Tertipu Investasi Fiktif Obat Herbal, Ratusan Warga Mendatangi Mapolres Klaten
Tanggal Posting : Senin, 15 Juli 2019 | 22:57
Liputan : Redaksi - Dibaca : 30 Kali
Tertipu Investasi Fiktif Obat Herbal, Ratusan Warga Mendatangi Mapolres Klaten
Lebih dari 1.700 warga mengalami kerugian akibat penipuan investasi fiktif obat herbal di Klaten, Jawa Tengah. Foto: www.merdeka.com

HerbaIndonesia.Com. Modus investasi fiktif pengeringan bahan Jamu di Klaten Jawa Tengah menimbulkan kerugian puluhan miliar rupiah dari lebih 1.700 warga yang tergiur mendapatkan keutungan yang besar dan cepat. Mereka kini melaporkan kasusnya kepada pihak kepolisian Mapolres Klaten pada Senin, 15 Juli 2019.

Ratusan warga mendatangi Mapolres Klaten, Jawa Tengah, Senin, 15 Juli 2019. Mereka melaporkan PT Khrisna Alam Sejahtera atas dugaan penipuan investasi obat herbal. Perusahaan yang berkantor di Kringinan, Desa Kajen, Kecamatan Ceper tersebut diduga melakukan penipuan terhadap lebih dari 1.700 warga. Demikian dilaporkan oleh media online: www.merdeka.com.

Perwakilan warga diterima Kabag Ops. Polres Klaten, AKP Didik Sulaiman, Kasat Intelkam, Iptu Panji Suryo Saputro dan Kasat Reskrim, AKP Dicky Hermansyah yang mewakili Kapolres, AKBP Aries Andhi. Didik mengaku sudah mendapatkan laporan terkait kasus tersebut dari jajarannya. Ia berjanji, Polres Klaten akan membantu menyelesaikan kasus tersebut.

"Bapak dan ibu perwakilan nanti akan diterima oleh Kasat Reskrim dan Kasat Intel. Silakan permasalahannya disampaikan kepada beliau," ujarnya.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah korban menyebutkan, perusahaan tersebut bergerak di bidang pengeringan bahan Jamu alias supplier rempah herbal. Warga dijanjikan keuntungan yang cukup besar, jika mau menanamkan modalnya. Keuntungan akan semakin besar jika investasi yang disetorkan juga semakin besar.

"Tetangga saya kan banyak yang ikut, terus saya juga kepingin. Saya ambil satu paket mesin Rp. 16 juta, itu katanya seminggu bisa mendapatkan hasil Rp 2 juta. Selang 3 minggu saya ambil satu lagi, Rp. 16 juta," kata Aris Wijayadi (60), salah satu korban.

Aris mengaku sempat menerima hasil kerja sama Rp. 2 juta pada minggu pertama. Namun pada investasi kedua, dia tidak menerima hasil. Pimpinan perusahaan justru kabur. Ribuan warga secara bergantian sudah mendatangi perusahaan, namun tidak ada hasilnya.

"Seharusnya tiap Minggu kita gajian, yang satu dibayar cash, yang satu ditransfer. Tapi baru hari Kamis kemarin mereka sudah pergi," terang Aris.

Korban lainnya, Isyani (57), menerangkan pada awalnya, PT Khrisna Alam Sejahtera memberikan tawaran yang menggiurkan bagi warga agar mau menjadi mitra kerja. Tawaran tersebut berupa pekerjaan yang mudah dan pendapatan yang besar. Yakni mengeringkan Jamu herbal dengan mesin oven. Setelah kering, Jejamuan tersebut dikemas dan kemudian dikembalikan ke perusahaan.

"Kalau yang saya keringkan itu katanya mau dibawa ke rumah sakit di Yogja. Yang lain beda lagi," ucapnya.

Ia mengaku mulai melakukan kerja sama pada bulan Mei 2019. Kerja sama juga tertuang dalam perjanjian hitam di atas putih dengan dibubuhi tanda tangan kedua belah pihak di atas materai. "Harapannya modal kita dikembalikan. Semoga polisi bisa segera menyelesaikan kasus ini," pungkasnya. (Sumber Berita: https://m.merdeka.com/peristiwa/tertipu-investasi-obat-herbal-ratusan-warga-geruduk-polres-klaten.html?utm_source=fb&utm_medium=post&utm_campaign=fb__yudi). Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait