Simak Manfaat Jalan Kaki dari Sang Pakar
Tanggal Posting : Selasa, 9 April 2019 | 06:43
Liputan : Redaksi - Dibaca : 12 Kali
Simak Manfaat Jalan Kaki dari Sang Pakar
dr. Michael Triangto, Sp.KO (Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga). Foto:www.cnbcindonesia.com

HerbaIndonesia.Com. Riset dari Stanford yang menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara paling malas jalan kaki dikritik oleh seorang seorang Spesialis Kedokteran Olahraga bernama dr. Michael Triangto. Sumber riset dinilai kurang bisa merepresentasikan kebiasan dan faktor pejalan kaki.

Michael melihat bahwasanya riset tersebut kurang valid karena menghitung jumlah langkah pejalan kaki melalui pedometer smartphone. Di mana tidak semua golongan masyarkat di Indonesia menggunakan hal tersebut. Baginya, itu sama seperti memotong sebagian besar manusia yang ada di Indonesia. Hanya golongan tertentu yang masuk dalam riset, seperti golongan menengah ke atas.

Padahal bagi Michael masih banyak orang yang tidak menggunakan smartphone namun memiliki jumlah langkah yang tidak tercatat.

Pedometer dari smartphone juga dirasa kurang tepat untuk menghitung jumlah langkah seseorang. Karena sejatinya pedometer digunakan dan dipasang pada kaki, bukan smartphone yang digenggam tangan atau ditaruh kantong.

Menjadi hal yang wajar menurut Michael bila riset itu mengatakan bahwa Hong Kong dan Jepang memiliki angka jumlah pejalan kaki yang jauh lebih tinggi dari Indonesia. Mereka, negara yang mendapatkan jumlah rata-rata pejalan kaki terbanyak terfasilitasi dengan apa yang dibutuhkan pejalan kaki. Sementara Indonesia, masih minim fasilitas yang membantu pejalan kaki itu.

Banyak hambatan yang membuat seseorang bukan lagi malas untuk jalan kaki tapi enggan untuk melakukanya. Seperti kelayakan torotar, ukuran trotoar, got -got yang menghalangi pejalan, polusi udara, hingga keamanan.

Maka itu Michael mencatat bahwa terlalu sumir untuk bisa menggeneralisasikan masyarakat Indonesia malas untuk jalan kaki. Banyak orang-orang yang tidak terukur jumlah langkahnya karena tidak memiliki dan mampu mengoperasikan smartphone. Namun setidaknya riset itu mampu mengingatkan kesadaran masyarakat untuk mau jalan kaki bagi Michael.

Masih Bisa Olahraga Walaupun Bekerja

Michael berucap bahwa pada hakikatnya manusia yang sehat adalah manusia yang mampu memobilisasi dirinya sendiri, pindah dari satu tempat ke tempat yang lain dengan berjalan kaki. Jika ia tidak mampu melakukan itu maka dapat diketahui bahwa ada penurunan dari nilai kesehatannya.

Seperti sakit pinggang, kaki yang sakit, atau memang lumpuh untuk berjalan. Keengganan manusia untuk enggan bergerak harus dikesampingkan. Tidak ada alasan untuk tidak punya waktu untuk jalan kaki. Michael disela kesibukannya sebagai dokter pun melakukan olahraga selepas bekerja.

"Jika saya tidak sempat lari di malam hari keliling komplek maka saya menyempatkannya dengan lari di Treadmill. Bisa saya lakukan di rumah atau kantor apakah itu jam setengah 12, 12, atau 1 malam. Saya paksakan 15 menit menghasilkan 2000 langkah. Memang tidak sampai 10.000 langkah, kecuali kita sempatkan waktu khusus untuk berolahraga," ucap Michael Triangto pada CNBC Indonesia di Kantornya, Jakarta Barat (5/4/2019).

Michael mengungkapkan bahwa manusia tidak mesti langsung mempunyai 10.000 langkah dalam satu hari. tiap manusia berbeda-beda, ada yang merasa 5000 langkah sudah berat. Maka itu, perlu adanya proses yang bertahap. Jika orang itu sudah mencapai 5000 langkah maka dapat ditingkatkan ke 7500 baru nanti ke 10.000. Dengan catatan, angka 10.000 untuk orang-orang yang niat berolahraga.

Salah satu pasiennya yakni seorang kepala sekolah mengeluh soal keterbatasan waktu yang dimiliki. Jadwal kepala sekolah sangat sibuk. Sebelum murid datang ia sudah harus berada di sekolah dan setelah murid bubaran sekolah baru dia bisa pulang. Sedangkan di rumah, ia juga harus melakukan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga.

Apa yang bisa dilakukan pasien itu dengan keterbatasan waktu adalah dengan waktu jalan di sekolah. Michael tidak menggunakan catatan 10.000 langkah untuk konsumsi langkah harian. Tapi ia menggunakan anjuran WHO untuk bergerak 150 menit selama satu minggu. Jadi dalam satu hari pasien itu bisa jalan kaki selama 30 menit.

Jalan itu bukan berarti jalan yang kita lakukan dalam kegiatan sehari-hari. Guna melatih otot dan menambah jumlah kalori yang dibakar, tekniknya dengan jalan dengan kecepatan yang sedikit cepat. Ia mengistilahkan seperti orang yang sedang kebelet ke kamar mandi.

Pun belaku bagi perkerja kantoran. Waktu istirahat selama satu jam dapat digunakan 30 menit untuk makan dan 30 menit untuk jalan seperti anjuranya. Jika lingkungan kantor terhalang oleh polusi udara atau cuaca yang sedang hujan, mereka dapat melakukanya dengan membeli mini cycle yang ditaruh di kolong meja.

"Bisa dengan mini cycle letakkan di bawah meja. Mereka bisa bekerja sambil mengayuh. Memang mengayuh sambil duduk berat badan tidak dibawa disana sehingga nilainya berkurang. Tapi untuk pra pekerja dari 9 to 5 bisa dikalikan berapa banyak kalori yang dibakar. Jauh lebih baik daripada kita diam," ucapnya.

Definisi Berjalan dan Manfaatnya

"Definisi berjalan adalah sebuah proses jatuh yang gagal. Kita sebetulnya mau jatuh tapi kita menumpu lagi. Karena step berjalan itu ada heel strike, mid stance, toe off, kemudian swing. Itu proses yang terjadi terus," kata Michael.

Orang yang mampu berjalan ialah orang yang mampu menjaga keseimbangan. Melakukan jalan sehat tidak hanya melatih kekuatan kardio respirasi jantung dan paru. Kemudian dapat jalan sehat dapat melatih otot, meskipun tidak seperti latihan anaerobic seperti angkat beban. Namun yang dilatih adalah kordinasi geraknya.

Maka orang itu nantinya tidak mudah lelah. Aliran darah menjadi lebih bagus karena jantungnya yang terlatih untuk lebih bagus. Pembuluh darah yang tadinya sempit menjadi lebar, yang tadinya tertutup menjadi terbuka karena banyak bekerja.

Orang yang jarang bekerja atau malas jalan kaki pembuluh darahnya memiliki kebutuhan yang lebih sedikit dari orang yang bekerja atau rutin jalan kaki.

Hal ini membantu menurunkan tekanan darah karena bicara sistem jantung dan paru membutuhkan namanya kordinasi gerak. Jalan sehat juga bisa melatih dan mengatur nafas seseorang sehingga tidak mudah terengah-engah.

Michael berkata bahwa berjalan adalah suatu proses yang harus dan mampu untuk kita lakukan untuk menjaga kesehatan. (Sumber: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20190407155916-33-65081/simak-manfaat-jalan-kaki-dari-sang-pakar). Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait