Tujuh Rekomendasi RISTOJA, Memperkuat Sistem Kesehatan Nasional
Tanggal Posting : Rabu, 17 April 2019 | 23:34
Liputan : Redaksi - Dibaca : 111 Kali
Tujuh Rekomendasi RISTOJA, Memperkuat Sistem Kesehatan Nasional
Akhmad Saikhu, SKM, MSc.PH, Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI. saat memaparkan RISTOJA.

HerbaIndonesia.Com. Tujuh Rekomendasi RISTOJA dalam rangka untuk memperkuat Sistem Kesehatan Nasional. Rekomendasi 1: Perlindungan kearifan pengobatan tradisional perlu segera dilakukan karena sebagian besar battra tidak memiliki penerus dan sudah berusia lanjut, sementara kita menghadapi masuknya Hattra asing.

Rekomendasi 2: Ramuan obat tradisional berpotensi secara empiris untuk dimanfaatkan dalam upaya preventif terkait isu strategis kesehatan (pengembangan TOGA).

Demikian antara lain, rekomendasi yang disampaikan oleh Akhmad Saikhu, SKM, MSc.PH, Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Balitbangkes, Kemenkes RI. saat menjadi pembicara pada acara "Penyusunan Batang Tubuh Keilmuan PPUIN" di Rumah Diklat Iptek Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Tawangmangu, Jawa Tengah, pada 14 April 2019.

Akhmad Saikhu mengawali presentasinya dengan menjelaskan Tugas Dan Fungsi Badan LITBANGKES (Permenkes No 64 tahun 2015). Tugas LITBANGKES: Melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan.

Sedangkan Fungsi LITBANGKES adalah:

  • Penyusunan kebijakan teknis penelitian dan pengembangan;
  • Pelaksanaan penelitian dan pengembangan kesehatan;
  • Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan penelitian dan pengembangan;
  • Pelaksanaan administrasi Badan;
  • Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Menteri.

Riset Balitbangkes, terdiri dari Riset Operasional dan Riset untuk Produk.

Riset Operasional:

  • Riset Kesehatan Nasional (Riskesdas, Rifaskes, Risnakes, TDS, Studi BoD, SSGBI).
  • Riset Khusus (Ristoja, Rikhus Vektora, Riset Kohor PTM, Riset Kohor Tumbang).
  • Riset Tematik (Riset Evaluasi JKN, Riset TB, Riset Jurbastik, Riset Filariasis, Riset Schistosomiasis, Riset Evaluasi Program: Evaluasi NS, Evaluasi PIS-PK, Evaluasi Program Penurunan Stunting Riset Etnografi Kesehatan, dan lain-lain).

Riset untuk Produk:

  • Riset Pengembangan Vaksin: Konsorsium Vaksin DBD.
  • Riset Pengembangan Obat (Konsorsium DHP, Fraksinasi Gambir).
  • Riset Pengembangan Diagnostic Kit (Dx Kit Leptospira, Dx Kit TB, dan lain-lain).

Sedangkan Indikator Kinerja Program dan Indikator Kinerja Kegiatan adalah sebagai berikut:

Badan Litbangkes:

  • Jumlah hasil riset kesehatan nasional (Riskesnas) bidang kesehatan dan gizi masyarakat.
  • Jumlah rekomendasi kebijakan berbasis penelitian dan pengembangan kesehatan yang diadvokasikan ke pengelola program kesehatan dan atau pemangku kepentingan.
  • Jumlah hasil penelitian yang didaftarkan HKI.

Puslitbang/ Balai Besar:

  • Jumlah rekomendasi kebijakan yang dihasilkan dari penelitian & pengembangan di bidang bidang kesehatan.
  • Jumlah Publikasi Karya Tulis Ilmiah di bidang kesehatan.
  • Jumlah hasil penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan sesuai lingkup tugasnya.
  • Jumlah Hasil Riset Status Kesehatan Masyarakat pada Riset Kesehatan Nasional.

Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (RISTOJA)
Eksplorasi Pengetahuan Lokal Etnomedisin Dan Tumbuhan Obat Indonesia Berbasis Komunitas.

Issue Biodiversitas: Pengurangan luas hutan semakin masif, Adanya perubahan iklim global, Bencana alam, Modernisasi dapapt menjadi ancaman terhadap biodiversitas tumbuhan obat.

Issue Kemandirian Bahan baku obat (BBO & BBOT):

Regulasi yang mendukung:

  • Impres No. 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alkes.
  • Permenkes No. 87 Tahun 2013 Tentang Peta Jalan Kemandirian Bahan Baku Obat.
  • Kekayaan keanekaragaman tumbuhan obat berpotensi sangat besar untuk dikembangkan sebagai sumber bahan baku obat dan bahan baku obat tradisional.

RISTOJA:

  • Upaya eksplorasi dan inventarisasi kekayaan sumber daya genetik tumbuhan obat berskala Nasional.
  • Eksplorasi dan inventarisasi pengetahuan tradisional tentang pengobatan yang berbasis tanaman berskala Nasional.

Hal diatas dalam rangka Pembangunan Database Nasional. Untuk Perlindungan Kekayaan Tumbuhan Obat dan Kearifan Pengobatan dari Pengakuan Negara Lain.

Tujuan Umum: Tersedianya database pengetahuan Etnofarmakologi, ramuan obat tradisional (OT) dan tumbuhan obat (TO) di Indonesia.

Tujuan Khusus:

  • Menginventarisasi pemanfaatan TO berdasarkan gejala (Penyakit) di setiap etnik di Indonesia
  • Menginventarisasi TO dan bagian yang digunakan untuk ramuan.
  • Mengoleksi spesimen TO untuk pembuatan herbarium.
  • Mengidentifikasi kearifan lokal dalam pengelolaan dan pemanfaatan TO.

Manfaat:

  • Didapatkan database tentang pengetahuan lokal etnomedisin, ramuan OT, dan keragaman TO.
  • Diperoleh pengetahuan kearifan lokal tiap etnik dalam menjaga kelestarian dan memanfaatkan tumbuhan obat.
  • Diperoleh ramuan potensial untuk pengembangan/ penemuan obat baru.
  • Data dasar penelitian lebih lanjut.
  • Masukan untuk membuat kebijakan dalam perlindungan kekayaan TO dan etnomedisin Indonesia.

Tujuh Rekomendasi:

  1. Pembinaan dan pendampingan Hattra termasuk yang belum terdaftar (responden Ristoja), berdasarkan karakteristik tingkat pendidikan.
  2. Perlindungan kearifan pengobatan tradisional perlu segera dilakukan karena sebagian besar battra tidak memiliki penerus dan sudah berusia lanjut, sementara kita menghadapi masuknya Hattra asing (metode India, Cina).
  3. Ramuan obat tradisional berpotensi secara empiris untuk dimanfaatkan dalam upaya preventif terkait isu strategis kesehatan (pengembangan TOGA).
  4. Perlindungan terhadap tumbuhan obat yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan jamu, khususnya yang menggunakan akar, batang dan kulit batang, dalam bentuk usaha konservasi.
  5. Optimalisasi Litbang terhadap kandidat bahan baku obat untuk kemandirian bangsa.
  6. Mengusahakan agar pemerintah mendaftarkan HKI/Hak cipta atau perlindungan kekayaan/kearifan lokal.
  7. Kemudahan akses battra terhadap bahan baku.

Kebijakan yang mendukung keberlangsungan profesi Hattra akan meningkatkan Kesejahteraan Hattra semakin diperhatikan melalui berbagai kebijakan.

Simak liputan Kegiatan PPUIN di Tawangmangu, Jawa Tengah 14-15 April 2019 hanya di www.jamudigital.com. Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait