Serial 5- Rakerda GP. Jamu Jateng: Strategi Ikoninasi Jamu
Tanggal Posting : Sabtu, 19 Mei 2018 | 11:19
Liputan : Redaksi - Dibaca : 212 Kali
Serial 5- Rakerda GP. Jamu Jateng: Strategi Ikoninasi Jamu
Prof. Dr. Dr. Agus Purwadianto, DFM., SH., M.Si. Sp.F (K). (Pokjanas Kestrad/Saintifikasi Jamu, Dewan Penasehat PPKESTRAKI) pada Rakerda GP. Jamu Jateng 2018

HerbaIndonesia.Com. Pengurus Daerah GP. Jamu Jawa Tengah mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan tema ‘Dinamika Pengembangan Jamu Jawa Tengah di Era Digital’ dengan menampilkan berbagai nara sumber yang kompeten untuk mencari terobosan di era milenial ini, pada 8 Mei 2018, di Semarang, Jawa Tengah.

Tampil sebagai narasumber, antara lain:

  • Sambutan Ketua DPP GP. Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman, SE., MH., dengan tema: "Dinamika Pengembangan Jamu Era Digital"
  • Dra. Maya Gustina Andarini, Apt, M.Sc. (Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI.) dengan makalah berjudul: "Kebijakan Pengembangan Industri Obat Tradisional di Indonesia"
  • Prof. Dr. Dr. Agus Purwadianto, DFM., SH., M.Si. Sp.F (K). (Pokjanas Kestrad/Saintifikasi Jamu, Dewan Penasehat PPKESTRAKI) dengan makalah berjudul: "Dinamika Pengembangan Jamu Era Digital"
  • Gati Wibawaningsih, S.Teks, M.A. (Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Kementrian Perindustrian) dengan makalah berjudul: "Kesiapan Industri Jamu dalam Menghadapi Era Digitalisasi (e Commerce)."

Berikut ini, bagian 2- terakhir paparan materi oleh Prof. Dr. Dr. Agus Purwadianto, DFM., SH., M.Si. Sp.F (K). (Pokjanas Kestrad/Saintifikasi Jamu, Dewan Penasehat PPKESTRAKI):

Strategi Ikonisasi Jamu:

  • Gerakan mempromosikan jamu sebagai jatidiri bangsa di semua modalitas industri oleh semua pelaku pemajuan budaya, dari kearifan lokal menjadi kepercayaan internasional/global
  • Bersama saintifikasi jamu - MEMBANGUN infrastruktur sistem kesehatan tradisional Indonesia (Siskestraindo) lebih tertata dan mantap dgn PROFESI NAKESTRAD & HATTRA sebagai pengusung SINERGI > INTEGRASI jamu sebagai JANGKAR pengetahuan tradisional & budaya Indonesia
  • Mendayagunakan segenap potensi bangsa : sebagi pemaju budaya jamu di semua tempat-tempat umum/fasilitas publik dan swasta (fasum, tempat kerja, sarana transportasi, pariwisata, birokrasi/perkantoran, sekolah) -serta media sosial, TV, radio di masyarakat lokal/global/komunitas khusus untuk mengusung gaya hidup sehat: hobi, matra, tantangan, keilmuan dll) mempopulerkan produk jamu demi kepuasan pelanggan/masyarakat.

Era milenial:

  • Ikut dalam propaganda PHBS dengan menyisipkan produk yang kodratnya dipakai jangka panjang sebagai budaya.
  • Era pasca kebenaran- perlu kontinuitas dialog bina watak, upaya penumbuhan karakter via moralitas ceritera rakyat & upaya kerja keras petani, pegiat budaya dan pedagang baik jamu.
  • Menetralisir hoax kesehatan dan hoax lain yang melemahkan eksistensi jamu.
  • Sikap responsif namun elegan.

Peran GP Jamu:

  • Content provider tentang isu positif jamu untuk dipromosikan melalui berbagai jalur media.
  • Clearing house untuk menangkal isu negatif jamu.
  • Social engineering : merekayasa masyarakat cinta jamu - gaya hidup jangka panjang (bukan cespleng-isme).
  • Membina karakter bangsa pluralis inklusif, sesuai keanekaragaman hayati/budaya.
  • Dorong regulasi ke arah integrasi penuh: partisipasi dalam membuat PP delegasian UU No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan budaya.

GERMAS at Four Clusters of Disruptive Technologies:

  • Data, computational power & connectivity: low-power, wide-area networks: "Jahe Tegal" dll utk indikasi geografis, Data nas tanaman jamu
  • Analytics and intelligence: Batasi impor "X", tanam empon-empon di Kabupaten "Y", ekspor "temulawak" ke negara P.
  • Human-machine interaction: touch interfaces and augmented reality: "selfie triathlon di Ambarawa minum jahe".
  • Digital-to-physical conversion: advanced robotics and 3D printing: robot cantik instruktur kelenturan/kebugaran & parameter Lab.Kes ramalan batas usia yang akan datang.

KESIMPULAN:

  • Jamu semakin menempati posisi strategis dari sisi budaya, ekonomi, sosial dan regulasi akibat perkembangan masyarakat, termasuk di era digital/milenial karena mengusung saintifikasi & ikonisasi.
  • GP. Jamu ke depan harus konsisten dengan Siskestraindo pengembangan jejaring nakestrad profesi/hattra untuk industri kesehatan sebagai lokomotif industri lainnya karena mempunyai legitimasi nilai tambah & kompatibel dengan era digital agar tidak terkena dampak terdisrupsi.

Simak serial Rakerda GP. Jamu Jawa Tengah, hanya di media online khusus herbal www.herba-indonesia.com. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait