Serial 3- Rakerda GP. Jamu Jateng: Analisa GAP Pengembangan Obat Tradisional
Tanggal Posting : Kamis, 17 Mei 2018 | 11:39
Liputan : Redaksi - Dibaca : 92 Kali
Serial 3- Rakerda GP. Jamu Jateng: Analisa GAP Pengembangan Obat Tradisional
Dra. Maya Gustina Andarini, Apt, M.Sc. menjelaskan Analisa GAP Pengembangan Obat Tradisional di Indonesia pada Rakerda GP. Jamu Jawa Tengah 2018

HerbaIndonesia.Com. Pengurus Daerah GP. Jamu Jawa Tengah mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan tema ‘Dinamika Pengembangan Jamu Jawa Tengah di Era Digital’ dengan menampilkan berbagai nara sumber yang kompeten untuk mencari terobosan di era milenial ini, pada 8 Mei 2018, di Semarang, Jawa Tengah.

Tampil sebagai narasumber, antara lain:

  • Sambutan Ketua DPP GP. Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman, SE., MH., dengan tema: "Dinamika Pengembangan Jamu Era Digital"
  • Dra. Maya Gustina Andarini, Apt, M.Sc. (Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI.) dengan makalah berjudul: "Kebijakan Pengembangan Industri Obat Tradisional di Indonesia"
  • Prof. Dr. Dr. Agus Purwadianto, DFM., SH., M.Si. Sp.F (K). (Pokjanas Kestrad/Saintifikasi Jamu, Dewan Penasehat PPKESTRAKI) dengan makalah berjudul: "Dinamika Pengembangan Jamu Era Digital"
  • Gati Wibawaningsih, S.Teks, M.A. (Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Kementrian Perindustrian) dengan makalah berjudul: "Kesiapan Industri Jamu dalam Menghadapi Era Digitalisasi (e Commerce)."

Berikut ini, bagian 2 terakhir- paparan materi oleh Dra. Maya Gustina Andarini, Apt, M.Sc. (Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI.), Analisa GAP Pengembangan Obat Tradisional di Indonesia:

Kemandirian Bahan Baku: Pemanfaatan SDA tanaman obat lokal masih kurang, Budidaya tanaman obat belum berkembang/belum menjadi prioritas, Penanganan pasca panen kurang tepat, Terbatasnya dukungan IPTEK, Kualitas & kuantitas kandungan tanaman obat produksi dalam negeri, Ketersediaan vs kebutuhan bahan baku tidak seimbang, Harga bahan baku kurang bersaing dengan bahan baku impor.

Riset & Pengembangan: Kapasitas dan kompetensi riset, Kemampuan pengembangan menuju proses penciptaan berbasis iptek; Jaringan kelembagaan dan peneliti di ranah lokal, regional, dan global. Produktivitas dan relevansi litbang nasional untuk menjawab kebutuhan teknologi masyarakat. Sosialisasi/publikasi riset masih terbatas. Pendayagunaan riset dan pengembangan nasional untuk penciptaan nilai tambah pada sumberdaya alam dan produk inovasi nasional dalam rangka meningkatkan daya saing ekonomi. Intelectual Property Right kurang dipertimbangkan.

Kemampuan & Kapasitas Industri: Pengetahuan dan kemampuan SDM masih kurang dalam hal : pemahaman regulasi, kemampuan teknis, penguasanan teknologi, kewirausahaan, manajemen, kreativitas dan inovasi. Kesadaran SDM dalam mengurus perizinan masih rendah. Jumlah SDM maupun Kemampuan promosi kurang. Kemampuan akses teknologi informasi masih rendah. Modal perluasan usaha minim. Akses pembiayaan kurang.

Keamanan, mutu & khasiat: Hasil pengawasan premarket: penolakan berkas tidak memenuhi persyaratan regulasi. Hasil pengawasan post-market obat tradisional menunjukkan masih masih dijumpai: - Produk TMS - Sarana produksi TMK - Iklan dan Penandaan TMK. Isu keamanan produk terkait efek samping (pharmacovigillance).

Pemanfaatan pada Yankes: Pemanfaatan produk obat tradisional untuk tujuan pengobatan masih menghadapi tantangan ilmiah terutama dari praktisi klinik berlatar belakang pendidikan kedokteran konvensional: (1) manfaat bagi tubuh, (2) bagaimana cara kerja, (3) dosis penggunaan, (4) keamanan bagi pasien dan (5) bukti klinik. Integrasi pengobatan tradisional berbasis bahan alam ke dalam sistem JKN masih terkendala akibat: (1) Regulasi Fornas belum memasukkan obat tradisional, (2) Lambatnya perkembangan fitofarmaka.

Regulasi & Kebijakan: Kebutuhan untuk terobosan kebijakandan regulasi yang : a. mendorong pengembangan obat tradisional b. mendukung iklim usaha yang kondusif bagi sektor industri, utamanya bagi UMKM c. senantiasa harmonis dengan perkembangan IPTEK d. senantiasa harmonis dengan kebijakan internasional.

Simak serial Rakerda GP. Jamu Jawa Tengah, hanya di media online khusus herbal www.herba-indonesia.com. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait