Talkshow Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan: Fitofarmaka di RS dan Hari Jamu Nasional
Tanggal Posting : Sabtu, 8 Desember 2018 | 06:10
Liputan : Redaksi - Dibaca : 112 Kali
Talkshow Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan: Fitofarmaka di RS dan Hari Jamu Nasional
Talkshow Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan di RadioKesehatan Kemkes, pada 5 November 2018.

HerbaIndonesia.Com. Pada Senin, 5 November 2018, Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI., Dra. Engko Sosialine Magdalena, Apt, M.Biomed. tampil di acara Talkshow di Radio Kesehatan Kemkes RI. pada pukul 12.00-13.00 WIB. Radio streaming dapat diakses di: http://www.radiokesehatan.kemkes.go.id

Pada kesempatan tersebut, Dra. Engko Sosialine Magdalena, Apt, M.Biomed., juga menjawab sejumlah pertanyaan dari pendengar radio, diantaranya menjawab pertanyaan Founder JamuDigital.Com, Karyanto, Sarjana Farmasi, MM yang menanyakan tentang: Eksistensi Jamu dan Fitofarmaka di Rumah Sakit/Fasilitas Kesehatan lainnya, serta mengusulkan, agar Kementerian Kesehatan memperjuangkan Hari Jamu Nasional tahun depan.

Pada hari ini, Kamis, 8 November 2018, pukul 09.00 WIB di Indonesia Convention Exibition, BSD City, Tangerang akan dilakukan Pembukaan Pameran Pembangunan Kesehatan dan Produksi Alat Kesehatan Dalam Negeri Tahun 2018, dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional ke-54, dengan tema "Menuju Indonesia Sehat dengan Produk Dalam Negeri’.

Berikut ini transkrip talkshow Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI., Dra. Engko Sosialine Magdalena, Apt, M.Biomed., pada Senin, 5 November 2018, di Radio Kesehatan Kemkes:

Penyiar RadioKesehatan Kemkes-Revan (Penyiar): Tema Pameran Pembangunan di bidang Kesehatan kali ini sahabat sehat adalah Menuju Indonesia Sehat dengan Produk Dalam Negeri.

Nah untuk lebih lanjutnya, kita sapa nih. Ada Dra. Engko Sosialine Magdalena, Apt, M.Biomed., yang merupakan Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Selamat siang ibu Engko?

Dra. Engko Sosialine Magdalena, Apt, M.Biomed (Engko S.): Selamat siang bapak, ibu, saudara-saudara, teman-teman terutama untuk anak muda mileneial, selamat siang anak muda Milenial di luar sana. Mari kita hidup sehat mulai dari diri kita. Sesuai dengan tema dan sub tema peringatan Hari Kesehatan yang ke-54 tahun 2018.

(Penyiar): Benar semangat banget ya bu engko, siang-siang gini sudah sempet makan siang kayaknya. Jadi semangat banget buat talkshownya. Ok ibu Engko, terkait dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional, sobat semua banyak yang belum tahu nih, karena diperingati setiap tanggal 12 November setiap tahunnya, dan tahun ini, sempat saya bocorkan temanya adalah Aku Cinta Sehat dengan sub temanya Ayo Hidup Sehat Mulai dari Kita. Kenapa sih bu, diangkat tema ini sebagai tema pada tahun ini?

(Engko S.): Ya makasih. Jadi tema dan sub tema peringatan hari kesehatan nasional yang ke-54 tahun 2018 ini betul-betul sudah menukik Aku Cinta Sehat. Ayo hidup sehat mulai dari kita. Ini merupakan slogan ,selalu dan selalu kita gaungkan sebagai insan kesehatan. Slogan ini memang sederhana sekali. Tetapi impact-nya sangat dahsyat. Bayangkan anak muda milenial.

Ayo hidup sehat mulai dari kita. Bagaimana kita makan buah dan sayur. Anak muda milenial tidak merokok. Itu merupakan salah satu kunci untuk hidup sehat mulai dari kita. Jadi tidak merokok itu sangat keren. Jadi bukan merokok yang keren, jadi justru tidak merokok itu sangat keren.

Jadi kembali pada tema tahun 2018 ini, Aku cinta sehat dan Aku hidup sehat mulai dari kita, itu merupakan tema dan sub tema yang kenapa kita pilih tema ini?

Karena sejalan dengan program Indonesia sehat melalui pendekatan keluarga. Yang mengajak seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku hidup sehat dan melakukannya dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dari kita sebagai anak bangsa.

(Penyiar): Nah oke berarti bu, kalau tadi sempat disebutkan dengan tema ini ingin menyasar generasi milenial ya, yang udah mau banget olah raga atau bagaimana ini bu?

(Engko S.): Sebenarnya sasarannya seluruh anak bangsa. Jadi mulai dari yang muda sampai dari usia yang produktif, sampai ke para lansia, dan selanjutnya karena kalau kita bicara mengenai hidup sehat , tidak hanya milik anak muda tetapi bagaimana anak muda itu berperilaku hidup sehat, itu juga menjadi salah satu sasaran kita, yang tadi saya sampaikan, tidak merokok itu sangat keren bagi anak muda milenial.

Tetapi bukan begitu saja. Bagaimana latihan, dan olah raga harus kita lakukan setiap hari minimal 30 menit. Sekian ribu langkah, ya tidak perlu olah raga yang begitu berat. Tetapi kalau itu sudah kita lakukan setiap hari rutin, keniscayaan bahwa seluruh anak bangsa menjadi sehat dan bugar sesuai dengan tema dan sub tema dari peringatan Hari Kesehatan yang ke-54

(Penyiar): Nah Dra. Engko adanya tema ini bisa dibilang pemerintah mengajak masyarakat di momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-54 ini, untuk sama-sama masyarakat Indonesia mencintai dirinya sendiri dengan mulai hidup sehat seperti itu. Kalau kita melihat dari sub temanya Dra. Engko?

(Engko S.): Ya dari sub tema sudah jelas ya bahwa mulai dari kita ayo hidup sehat. Jadi kalau 260 juta penduduk Indonesia separuhnya saja mulai dari kita masing-masing. Bagaimana kita berperilaku sehat pada diri sendiri, maka saya bisa bayangkan gerakan ini menjadi gerakan yang sangat dahsyat. Pinjam istilah anak muda zaman sekarang gerakan dahsyat, sehingga sasaran terkait dengan tema dan sub tema peringatan Hari Kesehatan Nasional ini dapat kita capai secara bersama-sama.

(Penyiar): Nah ketika kita coba melihat bahwa peringatan Hari Kesehatan Nasional ini salah satu hajat terbesar dari Kementerian Kesehatan. Ibu Dra Engko. Ini kegiatannya apa saja sih, mungkin masyarakat juga pada penasaran, nah begitu hebatnya ya. Bagaimana pemerintah mengajak masyarakat, agar dapat hidup sehat lagi. Seperti apa rangkaian kegiatannya?

(Engko S.): Jadi rangkaian kegiatan Hari Kesehatan Nasional ini ada yang di Pusat dilakukan dan ada juga yang di daerah secara serentak. Di Pusat itu, kita lakukan berupa pengabdian masyarakat.

Ada kegiatan ilmiah ada perlombaan dan olah raga, publikasi dan penghargaan, ada upacara juga kita melakukan upacara tabur bunga dibeberapa makam, termasuk makam Pahlawan Kalibata dan juga di San Diego Hill untuk mengenang pimpinan-pimpinan, ataupun tenaga-tenaga kesehatan yang telah mendahului kita.

Dan yang lebih penting lagi adalah acara puncaknya kita akan lakukan Car Free Day, dimana didalamnya ada festival, kuliner, family gathering, senam bersama, dan sebagaimana tadi disebutkan oleh mas Penyiar tadi, bahwa nanti kita punya Pameran Pembangunan Kesehatan dan Produk Alat Kesehatan Dalam Negeri yang akan dilaksanakan mulai tanggal 8, 9, 10 November 2018 bertempat di ICE (Indonesia Convention Exhibition) di BSD City, Kabupaten Tangerang.

Jangan lupa kami mengajak seluruh anak bangsa untuk datang menyaksikan banyak pameran-pameran, yang apabila tidak datang akan menjadi rugi, terutama kaum milenial, jika tidak datang kunjungi pameran kesehatan dan produk kesehatan dalam negeri.

(Penyiar): Nah itu. Kalau kita tinggal di Jakarta kan enak ya Ke ICE BSD, nah kalau di daerah gimana nih ada kegiatan apa kalau dari pemerintah daerah dalam menyambut peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-54 ini?

(Engko S.): Kalau untuk kegiatan memperingati Hari Kesehatan Nasional di daerah itu, juga dilakukan secara serentak, peringatan HKN pada tanggal 12 November 2018. Kalau di daerah-daerah ada acara kebersihan di pasar tradisional. Jadi waktu tanggal 19 Oktober kemarin, kita lakukan semacam gerakan kebersihan di pasar tradisional. Ya disana juga dilakukan senam bersama dan ada beberapa kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat.

Misalnya deteksi dini penyakit tidak menular, ataupun penyakit menular serta kesehatan jiwa. Jadi bisa melakukan konsultasi dengan para pakar kesehatan jiwa, biasanya nih anak muda kalau putus sama pacar atau ada masalah dengan pacar silahkan itu kita buka semacam konsultasi dengan pakar kesehatan jiwa terkait dengan permasalahan.

Dan tentu saja, masing-masing daerah punya kegiatan, masing-masing kita tahu, kemarin di Banten, Presiden RI., Pak Jokowi hadir memperingati salah satu rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional yang bertempat di Provinsi Banten.

(Penyiar): Masih bersama Revan dan bersama Ibu Engko yang tentunya kita masih membahas seputar Hari Kesehatan Nasional ke-54 tahun 2018 ini. Tadi dijadwal sempat disebutkan rangkaian kegiatanya adalah pameran pembangunan kesehatan yang bisa kita datangi nanti tanggal 8-10 November 2018 dan buat kamu juga nih sobat sehat, yang ingin bertanya atau juga masih penasaran kegiatan seperti apa, bagaimana jika ingin menjadi bagiannya, bisa dilayanan sms atau whatsapp kita. Ibu Engko saya masih penasaran deh, pamerannya seperti apa sih di HKN 2018 ini?

(Engko S.): Ya terima kasih. Pameran yang akan kita selenggrakan pada tanggal 8-10 November itu adalah pameran pembangunan kesehatan dan produk kesehatan dalam negeri. Kegiatan pameran ini menyampaikan informasi, edukasi, dan promosi kesehatan pada masyarakat melalui tentu saja sosialisai program dan kebijakan Kementerian Kesehatan baik secara langsung maupun menampilkan kegiatan keberhasilan pembagunan di buidang kesehatan yang dilakukan oleh dinas kesehatan provinsi, kabupaten/kota, rumah sakit, organisasi kesehatan, asosiasi industri farmasi, dan tentu saja industri alat kesehatan.

Tadi sudah disampaikan bahwa tema pameran adalah menuju Indonesia sehat dengan produk dalam negeri. Tentu saja dari tema ini, kita sudah pastikan bahwa produk dalam negeri terutama produk kesehatan, alat kesehatan dan obat, obat tradisional dan lain-lain yang kita selenggarakan dalam pameran ini, kita harapkan semuanya sudah produksi dalam negeri. Jadi kita sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Itu adalah upaya untuk menuju kemandirian bangsa terutama dalam industri farmasi atau industri alat kesehatan.

(Penyiar): Ok, nah ibu Engko, ini kan sudah sejak 2015 lalu dari pameran pembangunan kesehatan ini, nah sudah tiga tahun kebelakang dan tahun ini juga diadakan kembali seperti apa sih bu perkembangan yang telah dicapai pada tahun sebelumnya yang mungkin akan dipamerkan juga pada pameran pada tahun ini?

(Engko S.): Betul sekali tahun 2018 ini adalah tahun ketiga. Jadi sejak 2015 sudah kita selenggarakan pameran produk alat kesehatan dan obat dalam negeri dan kalau kita lihat data yang kita punya maka dari pameran ini sudah tumbuh industri alat kesehatan.

Seperti contoh adalah untuk industri alat kesehatan sampai dengan sekarang sudah naik sekitar 35,2% jumlah alat kesehatan kita, bicara jenis ya, yang diproduksi dalam negeri meningkat menjadi 34 jenis. Ini adalah satu capaian yang bisa dikatakan bahwa ini adalah performance yang baik. Dan saat ini, telah ada 261 sarana produksi yang mampu memproduksi kurang lebih 294 jenis alat-alat kesehatan.

Dengan kemampuan ini, industri alat kesehatan dalam negeri, kita bisa sampaikan sudah mampu memenuhi kurang lebih hampir 70% standart fasilitas alat kesehatan di rumah sakit kelas D. dan memenuhi lebih kurang 50% standar fasilitas alat kesehatan di rumah sakit swasta. Dan sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa saat ini sudah ada alat kesehatan yang mempunyai izin edar di Indonesia mencapai 4.500 produk.

Melalui 3 tahun pameran, kita telah capai kemajuan, khusus alat kesehatan yang cukup mengembirakan. Nah bagaimana dengan obat? Obat hal yang sama, industri farmasi dalam 2 tahun terakhir bertambah sejumlah 14 sarana baru. Tentu saja, ini menggembirakan dari aspek memproduksi produk dalam negeri.

Dan investasi, tentu dari 2015-2016 dibandingkan dengan 2016-2017, khusus untuk industri farmasi sudah naik dua kali lipat. Ini betul-betul angka yang sangat mengembirakan, artinya bahwa memberikan semangat bagi kita, terus mengedepankan produk kesehatan dalam negeri melalui penyelenggaran pameran dalam rangka Hari Kesehatan Nasional ini.

(Penyiar): Nah ibu Engko, tadi sempat diberikan bocoran tempatnya di ICE BSD di Tangerang. Jamnya dan waktunya seperti apa ini bu. Biar bisa diprediksikan kesananya, mau bareng temen-temen atau keluarga mungkin, ibu Engko?

(Engko S.): Oke, betul sekali, penyelenggaran pameran produk alat kesehatan dalam negeri dan pembangunan kesehatan ini akan dilakukan selama 3 hari. Sobat sehat, bisa mencatat waktunya, tanggal 8 Pembukaan, tanggal 9, 10 berturut-turut mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore dan tempatnya di ICE (Indonesia Convention Exhibition) di BSD City Tangerang , di Hall 9 dan Hall 10. Pameran ini di ikuti oleh 150 peserta.

Baik itu industri alat kesehatan, industri farmasi, dan obat-obatan tradisional, maupun kosmetik, serta tentu saja ada industri makanan dan minuman yang berpartisipasi. Jadi sobat sehat, sempatkan datang ke pameran ini. Karena banyak hal yang bisa dilihat oleh sobat sehat, terhadap perkembangan pembangunan kesehatan yang telah dicapai oleh pemerintah maupun produk-produk dalam negeri kita.

(Penyiar): Nah ibu Engko, saya penasaran juga nih mesti nanti awal bulan pamerannya, nah ini bayar nggak sih bu. Kan ini kelasnya skala nasional. Saya khawatir bayarnya mahal juga nih?

(Engko S.): Yah sobat sehat, pameran ini tidak membebankan masyarakt semua. Alias gratis... tis.. tis... panjang kalimatnya. Jadi silahkan, disitu juga banyak manfaat yang bisa diperoleh oleh sobat sehat semua. Selain pameran produk, ada juga dilakukan pemeriksaan secara gratis loh.

Contohnya ada deteksi dini penyakit tidak menular. Jadi periksa apakah sobat sehat penderita diabetes, hipertensi kemudian ada pemeriksaan momografi, nah tolong dicatat momografi akan dilaksanakan pada hari Kamis dan hari Jum’at. Jadi tanggal 8 dan tanggal 9 November 2018. Jadi silahkan pemeriksaan mata ini, merupakan ajang yang sangat diminati oleh pengunjung pameran. Jadi silahkan datang pagi, supaya antrian pemerikasaan mata juga dapat lebih cepat, karena jika sudah siang antriannya juga panjang.

(Penyiar): Nah ibu Engko, saya jadi penasaran berarti banyak juga yang akan dilaksanakan dipameran itu. Biasanya acara yang paling gede di pembukaan dan di penutupan itu bu. Nah pembukaannya ada acara apa nanti nih, mungkin ada artis atau siapa, karena kan sobat sehat juga ingin datang dari awal, karena tadi juga kalau ingin periksa mata harus datang lebih awal. Nah seperti apa ini bu?

(Engko S.): Tanggal 8 itu kita awali dengan pembukaan dan ada memang didalam pembukaan itu ada beberapa acara mungkin kita launching seperti acara sistem digital alat kesehaan dan PKRT, ada juga launching aplikasi sehat pintar. Nah ini mungkin sangat bermanfaat bagi sobat sehat, dimana melalui aplikasi tersebut, kita bisa mengetahui akses pelayanan kesehatan di era digital.

Kemudian ada lagi aplikasi Indonesian healty reminder. Ini adalah aplikasi untuk memudahkan dalam mendapatkan fasilitas layanan kesehatan di sekitar pengguna. Jadi pada saat pembukaan, keempat aplikasi secara elektronik ini akan dilaunching. Dan dua aplikasi yang saya sebutkan terkahir tadi itu, sangat bermanfaat sekali bagi sobat sehat, sehingga sangat rugi, apabila sobat sehat tidak datang.

(Penyiar): Dan dari dua pemeriksaan kesehatan yang ada, di acara pameran ada pemeriksaan apa lagi ibu?

(Engko S): Selain dua pemeriksaan tersebut, kita juga ada deteksi dini kanker serviks. Sebaiknya deteksi secara dini, langkah-langkah dan upaya yang kita lakukan lebih baik lagi. Jadi sobat sehat terutama ibu-ibu, ataupun para wanita ada deteksi dini kanker serviks, ada juga pemeriksaan darah, tadi saya sampaikan gula darah, hepatitis juga dilakukan di pameran tersebut, selain itu sobat sehat, kaum milenial di luar sana yang keinginan keras untuk berhenti merokok tetapi godaan masih besar.

Mari datang kita buka konseling berhenti merokok, jadi bisa melakukan konsultasi bagaimana cara-caranya untuk melakukan berhenti merokok.

Selain itu juga ada donor darah, itu kami lakukan hanya pada hari ketiga dan konsultasi dan informasi tentang obat ini adalah bagian dari kesehatan masyarakat cerdas menggunakan obat. Jadi bagaimana menggunakan obat yang benar, bagaimana menyimpan obat yang benar, memusnahkan obat yang benar. Di dalam pameran ini, kita melakukan konsultasi dan pelayanan informasi terhadap masyarakat tentang obat.

Selain itu sobat sehat ada juga talkshow. Jadi talkshow itu biasanya kita saksikan dalam televisi dan sekarang bisa kita lakukan secara langsung. Misalnya, tentang gigi kuat dan sehat dalam keluarga. Nah ini sangat penting sekali, supaya gigi sehat merupakan cikal bangsa yang kuat.

Ada juga talkshow mengenai biskuit balita berbahan pangan lokal. Jadi ini tentu saja mendorong ibu-ibu agar bisa meningkatkan gizi pada balita dengan bahan pangan lokal. Dan juga ada talkshow tentang cegah kanker serviks. Dalam talkshow ini ada hadiah-hadiah menarik, ada dorprizenya, tentu saja tiap talkshow kita adakan hadiah-hadiah yang menarik, yang bisa dibawa pulang sobat sehat.

Fitofarmaka di Rumah Sakit, dan Hari Jamu Nasional
(Penyiar):
Dan ini juga ada pertanyaan dari Bapak Karyanto, yang sudah bergabung di kesempatan siang ini, ini yang pertama terkait kategori Jamu dan Fitofarmaka. Apakah Fitofarmaka bisa disejajarkan dengan (obat-redaksi) resep dokter. Dan beliau juga mengusulkan bahwa Kemenkes ini bisa mengusulkan kepada Presiden agar ditetapkan sebagai Hari Jamu Nasional pada 2019 mendatang. Nah ini keren nih Pak Karyanto. Ibu Engko seperti apa tanggapannya?

(Berikut ini pertanyaan lengkap dari Karyanto kepada RadioKesehatan Kemkes melalui WA, sesaat sebelum talkshow dimulai: 1. Jamu Indonesia telah mengalami modernisasi dalam pembuktian ilmiah sehingga dapat disebut sebagai setara dengan obat: yaitu kategori Jamu Fitofarmaka. Karena itu untuk mendorong pengusaha Jamu makin intensif menguji secara ilmiah produk Jamu...Kapan Fitofarmaka dapat disejajarkan dengan obat yng bisa diresepkan dokter-dokter di rumah sakit?

2. Jamu sebagai budaya bangsa Indonesia.....adalah potensi pembangunan kesehatan bangsa dan potensi ekonomi nasional....sebab Indonesia adalah negara biodiversitas ke kedua terbesar di dunia. Saya usul ..Kemenkes mengusulkan kepada Presiden, agar ditetapkan Hari Jamu Nasional pada 2019. Demikian usulan saya: Karyanto, Sarjana Farmasi, MM. Founder JamuDigital-media online khusus Jamu dan Aplikasi marketplace Jamu Indonesia..www.jamudigital.com).

(Engko S.): Halo selamat siang Pak Karyanto, apakabar? Rasanya saya kenal ini, Pak Karyanto. Ini merupakan usulan yang sangat baik, yang diberikan kepada Pemerintah. Dan tentu, jadi perhatian Pemerintah, bahwa penggunaan obat herbal hasil dari empiris sampai Fitofarmaka dari Dalam Negeri ini selalu didukung oleh Pemerintah.

Fitofarmaka memang tidak sejajar dengan obat. Kita tidak bisa mensejajarkan apple to apple, tetapi Pemerintah juga mendorong penggunaan Fitofarmaka didalam pelayanan kesehatan, terutama untuk promotif-preventif, itu sudah sangat signifikan.

Buktinya, Pak Karyanto dengan memanfaatkan dana lokasi khusus di sub bidang Pelayanan Kesehatan Kabupaten dan Kota, kita buka. Kabupaten/Kota bisa menggunakan Fitofarmaka atau Obat Herbal Terstandar.

Jadi kalau Pak Karyanto pergi ke Kota Semarang. Di situ, banyak produk Fitofarmaka yang disediakan Kota Semarang untuk digunakan promotif-preventif diwilayahnya. Ini merupakan bukti, Pemerintah sangat concern dan mendukung berkembangnya Fitofarmaka ataupun Obat Herbal Terstandar di Indonesia. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait