Tahun 2018 Sido Muncul Cetak Laba Rp 663 M
Tanggal Posting : Rabu, 20 Februari 2019 | 08:07
Liputan : Redaksi - Dibaca : 18 Kali
Tahun 2018 Sido Muncul Cetak Laba Rp 663 M
Kris Aquino artis Filipina (Tengah) sebagai bintang iklan Tolak Angin. Foto: www.sidomuncul.com

HerbaIndonesia.Com. PT Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) telah melaporkan kinerja keuangannya sepanjang 2018. Hasilnya laba bersih produsen jamu ini naik 23,4%.

Melansir keterbukaan informasi sebagaimana dimuat detik.com, Senin (18/2/2019), SIDO membukukan laba bersih sebesar Rp 663,8 miliar. Angka itu lebih tinggi 23,4% dari laba bersih di 2017 sebesar Rp 533,8 miliar.

Dari sisi penjualan SIDO di 2018 memang meningkat. Pada 2017 penjualan SIDO sebesar Rp 2,76 triliun, lalu naik menjadi Rp 2,57 triliun.

Perusahaan juga berhasil menurunkan beban pokok penjualan meski hanya tipis, yakni dari Rp 1,38 triliun menjadi Rp 1,33 triliun.

Beban penjualan dan pemasaran perusahaan naik dari Rp 364 miliar menjadi Rp 414 miliar. Begitu juga dengan beban umum dan administrasi naik dari Rp 194 miliar jadi Rp 202 miliar.

Total aset SIDO tercatat naik dari posisi 2017 sebesar Rp 3,158 triliun menjadi Rp 3,33 triliun. Sementara total liabilitas perusahaan naik dari Rp 262 miliar jadi Rp 435 miliar.

Sementara itu, media oneline cnbcindonesia.com menurunkan berita: Emiten produk farmasi, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2018.

Laba perusahaan tahun 2018 naik 24,36% secara tahunan menjadi Rp663,85 miliar dari tahun 2017 Rp 533,79 miliar.

Emiten dengan brand Kuku Bima ini membukukan penjualan sebesar Rp2,76 triliun pada tahun lalu, atau meningkat 7,36% dari perolehan pada 2017 sebesar Rp 2,57 triliun.

Jamu herbal dan suplemen masih menjadi sumber pendapatan terbesar Sido Muncul sepanjang tahun lalu.

Tercatat penjualan jamu herbal mencapai Rp 1,84 triliun, naik dari penjualan pada 2017 Rp 1,69 triliun. Selebihnya, penjualan ditopang dari makanan dan minuman Rp 819 miliar dan farmasi Rp 100 miliar.

Dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 262,3 miliar. Adapun, ekuitas SIDO naik 0,34% menjadi Rp 2,90 triliun pada akhir tahun 2018. Aset perusahaan naik 5,66% menjadi Rp 3,33 triliun dari sebelumnya Rp 3,15 triliun.

Operasi Katarak Gratis

Belum lama ini Sido Muncul melalui produk unggulannya Kuku Bima Energi menjalankan program katarak gratis bagi masyarakat Indonesia yang sudah dimulai sejak 2011 lalu.

Katarak adalah salah satu penyakit yang masih menjadi masalah pelik di Indonesia. Dilansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, saat ini masih ada sekitar 1 juta orang yang buta karena katarak.

Berdasarkan Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) rata-rata angka kebutaan di Indonesia sebanyak 3% untuk penduduk di atas usia 50 tahun.

Ketua Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), dr. Muhammad Sidik, menjelaskan kalau ada beberapa hal yang dicurigai jadi penyebab katarak.

Salah satunya karena Indonesia berada di garis equator 0 derajat yang tersorot banyak sinar matahari secara terus menerus. Dicurigai pula sinar UV B bisa mempercepat timbulnya katarak.

Kebutaan karena katarak ini bisa dihindari dengan berbagai cara, namun dr. Sidik menjelaskan bahwa yang paling efektif adalah melalui operasi.

"Operasi katarak adalah operasi paling efektif, paling efisien, paling menimbulkan benefit paling tinggi daripada tindakan prosedur lainnya, sehingga orang yang tadinya tidak produktif jadi produktif lagi," jelas dr. Sidik seperti dilansir dari situs resmi Kementerian Kesehatan RI (4/11/2018).

Untuk itulah, mengapa Sido Muncul melalui produk unggulannya Kuku Bima Energi menjalankan program katarak gratis bagi masyarakat Indonesia yang sudah dimulai sejak 2011 lalu. Sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap kesehatan masyarakat Indonesia.

Menurutnya, membantu masyarakat dengan Operasi Katarak Gratis adalah suatu panggilan kemanusiaan.

Apalagi, rata-rata penderita katarak berusia 40 sampai 50 tahun dan merupakan masih dalam usia produktif.

"Sehingga melalui program ini, saya harap mereka bisa kembali melakukan aktivitas. Kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan terhadap pemerintah dalam rangka mengurangi penderita katarak di Indonesia," papar Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat.

Kali ini giliran masyarakat Makassar yang mendapatkan program operasi katarak gratis yang dilaksanakan akan berlangsung di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin, Makassar pada Jumat (15/2/2019).

Program Operasi Katarak Gratis di Makassar ini akan menjadi program pertama yang akan dilaksanakan pada 2019.

Irwan juga menjelaskan kalau Sido Muncul akan menargetkan 12000 pasien katarak gratis selama 2019.

"Jadi untuk 2019 ini kita target 12.000 pasien bisa kita lakukan operasi katarak secara gratis," jelas Irwan dalam acara pembukaan program Operasi Katarak Gratis di Makassar, Kamis (14/2/2019).

Operasi ini bekerjasama dengan Persatuan Spesialis Mata Indonesia (Perdami), dan beberapa institusi di Indonesia seperti Polri hingga TNI.

Dalam acara pembukaan program Operasi Katarak Gratis di Makassar ini dihadiri oleh AS SDM Polri Irjen Eko Indra Heri, Kapolda Sulsel yang diwakili oleh Kepala Biro SDM Polda Sulsel Kombes Pol Yohanes Ragil, Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, dan perwakilan SPBK Perdami Pusat hingga pejabat terkait lainnya.

Sebelumnya, sebanyak 260 calon pasien telah menjalani tahap screening pada 12 Februari 2019.

Screening merupakan tahap awal yang bertujuan untuk memeriksa kondisi mata dan menentukan kelayakan pasien mengikuti operasi.

Dari 260, akhirnya terpilih 150 pasien yang dinyatakan siap melakukan operasi. (Sumber:  http://www.tribunnews.com/kesehatan/2019/02/15/buta-akibat-katarak-masih-jadi-masalah-operasi-jadi-solusi-paling-efektif). Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait