Serial 4- FGD Obat Tradisional: Anggota GP. Jamu Perlu Dukungan
Tanggal Posting : Jumat, 4 Mei 2018 | 06:17
Liputan : Redaksi - Dibaca : 194 Kali
Serial 4- FGD Obat Tradisional: Anggota GP. Jamu Perlu Dukungan
Kepala Badan POM, Penny K. Lukito menyerahkan buku: Mempertajam Taji Badan POM, Satu Tahun Perubahan dan Kinerja Badan POM, kepada Dwi Ranny Pertiwi Zarman, 30 April 2018 di Jakarta

HerbaIndonesia.Com. Kepala Badan POM RI., Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP. memimpin langsung Focus Group Discussion (FGD) ‘Pengembangan UMKM Obat Tradisional’, pada Senin, 30 April 2018, di Jakarta.

Tampak hadir sejumlah pengusaha jamu nasional, antara lain: Jaya Suprana, Putri Kuswisnu Wardani, Irwan Hidayat, Charles Saerang dan stakeholders obat tradisional lintas sektoral lainnya.

Didampingi Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Dra. Rr. Maya Gustina Andarini, Apt., M.Sc, dan sejumlah pejabat Badan POM lainnya, FGD dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Minum Jamu Bersama oleh seluruh Peserta FGD.

Selanjutnya Kepala Badan POM memberikan kesempatan kepada para narasumber untuk menyampaikan paparan dan usulannya. Dilanjutnya oleh para penanggap.

Salah satu penanggap pada FGD ini adalah Ketua GP. Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman, SE., MH. yang menyampaikan harapan-harapan para anggota GP. Jamu, yang memang perlu dukungan dari berbagai pihak terkait untuk mengembangkan jamu di Indonesia.

Berikut ini, tanggapan yang disampaikan Ketua GP. Jamu:

"Terimakasih saya sudah diberikan waktu seperti ini. Dan ternyata, yang saya ingin tanggapi, sudah ditanggapi duluan oleh senior-senior saya. Saya juga senang sekali terhadap sistem pelayanan satu pintu yang ada di Yogyakarata, semoga kedepannya bisa ada di provinsi-provinsi yang lain.

Saya juga dapat informasi dari teman-teman di Yogyakarta, yang merasa terbantu adanya sistem pelayanan perijinan satu pintu ini.

Perlu saya sampaikan, saya mewakili dari teman-teman industri jamu, bahwa pada tahun 2012 industri obat tradisional atau IOT itu berjumlah 79. Dan sekarang ada 122. Yang artinya, bahwa pertumbuhan industri berkembang.

Kemudian pertumbuhan IKOT menjadi UKOT dan kami memulai lagi dari awal. Dan saya berharap, tidak ada lagi perubahan kata. Karena dari perubahan kata itu, kami harus memulai dari awal. Dari pengurusan domisili, NPWP dan lain-lain.

Karena dari itu, sangat membutuhkan waktu yang lama. Maka oleh sebab itu, yang terjadi, pengurangan industri di bidang jamu. Karena masalah seperti itu.

Saya memohon agar industri jamu, yang sekitar 700 ini, bisa dibantu agar lebih cepat sistemnya, agar kita bisa berkembang. Karena kami juga tahu, bahwa untuk menempuh itu, memerlukan biaya yang sangat banyak dan kami juga meminta bantuan kepada Kementrian Perindustrian."

Pada kesempatan tersebut, Ketua GP. Jamu juga menyampaikan perlunya secara lintas sektoral dari para pihak yang berwenang untuk memberantas produk ilegal, dan memberikan bantuan dalam pengembangan pasar ekspor, terkait dengan beberapa ketentuan yang harus dipenuhi. Mengingat potensi pasar ekspor juga sangat menjanjikan.

Demikian tanggapan Ketua GP. Jamu yang disampaikan dengan penuh semangat.

Simak serial berita FGD ‘Pengembangan UMKM Obat Tradisional’ hanya di media online khusus herba Indonesia- www.herba-indonesia.com Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait