Tiga Langkah Besar Negara Laos Kembangkan Obat Tradisional
Tanggal Posting : Rabu, 8 Mei 2019 | 23:22
Liputan : Redaksi - Dibaca : 101 Kali
Tiga Langkah Besar Negara Laos Kembangkan Obat Tradisional
Delegasi dan Observer dari Indonesia berfoto bersama saat Gala dinner sebelum Country Performance pada Kegiatan ASEAN Meeting-TMHS PWG di Laos.

HerbaIndonesia.Com. Potensi obat tradisional ditingkat dunia memang besar. Negara Laos, kini juga sudah menyiapkan langkah konkret, agar perkembangan industri obat tradisional mereka dapat segera mengejar negara ASEAN lainnya.

Hal ini mengemuka, saat opening ceremony ASEAN Meeting di Laos, diajang The 31st ASEAN Consultative Committee for Standards and Quality (ACCSQ) on Traditional Medicines and Health Supplements Product Working Group (TMHS PWG) pada 29 April 2019 hingga 3 Mei 2019.

Pada saat itu, Menkes Laos menyampaikan sambutannya menegaskan bahwa pemerintahnya sangat peduli terhadap obat tradisional dan pengobatan tradisional.

Indonesia pada event ini, hadir dengan empat belas delegasi dan observer yang dipimpin oleh Drs. Tepy Usia, Apt, M.Phill, Ph.D (Direktur Standarisasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM).

Mereka adalah: 1. Drs. Tepy Usia, Apt, M.Phill, Ph.D (BPOM- Head of Delegate/ Chair of TFRF), 2. Prof. Dr. Suwijiyo Pramono, DEA (BPOM-Chair of ATSC), 3. Dra. Isnaeni, Apt, M.Epid (BPOM- Delegate), 4. Drh. Rachmi Setyorini, MKM (BPOM-Delegate), Drs. Better Ridder, Apt (BPOM- Delegate), 6. Wiwin Herwiyati, STP, M.Foodst (BPOM-Delegate), 7. Anggi Ramdhani Nugraha (PT Darya Varia Laboratoria- Observer), 8. Siani Kumaladewi (PT Konimex-Observer), 9. Fransiska Vera Adhitama (PT Konimex-Observer), 10. Ridho Nugroho Zendrato (PT Konimex- Observer), 11. Daud Abadi ( PT Konimex- Observer), 12. Shelly Taurhesia (PT Amindoway Jaya - Observer), 13. Dr. Inggrid Tania, M.Si. (Vice Chairman of Jamu Scientification Division- Observer), 14. Sri Lenni, S.Si, Apt (PT Sinde Budi Sentosa -Observer).

Dr. Inggrid Tania, M.Si yang hadir sebagai observer, kembali menyampaikan laporannya kepada JamuDigital.Com tentang hal-hal penting selama pertemuan di Negara Laos ini berlangsung.

Dia mengisahkan bahwa pada saat opening ceremony ASEAN Meeting di Laos, Menkes Laos memberikan pidato singkat, dimana ditegaskan bahwa pemerintahnya sangat peduli terhadap obat tradisional dan pengobatan tradisional.

Melalui Lao Prime Minister Act (Undang-undang yang diterbitkan oleh Perdana Menteri Laos), Laos walaupun belum memiliki industri obat tradisional yang besar, karena baru ada Usaha Kecil dan menengah, UKM Obat Tradisional, mereka sudah bercita-cita mengupayakan tiga hal besar secara konkret, yakni:

  • Integration of traditional medicine and conventional medicine (integrasi pengobatan tradisional- Battra dengan pengobatan modern/konvensional).
  • Civilize traditional medicine (mengangkat harkat dan derajat obat tradisional dan Battra).
  • Protect medicinal national resources (melindungi sumber daya alam nasional: tumbuhan dan tanaman obat)

Indonesia yang memiliki sumber daya alam (SDA) megabiodiversitas tumbuhan/ tanaman obat, juga SDM mumpuni yang berlimpah (Praktisi Battra, Peneliti, Akademisi), serta industri obat tradisional yang besar, maupun mikro, kecil dan menengah.

"Seyogyanya dengan modal yang jauh lebih besar tersebut, kita dapat menjadi bangsa paling unggul se-ASEAN dalam bidang obat tradisional dan pengobatan tradisional," harap Dr. Inggrid Tania, M.Si.

GP. Jamu selaku member dari AATMI (ASEAN Alliance of Traditional Medicine Industries), lanjut Inggrid Tania, tentunya memiliki peranan sangat penting sebagai partner dari regulator/Pemerintah RI. Maka AATMI dapat menjadi partner yang penting bagi Pemerintah/Regulator dari setiap negara anggota ASEAN. Mengingat rangkaian puluhan ASEAN Meeting tersebut bertujuan untuk menghasilkan agreement diantara semua negara anggota ASEAN dalam mewujudkan Harmonisasi ASEAN (utamanya dalam standar keamanan dan kualitas serta manfaat Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan).

Pada saat AATMI meeting hari Rabu malam, 1 Mei 2019, disepakati bahwa Sekretariat AATMI akan menerbitkan newsletter setiap 6 bulan, sebagai media komunikasi dan informasi tentang harmonisasi ASEAN dalam hal regulasi, technical requirements, dan lain-lain kepada industri obat tradisional di setiap anggota ASEAN dan kepada UKM-nya, agar dapat beradaptasi sesuai kemampuannya masing-masing.

Tentu saja tiap-tiap negara anggota ASEAN tidak sama karakteristiknya, sehingga tetap akan selalu dikoordinasikan dengan regulator/Pemerintahnya (dalam hal ini, di Indonesia berupa koordinasi antara GP. Jamu dan BPOM).

Gelar Budaya Para Delegasi
Pada 2 Mei 2019 malam, diselenggarakan Welcome Dinner/Gala Dinner, semua peserta ASEAN Meeting, dilanjutkan malam keakraban/malam budaya dengan masing-masing delegasi dan observer setiap negara ASEAN menampilkan pertunjukan budaya.

Delegasi Indonesia menampilkan tari Ondel-Ondel, medapatkan sambutan meriah dari peserta ASEAN Meeting. "Walau kami hanya latihan sekali pada hari H, namun tetap percaya diri menarikan tarian Ondel-Ondel. Saya beranikan saja memimpin tarian ini, dibantu Mas Anggi- Darya Varia dan Mas Ridho-Konimex yang menyiapkan musiknya," kenang Inggrid Tania yang mendadak mengkoordinir latihan dan performance tari Ondel-Ondel bersama delegasi Indonesia. Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait