Workshop Herbal untuk Kosmetik di Fakultas Farmasi ITKJ
Tanggal Posting : Rabu, 8 Mei 2019 | 23:24
Liputan : Redaksi - Dibaca : 11 Kali
Workshop Herbal untuk Kosmetik di Fakultas Farmasi ITKJ
Para Pembicara Acara: National Seminar and Workshop on Pharmaceutical Updates, Fakultas Farmasi Institut Teknologi dan Kesehatan Jakarta (ITKJ).

HerbaIndonesia.Com. Fakultas Farmasi Institut Teknologi dan Kesehatan Jakarta (ITKJ) mengadakan National Seminar and Workshop on Pharmaceutical Updates, pada Sabtu, 4 Mei 2019, di Gedung ITKJ, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat.

Kegiatan yang diawali dengan sambutan Rektor ITKJ, Prof. Eddy Yusuf, PhD, Apt., dan pembukaan oleh Sekretaris LLDIKTI Wilayah III DKI Jakarta, Dr. M.Samsuri, S.Pd., M.T. membahas berbagai tema yang sedang aktual.

Pada Seminar, Sesi 1 membahas tema "World Halal Pharmaceuticals Updates" oleh Prof. Eddy Yusuf, PhD, Apt., Director of International Center for Halal Studies MSU dan Rektor ITKJ.

Pada Sesi 2 membahas tema "Pentingnya HTA (Health Technology Assessment) Di Era JKN dan Komponen Penting Dalam JKN" oleh Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt., MARS., Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasiaan Kemenkes RI.

Pada Sesi 3 membahas tema "Strategi Apoteker Menjadi Pengusaha di Bidang Kosmetik, Salon & Spa (Wellness & Beauty)", oleh Dra. Effiati Aryoko, Apt, Pengajar Beauty & Spa di MSU serta Direktur Utama Budi Andhika Group.

Sedangkan Workshop: "Traditional Herbal Cosmetic and Transparant Soap Production," dipandu oleh Dra. Effiati Aryoko, Apt and Team Cosmetology Education Center Yayasan Budi Andhika Selaras. Prospek Kosmetik dari bahan herbal terbuka luas, di tengah era go green dan back to nature.

Health Technology Assessment
Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt., MARS., Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasiaan Kemenkes RI. menjelaskan bahwa Health Technology Assessment (HTA) adalah rangkaian kegiatan analisis yang dilakukan secara sistematis dengan pendekatan multidisiplin untuk menilai dampak penggunaan teknologi kesehatan dalam program JKN. Mencakup Assessment, Appraisal, yang diselenggarakan oleh: Komite Penilaian Teknologi Kesehatan (PTK) yang ditetapkan oleh Menkes.

Definisi Health Technology Assessment (HTA) menurut Permenkes No. 51 Tahun 2017 adalah Rangkaian kegiatan analisis yang dilakukan secara sistematis dengan pendekatan multidisiplin untuk menilai dampak penggunaan teknologi kesehatan dalam program JKN, terdiri atas dua komponen, yaitu:

  • Assessment: tahapan penilaian mulai dari penyusunan praproposal, proposal, pengumpulan data, analisis data, sampai penyusunan hasil assessment
  • Appraisal: telaah terhadap hasil assessment untuk menghasilkan laporan akhir dan nota rekomendasi kebijakan

HTA diselenggarakan oleh: Komite Penilaian Teknologi Kesehatan (PTK) yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.

Perlu diketahui bahwa health technology adalah Jenis intervensi yang digunakan dalam bidang kedokteran/kesehatan dengan cakupan mulai dari obat, metode, atau modalitas lainnya.

Selain itu, pada pelaksanaan HTA harus Sistematis dengan multidisiplin yang mencakup aspek-aspek: Keamanan, Efikasi, Efektivitas, Sosial, Ekonomi, Organisasi/Hukum, Etika, Budaya, Agama.

Tujuan Implementasi HTA:

  • Memberi pertimbangan kepada pimpinan untuk merumuskan kebijakan khususnya dalam memanfaatkan teknologi kesehatan untuk memberikan pelayanan yang paling tepat
  • Mendukung pelaksanaan JKN untuk memberi paket manfaat sebaik-baiknya dengan menggunakan teknologi yang tepat, dengan prinsip-prinsip aman, manjur, efektif-efisien, dan sesuai dengan norma dan etika, dalam rangka menuju UHC
  • Memberi pertimbangan kepada pimpinan guna melindungi masyarakat dari pemberian bantuan teknologi kesehatan yang sebenarnya tidak diperlukan (misalnya alat kesehatan bekas, bed bekas, obat-obat yang masa kedaluwarsanya sudah pendek, dan lain-lain)

Area yang menjadi fokus HTA harus memenuhi kriteria High Volume, High Risk, High Cost, dan High Variability. Health Technology: Jenis intervensi yang digunakan dalam bidang kedokteran/kesehatan untuk tujuan Promotif, Preventif, Skrining, Penegakan diagnosis, Pengobatan, Rehabilitatif, dan Perawatan Jangka Panjang. Mencakup: Obat, Bahan biologis, Prosedur medis maupun bedah, Sistem penunjang, Sistem organisasi, Manajerial.

Health Technology Assessment (HTA): Analisis sistematis dengan pendekatan multidisiplin. Sistematis dengan multidisiplin yang mencakup aspek-aspek: Keamanan, Efikasi, Efektivitas, Sosial, Ekonomi, Organisasi/Hukum, Etika, Budaya, Agama.

Mengapa Farmakoekonomi: Semakin meningkatnya biaya biaya kesehatan & terbatasnya sumber daya yang ada, Mendapatkan cara terbaik untuk mengalokasikan sumber daya terbatas.

Manfaat Farmakoekonomi:

  • Membandingkan Obat yang berbeda untuk terapi pada kondisi klinik yang sama.
  • Membandingkan terapi/intervensi yang berbeda untuk kondisi yang berbeda (menentukan pengalokasian terbaik terhadap sumber daya yang tersedia)
  • Memilih obat apa yang akan dimasukkan ke dalam formularium.
  • Memilih obat apa yang akan digunakan sebagai lini pertama suatu terapi
  • Menjustifikasi pelayanan kefarmasian (membandingkan biaya dan manfaat). Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait