Sido Muncul Luncurkan Soft Capsule dan Resmikan Perluasan Pabrik COD
Tanggal Posting : Kamis, 25 Oktober 2018 | 20:07
Liputan : Redaksi - Dibaca : 16 Kali
Sido Muncul Luncurkan Soft Capsule dan Resmikan Perluasan Pabrik COD
Menteri Perindustrian RI., Airlangga Hartarto dan Direktur PT. Sido Muncul, Irwan Hidayat saat Peresmian Perluasan Pabrik COD.

HerbaIndonesia.Com. PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tbk (Sido Muncul) meresmikan Perluasan Pabrik Cairan Obat Dalam (COD), dan meluncurkan Soft Capsule di Pabrik Sido Muncul, Ungaran, Semarang, pada Kamis, 25 Oktober 2018.

Peresmian ditandai dengan penandatangan prasasti oleh Menteri Perindustrian RI., Airlangga Hartarto. Dan setelah itu dilakukan pengguntingan pita secara bersama-sama oleh: Menteri Perindustrian RI.,  Airlangga Hartarto, Kepala Badan POM RI., Dr. Ir. Penny K. Lukito, M.CP., Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Muhammad, Arif Sambodo, SE, MSi, Staf Ahli Bupati, Heru Purwantoro, SSos, MM, dan Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat.

Menurut Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat bahwa tujuan perluasan pabrik COD ini adalah untuk mengikuti permintaan pasar yang terus meningkat, sehingga membutuhkan ruang produksi yang lebih besar.

“Selain itu, juga meminimalisir kesalahan pada proses pembuatan produk jamu Sido Muncul. Teknologi yang digunakan lebih modern dan bahan-bahan yang akan dicampur sudah diatur dalam program, sehingga zero accident,’ ungkapnya.

Sido Muncul pada kesempatan ini, juga melakukan peluncuran soft capsule. Terdapat 11 produk Sido Muncul yang nantinya akan dijadikan soft capsule: Tolak Angin, Tolak Linu, Kunyit, Manggosteen, Qten, D3, Omega3 , Minyak Jahe, Vitamin C, Vitamin E, dan Vitamin D.

Sebelumnya, Pabrik COD baru telah melewati tahap uji coba perdana pada 23 April 2018, tepat pukul 8 lewat 8 menit 8 detik oleh Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat. Pabrik yang didirikan di atas lahan seluas 17.000 m2 dengan luas bangunan 28.000 m2 ini merupakan pengembangan dari pabrik sebelumnya yang dibangun pada 2007 lalu.

Pabrik COD lama didesain sesuai dengan kapasitas produksi saat itu, yaitu 80 juta sachet/bulan dengan proses produksi bersifat sistem tertutup dan semi otomatis. Sedangkan Pabrik COD Baru dapat menghasilkan 200 juta sachet/bulan dengan proses produksi full otomatic.

Pabrik COD baru memiliki gudang bahan baku dan bahan jadi, ruang pengemasan primer hingga tersier, gudang bahan kemas, ruang pembuatan cairan obat dalam, ruang persiapan bahan baku, dan ruang alat-alat utility.

Irwan Hidayat menambahkan bahwa konsep Pabrik COD adalah sebagai berikut:

  • Proses produksi otomatis: Segala sesuatunya sudah diprogram oleh sistem komputer, sehingga akan menghilangkan faktor human error,
  • Proses produksi sistem tertutup: semua proses input dan output serta proses lainnya dilakukan secara tertutup. Selain itu, setiap bahan yang masuk akan dipanaskan terlebih dahulu, sehingga kesterilan produk akan tetap terjaga.
  • Untuk menunjang proses otomatis dan tertutup ini, setiap alat-alat produksi dilengkapi dengan alat-alat ukur yang modern dan memiliki ketelitian yang dapat diandalkan, seperti : load cell (alat ukur timbangan), sensor temperatur, tekanan, volume, laju alir, dan sebagainya.
  • Produksi bertingkat: aliran proses berurutan dari atas ke bawah dengan gravitasi sehingga proses produksi menjadi efisien. 
  • Ramah lingkungan dengan sistem pembersihan CIP dan SIP. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait