayakan 1.000 perempuan yang tinggal di sekitar tepi hutan.

APP Sinar Mas dan MTG memiliki sejarah panjang inisiatif keberlanjutan perusahaan, tetapi Global Compact Network Indonesia melihat peluang untuk menyelaraskan kedua perintis tersebut sehingga kedua belah pihak dapat berbagi sumber daya dan keahlian yang bermanfaat bagi lebih banyak kaum perempuan.

"Program Pemberdayaan Perempuan telah menjadi salah satu area fokus kami bersama dengan Bisnis dan Hak Asasi Manusia, Air, Hak Anak dalam Bisnis, antara lain. Kami berharap kemitraan ini dapat menginspirasi organisasi lain untuk bekerja bersama demi pencapaian SDG," kata Y. W. Junardy, Presiden Global Compact Network Indonesia.

Turut hadir dan mendukung inisiatif ini, Ghafur Akbar Dharma Putra - Plt. Deputi Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia. Ia mengungkapkan rasa bangganya kepada kedua perwakilan pihak sektor swasta yang terlibat, "Semoga inisiatif yang terlahir dari kerja sama dengan APP Sinar Mas ini akan menginspirasi para pengusaha Indonesia dan generasi penerus lainnya untuk mengikuti jejak Ibu Martha Tilaar."

Melalui kemitraan ini, para ibu dan kaum perempuan akan dilatih bagaimana mengidentifikasi dan memproses tanaman lokal yang berharga. Hal tersebut diharapkan dapat menciptakan kewirausahaan di masyarakat sebagai mata pencaharian alternatif yang berkelanjutan bagi para ibu, kaum perempuan, dan keluarga mereka. Kemitraan ini menargetkan untuk menjangkau dan melatih 1.000 perempuan hingga tahun 2020.

"Melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang telah diimplementasikan selama 2 tahun terakhir, APP Sinar Mas percaya jika kebutuhkan ekonomi terpenuhi dan masyarakat mempunyai edukasi yang cukup, maka kelestarian hutan di sekitar dapat terlindungi," ungkap Direktur Sustainability and Stakeholder Engagement APP Sinar Mas Elim Sritaba.

Inisiatif tersebut akan berlangsung di kawasan program DMPA, yang dibina APP Sinar Mas di bawah Kebijakan Konservasi Hutan (FCP) perusahaan. Dalam program ini, MTG akan membagikan keahliannya dalam hal identifikasi, pelestarian, dan pemanfaatan tanaman herbal melalui program Kampung Djamoe Organik (KaDO). APP Sinar Mas dan MTG akan memulai pelatihan tersebut pada tahun 2019 dan berlanjut selama dua tahun ke depan. Adapun program pemberdayaan ini ditargetkan dapat mencakup sekitar 1.000 perempuan yang meliputi Kelompok Wanita Tani (KWT) di 5 wilayah provinsi di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.

"Kami berharap kemitraan ini dapat berkontribusi terhadap pencapaian SDG oleh Indonesia di bidang Penghapusan Kemiskinan, Kesetaraan Gender, Pertumbuhan Ekonomi, dan Aksi Melawan Perubahan Iklim," jelas Martha Tilaar. "Ini merupakan peluang besar bagi MTG untuk memperluas program pemberdayaan dan untuk menjangkau komunitas dan lapisan masyarakat yang sebelumnya tidak dapat kami akses. Kerja sama dengan APP Sinar Mas ini juga merupakan penyatuan yang harmonis dan alami karena program kami selaras dengan visi APP Sinar Mas untuk masyarakat tepi hutan yang memang sedang mencari mata pencaharian alternatif."

Selain itu, komitmen Martha Tilaar kepada 6.000 perempuan melalui program pemberdayaan menghasilkan prestasi sebagai perempuan pertama Indonesia yang ditunjuk menjadi SDG Pioneer 2018 dalam ‘Pembangunan Berkelanjutan dengan Melibatkan Komunitas’. Prestasi membanggakan tersebut juga medapatkan pujian dari Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla, yang turut hadir pada pekan UN General Assembly 2018, di Markas Besar PBB, New York. "Karena itu Martha Tilaar mendapatkan penghargaan sebagai perintisan, kita hargai itu dan kita mengucapkan selamat," ungkap beliau.

Selain memberdayakan perempuan, Dr. (H.C) Martha Tilaar melalui MTG telah mengenalkan kekayaan alam dan herbal tradisional Indonesia ke pasar internasional melalui produk-produknya.

IGCN, APP Sinar Mas, dan Martha Tilaar Dorong Pemberdayaan Perempuan untuk Percepat Pencapaian SDGs Jakarta, 17 Oktober 2018 - Indonesia Global Compact Network (IGCN) merangkul sektor swasta untuk memberdayakan perempuan di seluruh negeri untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) pada 2030.

Komitmen kerja sama ini diwujudkan melalui perjanjian multipihak antara Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas dan Martha Tilaar Group (MTG) di UN Building, New York, 24 September 2018 lalu untuk melatih dan memberdayakan 1.000 perempuan yang tinggal di sekitar tepi hutan. APP Sinar Mas dan MTG memiliki sejarah panjang inisiatif keberlanjutan perusahaan, tetapi Global Compact Network Indonesia melihat peluang untuk menyelaraskan kedua perintis tersebut sehingga kedua belah pihak dapat berbagi sumber daya dan keahlian yang bermanfaat bagi lebih banyak kaum perempuan.

"Program Pemberdayaan Perempuan telah menjadi salah satu area fokus kami bersama dengan Bisnis dan Hak Asasi Manusia, Air, Hak Anak dalam Bisnis, antara lain. Kami berharap kemitraan ini dapat menginspirasi organisasi lain untuk bekerja bersama demi pencapaian SDG," kata Y. W. Junardy, Presiden Global Compact Network Indonesia.

Turut hadir dan mendukung inisiatif ini Ghafur Akbar Dharma Putra - Plt. Deputi Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Ia mengungkapkan rasa bangganya kepada kedua perwakilan pihak sektor swasta yang terlibat, "Semoga inisiatif yang terlahir dari kerja sama dengan APP Sinar Mas ini akan menginspirasi para pengusaha Indonesia dan generasi penerus lainnya untuk mengikuti jejak Ibu Martha Tilaar." Melalui kemitraan ini, para ibu dan kaum perempuan akan dilatih bagaimana mengidentifikasi dan memproses tanaman lokal yang berharga. Hal tersebut diharapkan dapat menciptakan kewirausahaan di masyarakat sebagai mata pencaharian alternatif yang berkelanjutan bagi para ibu, kaum perempuan, dan keluarga mereka. Kemitraan ini menargetkan untuk menjangkau dan melatih 1.000 perempuan hingga tahun 2020.

"Melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA) yang telah diimplementasikan selama 2 tahun terakhir, APP Sinar Mas percaya jika kebutuhkan ekonomi terpenuhi dan masyarakat mempunyai edukasi yang cukup, maka kelestarian hutan di sekitar dapat terlindungi," ungkap Direktur Sustainability and Stakeholder Engagement APP Sinar Mas Elim Sritaba.

Inisiatif tersebut akan berlangsung di kawasan program DMPA, yang dibina APP Sinar Mas di bawah Kebijakan Konservasi Hutan (FCP) perusahaan. Dalam program ini, MTG akan membagikan keahliannya dalam hal identifikasi, pelestarian, dan pemanfaatan tanaman herbal melalui program Kampung Djamoe Organik (KaDO). APP Sinar Mas dan MTG akan memulai pelatihan tersebut pada tahun 2019 dan berlanjut selama dua tahun ke depan. Adapun program pemberdayaan ini ditargetkan dapat mencakup sekitar 1.000 perempuan yang meliputi Kelompok Wanita Tani (KWT) di 5 wilayah provinsi di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan.

"Kami berharap kemitraan ini dapat berkontribusi terhadap pencapaian SDG oleh Indonesia di bidang Penghapusan Kemiskinan, Kesetaraan Gender, Pertumbuhan Ekonomi, dan Aksi Melawan Perubahan Iklim," jelas Martha Tilaar. "Ini merupakan peluang besar bagi MTG untuk memperluas program pemberdayaan dan untuk menjangkau komunitas dan lapisan masyarakat yang sebelumnya tidak dapat kami akses.

Kerja sama dengan APP Sinar Mas ini juga merupakan penyatuan yang harmonis dan alami karena program kami selaras dengan visi APP Sinar Mas untuk masyarakat tepi hutan yang memang sedang mencari mata pencaharian alternatif."

Selain itu, komitmen Martha Tilaar kepada 6.000 perempuan melalui program pemberdayaan menghasilkan prestasi sebagai perempuan pertama Indonesia yang ditunjuk menjadi SDG Pioneer 2018 dalam ‘Pembangunan Berkelanjutan dengan Melibatkan Komunitas’. Prestasi membanggakan tersebut juga medapatkan pujian dari Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla, yang turut hadir pada pekan UN General Assembly 2018, di Markas Besar PBB, New York.

"Karena itu Martha Tilaar mendapatkan penghargaan sebagai perintisan, kita hargai itu dan kita mengucapkan selamat," ungkap beliau. Selain memberdayakan perempuan, Dr. (H.C) Martha Tilaar melalui MTG telah mengenalkan kekayaan alam dan herbal tradisional Indonesia ke pasar internasional melalui produk-produknya.

*Karyanto, Founder JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait