Student Exchange Universitas Binawan di SGT University India: Kaji Integrasi Pengobatan Tradisional
Tanggal Posting : Rabu, 7 Agustus 2019 | 07:26
Liputan : Redaksi - Dibaca : 52 Kali
Student Exchange Universitas Binawan di SGT University India: Kaji Integrasi Pengobatan Tradisional
Dekan Prodi Fisioterapi, Universitas Binawan, Imam Waluyo, didampingi D. Ratna S. Handayani, berbincang dengan Karyanto, Founder Jamu Digital, Selasa, 6 Agustus 2019, di Kampus Universitas Binawan.

HerbaIndonesia.Com. Untuk mengkaji konsep Integrasi Pengobatan Tradisional dengan pelayanan Kesehatan- termasuk Herbal Medicine, Fakultas Fisioterapi Universitas Binawan, Jakarta akan mengadakan Program Student Exchange dengan Universitas Shree Guru Gobind Singh Tricentenary (SGT)- yang melibatkan Faculty of Physiotherapy dan Integrasi dengan Ayuverda dari Faculty of Medical System, SGT University di India.

Program ini akan berlangsung pada 23  Agustus 2019 hingga 3 September 2019 di Kampus SGT University, Budhera, Gurugram-Badli Road, Gurugram, India. Ke depan, Program ini akan dilaksanakan secara reguler untuk meningkatkan mutu lulusan Universitas Binawan.

"Ini program pertama pertukaran mahasiswa Fakultas Fisioterapi Universitas Binawan dengan SGT University di India. Kita akan mendapat kesempatan memahami konsep Integrasi Pengobatan Tradisional di India dengan herbal yang selama ini dikenal sebagai Ayuverda- yang sudah sangat terkenal di dunia," ungkap Drs. Imam Waluyo, MBA., Dekan Prodi Fisioterapi, Universitas Binawan, di Kampusnya, Jakarta saat berbincang dengan Founder Jamu Digital, Karyanto, pada Selasa, 6 Agustus 2019.

Didampingi dosen Fakultas Fisioterapi Universitas Binawan, dr. D. Ratna S. Handayani, MKK, M.Si. Herbal, pada kesempatan tersebut, Imam Waluyo menegaskan bahwa setelah beberapa kali ke India dan melihat langsung konsep pengembangan Pengobatan Tradisional di India yang diintegrasikan dengan herbal: "Kita selayaknya dapat mengkaji konsep tersebut dan ke depan dapat dikembangkan di Indonesia dengan menggunakan Jamu sebagai bagian dari pengobatan tradisional di Indonesia, yang terintegrasi secara sistemik."

"Nanti kita dapat belajar bagaimana integrasi konsep pendidikan pengobatan tradisional dengan dipadukan keahlian meramu herbal untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di India yang berkembang dengan pesat," papar Imam Waluyo.

Ke depan, lanjut Imam Waluyo, kita dapat mengadopsi konsep tersebut untuk mengembangan Jamu Indonesia yang potensinya sangat besar ini, dapat terintergrasi dengan sistem pengobatan tradisional di Indonesia.

Universitas Binawan, sebagai salah satu Pusat Pendidikan Tinggi di Indonesia merupakan institusi pendidikan tinggi di bawah Badan Penyelenggara Pendidikan Yayasan Binawan, bertekad untuk turut mensukseskan program pembangunan iptek dan pendidikan tinggi melalui penyediaan tenaga siap pakai yang profesional, berkompetensi tinggi serta mampu bersaing secara global.

Simak serial berita selanjutnya: 1. Detil Program Student Exchange Universitas Binawan di SGT University, India, 2. Dekan Prodi Fisioterapi, Universitas Binawan, Drs. Imam Waluyo, MBA mendapat Award di India, 3. Program Kegiatan Universitas Binawan untuk Pengembangan Pengobatan Tradisional dan Jamu Indonesia bersama Jamu Digital (PT Global Medisina Indonesia), hanya di JamuDigital.Com. Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait