Upaya Berhenti Merokok
Tanggal Posting : Jumat, 8 Maret 2019 | 23:58
Liputan : Redaksi - Dibaca : 7 Kali
Upaya Berhenti Merokok
Upaya berhenti merokok. Foto: Infografis Germas, Kemenkes RI.

HerbaIndonesia.Com. Di Indonesia terdapat lebih dari 50 juta orang membelanjakan uangnya secara rutin untuk membeli rokok.

Data tahun 2010 memperlihatkan keluarga termiskin membelanjakan 12%, sementara keluarga terkaya sebesar 7% pengeluaran tiap bulannya untuk membeli rokok.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa kebiasaan merokok akan menurunkan kemampuan ekonomi keluarga miskin yang banyak terdapat di negara berkembang.

Berhenti merokok akan memberikan peluang lebih besar dalam mengalokasikan sumber daya keuangan untuk menyediakan makanan bergizi bagi keluarga, pendidikan dan upaya memperoleh pelayanan kesehatan.

Berhenti merokok bukanlah sesuatu hal yang mudah dilakukan bagi pencandu rokok dikarenakan adiksi/kecanduan nikotin yang menjadi salah satu faktor kendala berhenti merokok bila dilihat dari aspek biologis atau fisiologis.

Nikotin menempati ranking pertama yang menyebabkan kematian, adiksi, dan tingkat kesulitan untuk tidak menggunakan lagi dibandingkan dengan 4 zat lain seperti kokain, morfin, kafein dan alkohol.

Adiksi nikotin dapat membuat seseorang kembali merokok meskipun telah mengalami berbagai penyakit. Hal ini ditujukkan oleh terjadinya kekambuhan merokok.

Nikotin mempengaruhi perasaan, pikiran, dan fungsi pada tingkat seluler. Dalam waktu 4-10 detik setelah perokok menghisap sebatang rokok, nikotin terekstraksi dari tembakau, terbawa masuk kedalam sirkulasi arteri dan sampai ke otak.

Konsentrasi nikotin meningkat 10 kali lipat dalam sirkulasi arteri sistemik setiap hisapan rokok.
Saat seseorang menghisap asap rokok, nikotin terekstraksi dari tembakau, terbawa masuk ke dalam sirkulasi arteri dan sampai ke otak.

Nikotin berdifusi cepat kedalam jaringan otak dan terikat dengan reseptor asetikolin nikotinik. Perokok pasif juga berisiko mendapatkan serangan jantung atau stroke secara mendadak.

Karena darah yang terpapar kandungan asap rokok cenderung menjadi lebih kental dan memicu penyumbatan pada pembulu darah.

Adapun dampak buruk jika anda menjadi perokok aktif ataupun perokok pasif, diantaranya: menyebabkan kerontokan rambut, gangguan pada mata seperti katarak.

Kehilangan pendengaran, menyebabkan penyakit paru-paru kronis, merusak gigi dan menyebabkan bau mulut, menyebabkan stroke dan serangan jantung.

Tulang lebih mudah patah, menyebabkan kanker leher rahim dan keguguran, menyebabkan kemandulan dan impotensi, menyebabkan kanker kulit. (Sumber: http://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/subdit-penyakit-paru-kronik-dan-gangguan-imunologi/upaya-berhenti-merokok-faq) Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait