Serial 3-FGD Obat Tradisional: Realisasikan Road Map Jamu
Tanggal Posting : Kamis, 3 Mei 2018 | 02:22
Liputan : Redaksi - Dibaca : 233 Kali
Serial 3-FGD Obat Tradisional: Realisasikan Road Map Jamu
Putri Kuswisnu Wardani saat menghadiri FGD Obat Tradisional Badan POM, 30 April 2018, di Jakarta, dan Bersama Kepala Badan POM, Penny Kusumastuti Lukito pada kegiatan di perusahaannya.

HerbaIndonesia.Com. Kepala Badan POM RI., Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP. memimpin langsung Focus Group Discussion (FGD) ‘Pengembangan UMKM Obat Tradisional’, pada Senin, 30 April 2018, di Jakarta.

Tampak hadir sejumlah pengusaha jamu nasional, antara lain: Jaya Suprana, Putri Kuswisnu Wardani, Irwan Hidayat, Charles Saerang dan stakeholders obat tradisional lintas sektoral lainnya.

Didampingi Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Dra. Rr. Maya Gustina Andarini, Apt., M.Sc, dan sejumlah pejabat Badan POM lainnya, FGD dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Minum Jamu Bersama oleh seluruh Peserta FGD.

Selanjutnya Kepala Badan POM memberikan kesempatan kepada para narasumber untuk menyampaikan paparan dan usulannya. Dilanjutnya oleh para penanggap.

CEO PT. Mustika Ratu, Tbk. Putri Kuswisnu Wardani yang ikut hadir pada FGD tersebut, dalam wawancara terpisah dengan Redaksi HerbaIndonesia.Com menjelaskan bahwa sudah ada road map Jamu di Kadin. Untuk itu, Ketua GP. Jamu sebaiknya mendorong untuk merealisasikannya. "Dan apabila ada modifikasi yang diperlukan, ya tentu harus disesuaikan lagi sesuai tantangan pada saat ini," ungkapnya.

Berikut ini, pendapat Putri Kuswisnu Wardani menjawab pertanyaan Redaksi HerbaIndonesia.Com:

"Pertama, kata Jamu-Indonesia harus menyatu. Jamu itu berarti perawatan kesehatan tradisional yang berasal dari Indonesia.

Kedua, sebaiknya secara legalitas juga didaftarkan ke UNESCO sebagai Indonesia Heritage, seperti Batik dan Tenun.

Ketiga, kita bisa promosikan secara sinergi dengan Wonderful Indonesia. Karena 65% turis asing yang datang ke Indonesia tertarik karena unsur budayanya.

Di China & India yang perawatan kesehatan tradisionalnya maju, dimulai dari memasukkan unsur pendidikannya ke kurikulum pendidikan formal. Baik di pendidikan dasar, menengah, maupun perguruan tinggi.

Saya sudah mengusulkan kepada Ibu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani. Sudah beberapa perguruan tinggi merealisasikannya.

Saya dan Ibu Puan Maharani juga sudah pernah roadshow di Jawa Tengah dan Jawa Barat untuk menyumbangkan tanaman-tanaman jamu ke sekolah-sekolah menengah, untuk ditanam di pekarangan dan untuk memperkenalkan tanaman jamu dan khasiatnya.

Hal-hal yang medesak dibenahi agar herbal Indonesia mampu menembus pasar ekpsor dan berjaya di negara sendiri adalah:

Pertama, memperkenalkan dan mensosialisasikannya ke luar negeri. Kedua, menstandarkan kualitas jamu, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi hingga tampilan produk jadinya, supaya sesuai dengan selera konsumen masa kini."

Simak serial berita FGD ‘Pengembangan UMKM Obat Tradisional’ hanya di media online khusus herba Indonesia- www.herba-indonesia.com Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait