Serial 2- Rakerda GP. Jamu Jateng: Kebijakan Pengembangan Obat Tradisional
Tanggal Posting : Rabu, 16 Mei 2018 | 08:02
Liputan : Redaksi - Dibaca : 183 Kali
Serial 2- Rakerda GP. Jamu Jateng: Kebijakan Pengembangan Obat Tradisional
Dra. Maya Gustina Andarini, Apt, M.Sc. (Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI.) sebagai narasumber pada Rakerda GP. Jamu Jateng

HerbaIndonesia.Com. Pengurus Daerah GP. Jamu Jawa Tengah mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan tema ‘Dinamika Pengembangan Jamu Jawa Tengah di Era Digital’ dengan menampilkan berbagai nara sumber yang kompeten untuk mencari terobosan di era milenial ini, pada 8 Mei 2018, di Semarang, Jawa Tengah.

Tampil sebagai narasumber, antara lain:

  • Sambutan Ketua DPP GP. Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman, SE., MH., dengan tema: "Dinamika Pengembangan Jamu Era Digital"
  • Dra. Maya Gustina Andarini, Apt, M.Sc. (Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI.), dengan makalah berjudul: "Kebijakan Pengembangan Industri Obat Tradisional di Indonesia".
  • Prof. Dr. Dr. Agus Purwadianto, DFM., SH., M.Si. Sp.F (K). (Pokjanas Kestrad/Saintifikasi Jamu, Dewan Penasehat PPKESTRAKI) dengan makalah berjudul: "Dinamika Pengembangan Jamu Era Digital"
  • Gati Wibawaningsih, S.Teks, M.A. (Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Kementrian Perindustrian) dengan makalah berjudul: "Kesiapan Industri Jamu dalam Menghadapi Era Digitalisasi (e Commerce)."

Berikut ini, Bagian 1- paparan materi oleh Dra. Maya Gustina Andarini, Apt, M.Sc. (Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI.):

"Kebijakan Pengembangan Industri Obat Tradisional di Indonesia. Akan dijelaskan pokok bahasan, berikut ini:

1.Potensi Obat Bahan Alam Indonesia, 2. Sistem Pengawasan Obat dan Makanan, 3. Profil Industri Obat Tradisional, 4. Regulasi di Bidang Obat Tradisional, 5. Kebijakan Pengembangan Industri Obat Tradisional.

Potensi Obat bahan Alam Indonesia sangat besar. Indonesia is One of 17 Megadiverse Countries in the World. 16% of the world’s reptiles. 12% of the world’s mammals species. 270 species of amphibians. 10% of the world flowering plant species. 25% of the world’s fish species.

Genetic Resources, Keanekaragaman hayati >30.000 spesies tanaman, menempatkan Indonesia ke-5 BESAR NEGARA MEGA BIODIVERSITAS (LIPI, 2015).

Traditional Knowledge, Ristoja menghimpun informasi RAMUAN 25.821, TUMBUHAN OBAT 2.670 SPESIES tersebar pada 303 etnis di 24 propinsi (Laporan Ristoja B2P2TOOT, 2015).

Herbal Medicines Product, <5.000 SIMPLISIA telah digunakan dalam produk obat tradisional. Jumlah NIE OBAT TRADISIONAL sampai dengan Maret 2018 sebanyak 10.394. (Data base Badan POM).

Pendekatan Potensi berdasarkan: Pangan dan Empiris Pengobatan Tradisional. Pendektana Potensi Berdasarkan Studi Saintifik : Farmakologi dan Fitokimia

Dalam obat konvensional, 50-60% produk farmaseutikal mengandung bahan alam atau hasil sintesisnya; 10-25% obat resep mengandung 1 atau lebih kandungan dari bahan alam tumbuhan. (Sumber: Cameron et al. Linking medicinal/nutraceutical products research with commercialization. Pharm Biol 2005;43:425-433.).

Peran Strategis Bahan Alam: 1.Teknologi. Mendukung perkembangan dan peningkatan penguasaan teknologi, khususnya di bidang obat bahan alam/ obat tradisional. 2.Kesehatan: Meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, Paradigma jamu mudah diperoleh, murah dan minimal menimbulkan efek samping, 3.Ekonomi: Industri padat karya salah satu penggerak roda ekonomi di Indonesia, Profil industri OT Indonesia 87,2% adalah UMKM, 4.Budaya Sosial & Budaya: Bukti kearifan lokal warisan budaya bangsa Indonesia, Mendukung kesetaraan gender."

Simak serial Rakerda GP. Jamu Jawa Tengah, hanya di media online khusus herbal www.herba-indonesia.com. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait