Serial 1: Kepala BPOM Pimpin FGD Pengembangan UMKM Obat Tradisional
Tanggal Posting : Selasa, 1 Mei 2018 | 13:38
Liputan : Redaksi - Dibaca : 591 Kali
Serial 1: Kepala BPOM Pimpin FGD Pengembangan UMKM Obat Tradisional
Badan POM melakukan langkah-langkah strategis memajukan Jamu Indonesia dengan melibatkan lintas sektoral dan para stakeholders melakukan FGD pada 30 April 2018, di Jakarta

HerbaIndonesia.Com. Kepala Badan POM RI., Dr. Ir. Penny Kusumastuti Lukito, MCP. memimpin langsung Focus Group Discussion (FGD) ‘Pengembangan UMKM Obat Tradisional’, pada Senin, 30 April 2018, di Jakarta.

Tampak hadir sejumlah pengusaha jamu nasional, antara lain: Jaya Suprana, Putri Kuswisnu Wardani, Irwan Hidayat, Charles Saerang dan stakeholders obat tradisional lintas sektoral lainnya.

Didampingi Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Dra. Rr. Maya Gustina Andarini, Apt., M.Sc, dan sejumlah pejabat Badan POM lainnya, FGD dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Minum Jamu Bersama oleh seluruh Peserta FGD.

Diawal arahannya, Penny Kusumastuti Lukito yang memaparkan potensi pasar global dengan mengacu pada Instruksi Presiden RI. No.6 Tahun 2016, tentang ‘Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan’, untuk mendorong tumbuhnya UMKM Obat Tradisional, yang menghasilkan produk yang aman, berkhasiat dan bermutu.

Berikut ini arahan dan sambutan Kepala Badan POM, saat memimpin FGD:

"Alhamdulillah pada kali ini kita bisa berkumpul bersama, harapan saya bisa berkomunikasi, bersama-sama menyatukan aspirasi dan komitmen. Saya sangat berterima kasih kepada Ibu- Bapak yang telah memperjuangkan jamu menjadi produk kebanggaan kita semua. Jamu secara pribadi adalah menjadi bagian dari hidup saya, karena dari kecil saya minum jamu.

Komitmen saya, bersama Badan POM untuk memajukan dan melestarikan jamu. Beberapa saat kemarin, agar selalu melakukan perubahan, agar industri jamu menjadi pilihan masyarakat. Dan kemudian, kami melakukan berbagai cara dalam mengedukasikan kepada masyarakat.

Dalam perjalanan kami ke India, kami melihat bahwa industri dalam negeri kita bisa digerakkan dan dijalankan dengan sebaik mungkin. Saya melihat, bahwa peran lintas sektor sangat penting, karena tidak mungkin jamu bisa berjalan sendiri. Tapi juga peran yang terintegrasi aspek akademis, institusi, dan universitas mempunyai peran untuk menghasilkan, menciptakan, dan mengembangkan industri jamu ini.

Kemudian yang kedua adalah industri UMKM yang bisa tumbuh dengan didorong dari pemerintah dengan cara mengikuti tahapan-tahapan yang ada, agar industri-industri UMKM dapat bersaing dengan Industri yang lebih besar. Industri dan pemerintah agar semua bersinergi. Kedepan kita sama-sama bertindak sesuai kebijakan masing-masing.

Dan kita harus sesuaikan kondisi yang ada dilapangan, agar bisa bersama-sama menuju kesepakatan dalam hal jamu. Langkah kedepan, kita akan membuat kelompok kerja, agar ada pengedukasian dalam pengembangan jamu. Harapan BPOM, semoga Jamu bisa dihargai dan berkembang di negara sendiri."

Pemateri & Penanggap
FGD dengan tema "UMKM Obat Tradisional sebagai Penggerak Ekonomi Rakyat," diharapkan dapat memberikan terobosan dalam pengembangan Obat Tradisional di masa mendatang.

Usai memberikan arahan dan pembukaan, Penny Kusumastuti Lukito mempersilahkan para narasumber menyampaikan materi secara singkat, antara lain:

Jaya Suprana (PT Jamu Jago) tentang ‘Tantangan dan Kendala UMKM Obat Tradisional’, Gati Wibawaningsih (Kemenperin) tentang ‘Program Prioritas Pengembangan UMKM Obat Tradisional’, dari Kemen KUKM tentang ‘Dukungan Pemodalan bagi UMKM Obat Tradisional’, dari LIPI tentang ‘Hilirisasi Hasil Penelitian Obat Tradisional’ dan dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta tentang ‘Kebijakan Penerbitan Izin Usaha Obat Tradisional di DI Yogyakarta.’

Sedang Penanggap antara lain dari: Kemenkes tentang ‘Perizinan Industri Obat Tradisional’, Dari Pemda Provinsi DKI Jakarta tentang ‘Kebijakan Zonasi UMKM’, Ketua GP. Jamu, Dwi Rani tentang ‘Pemodalan dan Pemasaran UMKM’, Ketua KOJAI, Moertedjo tentang ‘Pendamping UMKM Obat Tradisional’, Universitas Negeri Papua, Mathelda tentang ‘Pengembangan tanaman lokal sebagai Obat Tradisional.’

Tujuan & Output
TUJUAN FGD: Meningkatkan jumlah UMKM obat tradisional yang memenuhi ketentuan perundang-undangan yang berlaku, Meningkatnya produk obat tradisional yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan, Meningkatkan komitmen pelaku usaha dan lintas sektor (pemerintah daerah dan akedemisi) dalam pengembangan UMKM Obat Tradisional, Meningkatkan daya saing produk obat tradisional dipasar lokal dan global.

OUTPUT FGD: Tersusunnya roadmap strategi pengembangan UMKM Obat Tradisional, Terbentuknya jejaring nasional pengembangan UMKM Obat Tradisional. PENERIMA MANFAAT: UMKM Obat Tradisional, Pemerintah Pusat dan Daerah.

Simak serial berita FGD ‘Pengembangan UMKM Obat Tradisional’ hanya di media online khusus herba Indonesia- www.herba-indonesia.com. Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait