Serial 5 FGD Obat Tradisional, Perjuangkan Jamu Masuk ke UNESCO
Tanggal Posting : Minggu, 6 Mei 2018 | 06:33
Liputan : Redaksi - Dibaca : 340 Kali
Serial 5 FGD Obat Tradisional, Perjuangkan Jamu Masuk ke UNESCO
FGD UMKM Obat Tradisional diselenggarakan oleh Badan POM, di Jakarta, pada 30 April 2018. Perjuangkan Jamu Diakui UNESCO

HerbaIndonesia.Com. Kepala Badan POM RI., Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP. memimpin langsung Focus Group Discussion (FGD) ‘Pengembangan UMKM Obat Tradisional’, pada Senin, 30 April 2018, di Jakarta.

Tampak hadir sejumlah pengusaha jamu nasional, antara lain: Jaya Suprana, Putri Kuswisnu Wardani, Irwan Hidayat, Charles Saerang dan stakeholders obat tradisional lintas sektoral lainnya.

Didampingi Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Dra. Rr. Maya Gustina Andarini, Apt., M.Sc, dan sejumlah pejabat Badan POM lainnya, FGD dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Minum Jamu Bersama oleh seluruh Peserta FGD.

Selanjutnya Kepala Badan POM memberikan kesempatan kepada para narasumber untuk menyampaikan paparan dan usulannya. Dilanjutnya oleh para penanggap.

Salah satu penanggap FGD tersebut adalah dr. Inggrid Tania, M.Si, Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Alumnus Program S-2 Herbal di Universitas Indonesia, kini sedang menemuh Program S-3 Filsafat (Jamu/Ilmu Kesehatan Tradisional) di Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara.

Berikut ini, tanggapan dr. Inggrid Tania, M.Si. yang disampaikan saat FGD:

"Saya langsung menyampaikan usulan untuk menindak lanjuti FGD sebelumnya, bahwa mengenai regulasi. Mengenai klasifikasi obat tradisional.

Karena jamu bukanlah obat. Sebenarnya, kalau jamu disamakan dengan obat tradisional kelihatanya kurang tepat, karena itu tadi, jamu bukan obat.

Dan pada naskah akademik yang saya baca pada RUU Pengawasan Obat dan Makanan.Saya baca dari acara FGD yang lalu itu, ada komitmen klasifikasi antara obat tradisional dalam negeri dan obat tradisional luar negeri.

Karena obat tradisional dalam negeri kita sebutnya dengan jamu, dan itu kita seragam dengan menyebutnya jamu. Dan jamu itu apa? Jamu yang berdasarkan empirik turun temurun dari nenek moyang kita tiga generasi.

Kemudian kita juga harus mengembangkan bagaimana jamu kita pakai untuk fasilitas Pelayanan Kesehatan yang digunakan oleh dokter. Dan itu bisa kita sebut dengan jamu yang terstandar atau jamu yang disaintifik yang sudah diteliti oleh pusat penelitian obat di Tawangmangu.

Jamu yang bersifat empirik jamu tersebut tidak perlu mengikuti seluruh aspek persyaratan dalam CPOTB. Itu harus punya regulasi tersendiri. Jadi, harus ada keberpihakan khusus pada jamu empirik ini.

Karena pada dasarnya, klaim jamu empirik adalah promotif (pemeliharaan kesehatan) dan preventif (pencegahan penyakit). Jadi aspek yg perlu dipenuhi oleh pelaku-pelaku usaha jamu empirik adalah higiene dan sanitasi.

Saya pernah mengikuti suatu seminar di Perpustakaan UI, bahwa setiap komunitas mempunyai ramuan jamu empirik tersendiri. Betapa kayanya budaya herbal kita. Tapi sayangnya, belum ada dukungan dari pemerintah untuk mengumpulkan dan mendokumentasikan secara baik.

Maka dari itu, ada baiknya melalui FGD ini, BPOM memimpin dalam mengelaborasikan koordinasi lintas sektoral dan menghasilkan roadmap dgn visi dan misi yang sama.

Dan yang kedua bahwa harus ada pembuktian khasiat dari jamu agar bisa dimanfaatkan di fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan pengujian yg bersifat pragmatic trial, tidak mesti sama secara metodologis dengan uji klinis yg bersifat explanatory trial.

Yang terakhir, walaupun sudah ada peraturan yang berpihak kepada jamu, saya harap agar Badan POM ikut mendorong Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan agar mengupayakan Jamu bisa masuk kedalam UNESCO sebagai warisan budaya dunia.

Demikian tanggapan dr. Inggrid Tania, M.Si. yang disampaikan untuk memajukan jamu sesuai keberadaan yang sudah turun-temurun, dan mengembangkannya dalam konteks kekinian.

Simak serial berita FGD ‘Pengembangan UMKM Obat Tradisional’ hanya di media online khusus herba Indonesia- www.herba-indonesia.com Redaksi HerbaIndonesia.Com.

 

 


Kolom Komentar
Berita Terkait