Strategi Mulia DLBS Memajukan Herbal Indonesia
Tanggal Posting : Senin, 2 Juli 2018 | 00:05
Liputan : Redaksi - Dibaca : 282 Kali
Strategi Mulia DLBS Memajukan Herbal Indonesia
Ijin IEBA DLBS untuk memproduksi Bioactive Fraction diserahkan langsung oleh dr. Nafsiah Mboi, SpA, M.P.H, Meteri Kesehatan Republik Indonesia pada 20 Agustus 2013

HerbaIndonesia.Com Banyak cara untuk mengembangkan dan memperkuat brand Herbal Indonesia, salah satunya melalui keunggulan riset, sehingga standar keilmiahan Herbal Indonesia diakui di pentas dunia. Cara mulia inilah yang digulirkan Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS).

DLBS memiliki komitmen tinggi ‘membedah’ sumber bahan alam Indonesia di meja laboratorium yang canggih dan modern untuk menghasilkan Bioactive Fraction yang akan menjadi bahan baku obat herbal untuk mengobati berbagai penyakit.

DLBS adalah pusat riset dan fasilitas produksi IEBA (Industri Ekstrak Bahan Alam) yang dimiliki Dexa Medica- salah satu perusahaan farmasi nasional terkemuka di Indonesia dan di ASEAN.

DLBS adalah research-based organization dengan slogan ‘We want to be inspired by wonderful nature of Indonesia’. Kini fasilitas Produksi IEBA DLBS di Cikarang, Jawa Barat, telah mampu memproduksi bahan baku aktif obat herbal dalam bentuk Bioactive Fraction. DLBS adalah yang pertama di Indonesia yang memproduksi Bioactive Fraction dari bahan herbal.

"Riset obat bahan alam untuk menghasilkan obat baru adalah upaya mulia untuk menyehatkan bangsa," kata Dr. Raymond R. Tjandrawinata, MBA, Ph.D, FRSC., Executive Director DLBS kepada Redaksi HerbaIndonesia.Com belum lama ini.

Komitmen DLBS mencari obat baru dari biodiversitas Indonesia, menggunakan farmakologi modern dengan pendekatan Biomolekular, kemudian melakukan uji klinis sesuai Good Clinical Practice (GCP) untuk mendapat evidence-based medicine.

Pada saat uji pra klinis pada hewan percobaan, dilakukan sesuai standar AAALAC (Association for Assessment and Accreditation of Laboratory Animal Care) International, dan sarat dengan Intellectual Property Right (HaKI). Bahan baku aktif obat herbal yang diproduksi DLBS dipatenkan di Indonesia dan di dunia internasional melalui skema Patent Cooperation Treaty.

Proses yang dilakukan oleh periset di DLBS pada saat mempelajari kandidat bahan aktif obat herbal dari aspek kimia dan biologi di tingkat molekular melalui proses TCEBS (Tandem Chemistry Expression Bioassay System).

"TCEBS adalah metodologi penyaringan yang sistematis untuk menemukan kandidat yang paling aktif dan berpotensi untuk produk yang sedang diteliti, kemudian diikuti bioassay system dengan memanfaatkan teknik ekspresi gen dan protein array," Raymond menjelaskan.

Kiprah DLBS tersebut adalah bagian dari perwujudan visi dan misinya, yaitu: Visi DLBS: A global organization for discovery, development, and production of pharmaceuticals, biopharmaceuticals and nutraceuticals, which holds the highest degree of scientific innovation, excellence and integrity in its actions.

Dan Misi DLBS: To increase quality of life through research and development of clinically beneficial medicinal and nutritional products originating from many different life forms.

Kiprah riset bertahun-tahun oleh Raymond Tjandrawinta bersama DLBS telah banyak membuahkan penghargaan, antara lain: Habibie Award 2016, dan Anugrah Kekayaan Intelektual 2018, WIPO Medal for Inventors, yang diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, M. Jusuf Kalla di Istana Wakil Presiden RI., Jakarta, pada Kamis, 26 April 2018.

Raymond Tjandrawinata mendapat penghargaan ini, atas prestasinya memiliki 10 paten di Indonesia dan 56 paten lainnya di berbagai negara, seperti: Amerika, Eropa, Australia, Jepang, Korea, dan beberapa negara lain.

Fasilitas produksi IEBA DLBS berada di kawasan Industri Jababeka II, Cikarang dibangun diatas sekitar 3 hektare, di Site Dexa Medica Cikarang yang luasnya sekitar 4 hektare. Fasilitas IEBA DLBS ini, telah memenuhi persyaratan IEBA, yaitu Peraturan Menteri Kesehatan No. 6/2012 tentang Industri dan Usaha Obat Tradisional.

Ijin IEBA DLBS untuk memproduksi Bioactive Fraction diberikan oleh dr. Nafsiah Mboi, SpA, M.P.H, Meteri Kesehatan Republik Indonesia pada 20 Agustus 2013.

Produk-produk DLBS berupa bioactive fraction, telah dipasarkan oleh PT Dexa Medica sejak tahun 2011. Produk tersebut, antara lain: Inlacin (anti-diabetes tipe 2), Redacid (meringankan gangguan lambung, gastroprotector), Dismeno (untuk dysmenorrhea), Disolf (antitrombosis pada kardiovaskuler), Vitafem Free Me (obat Premenstrual Syndrome- PMS).

Dan serangkaian produk herba for family, yaitu: HerbaKOF (meredakan batuk, dan mengobati sakit tenggorokan), HerbaPAIN (meredakan sakit kepala), HerbaVOMITZ (meredakan kembung dan mual).

Raymond Tjandrawinata menambahkan produk-produk tersebut di atas, diformulasikan dengan proses Tandem Chemistry Expression Bioassay System (TCEBS), kombinasi teknik kimia, biokimia, serta farmakologi modern. Dan menggunakan teknologi AFT (Advanced Fractionation Technology)- proses ekstraksi bertingkat untuk menemukan fraksi spesifik yang tepat untuk mengobati penyakit.

Keberhasilan DLBS memproduksi bahan baku aktif obat herbal (Bioactive Fraction) dapat mendukung program pemerintah untuk kemandirian bahan baku obat nasional dari bahan alam Indonesia.

"Kami berharap produk obat herbal Indonesia dapat digunakan pada program BPJS, masuk ke formularium obat nasional. Hasil riset obat herbal Indonesia ini merupakan upaya mulia dari periset yang difasilitasi oleh perusahaan untuk membangun kesehatan bangsa," harap Raymond Tjandrawinata. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait