Serial 4- Rakerda GP. Jamu Jateng: Sinergi dan Terintegrasi
Tanggal Posting : Jumat, 18 Mei 2018 | 11:22
Liputan : Redaksi - Dibaca : 188 Kali
Serial 4- Rakerda GP. Jamu Jateng: Sinergi dan Terintegrasi
Prof. Dr. Dr. Agus Purwadianto, DFM., SH., M.Si. Sp.F (K). (Pokjanas Kestrad/Saintifikasi Jamu, Dewan Penasehat PPKESTRAKI)-foto sebelah kiri: Saat Rakerda GP. Jamu Jateng 2018.

HerbaIndonesia.Com. Pengurus Daerah GP. Jamu Jawa Tengah mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan tema ‘Dinamika Pengembangan Jamu Jawa Tengah di Era Digital’ dengan menampilkan berbagai nara sumber yang kompeten untuk mencari terobosan di era milenial ini, pada 8 Mei 2018, di Semarang, Jawa Tengah.

Tampil sebagai narasumber, antara lain:

  • Sambutan Ketua DPP GP. Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman, SE., MH., dengan tema: "Dinamika Pengembangan Jamu Era Digital"
  • Dra. Maya Gustina Andarini, Apt, M.Sc. (Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI.) dengan makalah berjudul: "Kebijakan Pengembangan Industri Obat Tradisional di Indonesia"
  • Prof. Dr. Dr. Agus Purwadianto, DFM., SH., M.Si. Sp.F (K). (Pokjanas Kestrad/Saintifikasi Jamu, Dewan Penasehat PPKESTRAKI) dengan makalah berjudul: "Dinamika Pengembangan Jamu Era Digital"
  • Gati Wibawaningsih, S.Teks, M.A. (Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Kementrian Perindustrian) dengan makalah berjudul: "Kesiapan Industri Jamu dalam Menghadapi Era Digitalisasi (e Commerce)."

Berikut ini, bagian 1- paparan materi oleh Prof. Dr. Dr. Agus Purwadianto, DFM., SH., M.Si. Sp.F (K). (Pokjanas Kestrad/Saintifikasi Jamu, Dewan Penasehat PPKESTRAKI):

Mimpi dalam waktu dekat: Kestrad/Jamu Diakui & Terintegrasi. Dengan memberikan pendidikan akademik dan menekankan penelitian. Diajarkan di Universitas dan Fakultas Kedokteran setempat, sebagai bagian dari kurikulum bersama. Di FK-Tradisional Cina, 60% kurikulum dikhususkan untuk NAKESTRAD PROFESI dan 40% sisanya untuk kedokteran modern: FENOMENA SINERGI DAN INTEGRASI.

Recognized, not full integrated. India, for example, the first step towards recognition of traditional medicine came with the adoption of the Indian Medicine Central Council Act in 1970, with a mandate to standardize training, establish accredited research institutions and monitor standards for training and practice in this type of medicine.

Tolerant: Only modern medicine is recognized and traditional medicines are not referred to in national health care programmes, which means that their existence and role are virtually ignored and the official health care system relies exclusively on modern medicine. They are, however, tolerated by the authorities, which adopt a sort of "laissezfaire" approach, leaving them to develop outside the control of the State.

Integrasi Penuh Kestrad: Not only the process (curative individual aspect) from: Monopolistic -tolerant (coexistence) -parallel (inclusive)/dual - integrative. But including. Synergization : despite integrative of curative individual efficacy + promotive-preventive of public health usage scientification + iconization!

Strategi WHO T&CM 2014: Pengembangan diutamakan 4 hal: Produk (dalam bentuk obat/alat kestrad), Praktisi & Praktik: Metode/modalitas yankestrad), Plus: PUBLIK cq. pasien/klien:

  • Produk: Jamu/herbal (material, pengolahan dan hasil akhir); sbg zat aktif, bahan hewan dan mineral; makanan fungsional (nutraseutical).
  • Praktisi: Empiris (hattra) & komplementer cq. teknis/fungsional: nakestrad (profesi), nakes kompetensi tambahan dan/atau "hybrid"
  • Metode: Berbagai metode penyehatan (penguatan/intervensi sisi sehat +/ penyeimbangan komponen BPSSK secara eklektik-holistik)
  • Publik: Klien/pasien yang partisipasi-aktif.

Arah Industri Kesehatan:

  • Pengusaha jamu (modalitas kesehatan) mulai mencek klaim/ khasiat produknya: sesuai metode penyehatan (penjelasan pasal 5, Undang-Undang No. 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Budaya)
  • Sesuai jenis penjelasan ilmiah Pohon Keilmuan Kestraindo yang DIPAHAMI hattra (yankestrad empirik di Panti Sehat) & DIYAKINI nakestrad, Dr./Apoteker Saintifikasi Jamu Indonesia (ADSJI/AASJI) di Griya Sehat selaku calon produsen bukti ilmiah via Jurnal Jamu yang diakui profesi PPKESTRAKI.
  • Saintifikasi sebagai upaya peningkatan profit melalui comparative/competitive advantage.

Saran CSR. Pengusaha yang kuat:

  • Bantu dirikan Griya sehat terstandar sebagai outlet fitofarmaka/OHT (minimal komposisi fraksinasi) sebagai jamu saintifik, termasuk Fasyankes integrasi rujukan vertikal/horizontal.
  • Bantu saintifikasi terprogram sejak proposal penelitian jejaring DSJ/ASJ basis bukti ilmiah.
  • Bantu terbitnya jurnal ilmiah mantapkan pohon keilmuan.
  • Bantu mahkamah etik praktisi bonafiditas profesi.
  • Seimbangkan perusahaan farmasi yang intrusif ke Jamu.
  • Juga bantu sesama pengusaha yang lebih lemah untuk kebersamaan.

Fungsi Ganda Hattra/Nakestrad sebagai Mitra:

  • Nakestrad/Penyehat tradisional (hattra): > melihat sisi sehat pasien.
  • Konsep "pengobat tradisional" ditinggalkan: > melihat sisi sakit pasien tanpa konsep yang jelas.
  • Nakestrad/Hattra juga dalami SISI SAKIT: SECARA BIOKULTURAL dirumuskan sesuai PP. delegasian UU No. 5 Tahun 2017 misal: "masuk angin", keputihan, "perkasa" dan lain-lain.
  • Kemampuan meRUJUK secara "vertikal" & horizontal.
  • Peran GP Jamu: Khususnya yang menengah: bantu dirikan/bermitra Panti Sehat "terstandar" sebagai outlet dispensing jamu saintifik para hattra/nakestrad.

Hattra/Nakestrad sisi sehat pasien/klien:

  • Pasien datang sehat inginkan wellness.
  • Pasien/klien: Tanpa keluhan/masalah fisik atau mental; ingin peneguhan PHBS.
  • Bantu tingkatkan kesadaran & standarisasi Patient Reported Outcome.
  • Produk: Semua modalitas industri jamu (kesehatan & non kesehatan) non klaim kesehatan: Ramuan/ketrampilan kebugaran, kecantikan, kuliner, wisata: rekreasi, relaksasi, dan lain-lain.
  • Upaya: utamanya promotif.

Untuk Nakestrad di Griya Sehat: bisa gabung degan produk anti oksidan, preProbiotik, megadose vitamin, nutrasetikal dan lain-lain.

Hattra/Nakestrad sisi sehat klien yang berisiko:

  • Pasien datang dalam keadaan yang terpapar atau terjangkit risiko penyakit/sakit tertentu tetapi belum menderita sakit (biomedik).
  • Produk: Klaim kesehatan sepanjang bukan gold standar konvensional/ICD-10;ICD 9 yang dipakai JKN: Ramuan penunjang daya tahan, imunologis, keseimbangan, kelancaran fungsi/sistem tubuh konvensional & penurun stress/tegang jiwa.
  • Upaya utamanya: preventif.

Untuk Nakestrad di Griya Sehat: bisa gabung degan produk anti oksidan, preProbiotik, megadose vitamin, nutrasetikal dan lain-lain.

Hattra/Nakestrad sisi sakit biokultural:

  • Menderita penyakit/illness: Masuk angin, panas dalam, mules, keputihan, kegemukan, sulit mikir dan lain-lain produk dengan klaim menyembuhkan.
  • Tanaman jamu dikompilasi dalam Sistem Kestradindo sebagai obyek budaya pelbagai suku bangsa di NKRI ("buku daftar minimal"): khasanah keanekaragaman hayati bangsa.
  • Bahasa daerah (kearifan lokal, via ceritera rakyat) yang akan mempermudah komunikasi dan kesetaraan hubungan dyadic hattra/nakestrad- klien via UU Pemajuan Budaya No. 5 Tahun 2017, wajib dimajukan (perlindungan, pengembangan, pemanfaatan, pembinan dan lain-lain).
  • Peran GP Jamu: Populerkan cerita rakyat untuk marketing produk sehatnya.

Simak serial Rakerda GP. Jamu Jawa Tengah, hanya di media online khusus herbal www.herba-indonesia.com. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait