Serial 2-FGD Obat Tradisional: Jamu Adalah Karya Besar Kebudayaan Indonesia
Tanggal Posting : Rabu, 2 Mei 2018 | 08:25
Liputan : Redaksi - Dibaca : 387 Kali
Serial 2-FGD Obat Tradisional: Jamu Adalah Karya Besar Kebudayaan Indonesia
Kepala Badan POM, Penny K. Lukito menyerahkan buku: Mempertajam Taji Badan POM, Satu Tahun Perubahan dan Kinerja Badan POM, kepada Jaya Suprana, saat FGD Obat Tradisional, 30 April 2018 di Jakarta

HerbaIndonesia.Com. Kepala Badan POM RI., Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP. memimpin langsung Focus Group Discussion (FGD) ‘Pengembangan UMKM Obat Tradisional’, pada Senin, 30 April 2018, di Jakarta.

Tampak hadir sejumlah pengusaha jamu nasional, antara lain: Jaya Suprana, Putri Kuswisnu Wardani, Irwan Hidayat, Charles Saerang dan stakeholders obat tradisional lintas sektoral lainnya.

Didampingi Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Dra. Rr. Maya Gustina Andarini, Apt., M.Sc, dan sejumlah pejabat Badan POM lainnya, FGD dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Minum Jamu Bersama oleh seluruh Peserta FGD.

Selanjutnya Kepala Badan POM memberikan kesempatan kepada para narasumber untuk menyampaikan paparan dan usulannya. Dilanjutnya oleh para penanggap.

Diantara narasumber yang tampil adalah Jaya Suprana (PT Jamu Jago)- terlihat paling antusias dengan ciri khasnya saat menyampaikan pendapat, sehingga sering mendapat tepuk tangan meriah dari para hadirin.

Dengan nada intonasi yang tegas, Jaya Suprana mengatakan; "Ini wajib tidak bisa di tawar. Jamu dan pengobatan nusantara merupakan mahakarya kebudayaan bangsa Indonesia dan tidak ada duanya. Maka dengan penuh kesungguhan hati, kami atas nama bangsa Indonesia, agar pemerintah seperti Badan POM dan Kementerian Kesehatan memperhatikan UMKM Jamu Indonesia," ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Berikut ini, pernyataan Jaya Suprana- yang penuh semangat memberikan dukungan untuk kemajuan Jamu di Indonesia:

"Terimakasih ibu. Saya merasa terhormat, karena saya dianggap sebagai pejuang jamu. Saya tidak berani mengatakan diri saya sebagai pejuang jamu. Karena saya sudah pensiun. Karena usaha saya sudah dipegang oleh generasi yang lain. Saya akan bicara sebagai rakyat Indonesia.

Begini Ibu. Saya tidak pernah lupa kepada Proklamator Kemerdekaan Indonesia yaitu Bung Hatta. Bung Hatta pernah menyatakan bahwa beliau sangat tidak setuju dengan istilah Pemerintah. Pendapat saya, mengapa bisa disebut pemerintah?

Padahal pemerintah dipilih oleh rakyat, sedangkan kata pemerintah sendiri dari unsur kata perintah. Padahal kata perintah itu hanya boleh digunakan kepada atasan terhadap bawahannya.

Tetapi kalau demokrasi, pemerintah tidak boleh menyuruh-menyuruh rakyatnya, karena pemerintah sudah dipilih oleh rakyat dan seharusnya mengabdi untuk rakyatnya.

Ternyata keinginan Bung Hatta ini terkabul. Karena di dalam ruangan ini, pemerintah bertugas sebagai abdi masyarakat. Dan dari acara ini, pemerintah membuka diri terhadap masyarakat, apa yang diinginkan rakyat.

Berbicaranya saya disini, karena saya ‘dijerumuskan’ oleh kawan-kawan saya yang tidak berani untuk mengajukan saran atau pesan. Baik hari ini, kita fokus terhadap Seminar FGD dalam pengembangan UMKM, hal tersebut bertujuan terhadap UMKM kecil agar dibantu.

UMKM harus selalu dibantu oleh pihak-pihak yang terkait, terlebih lagi industri yang sudah maju. Sistem satu atap dalam hal perizinan yang diterapkan di Yogyakarta, ada baiknya pelayanan sistem satu atap dilakukan di Pusat.

Bahwasannya Kepala Badan POM menganut aliran, bahwa segala sesuatu itu bisa dikerjakan, tanpa harus dipersulit.

Dan sebagai akhir kata, saya sebagai rakyat Indonesia, sesuai proklamasi bangsa Indonesia bahwa bangsa Indonesia harus menjunjung tinggi kedaulatan dan kebudayaan bangsa Indonesia.

Ini wajib tidak bisa di tawar. Jamu dan pengobatan nusantara merupakan mahakarya kebudayaan bangsa Indonesia dan tidak ada duanya. Maka dengan penuh kesungguhan hati, kami atas nama bangsa Indonesia, agar pemerintah seperti Badan POM dan Kementerian Kesehatan memperhatikan UMKM Jamu Indonesia."

Simak serial berita FGD ‘Pengembangan UMKM Obat Tradisional’ hanya di media online khusus herba Indonesia- www.herba-indonesia.com Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait