Serial 1- Rakerda GP. Jamu Jateng: Dinamika Pengembangan Jamu Era Digital
Tanggal Posting : Selasa, 15 Mei 2018 | 09:37
Liputan : Redaksi - Dibaca : 146 Kali
Serial 1- Rakerda GP. Jamu Jateng: Dinamika Pengembangan Jamu Era Digital
Rakerda GP. Jamu Jawa Tengah di Semarang, Jawa Tengah, pada 8 Mei 2018, Mengembangkan Jamu Era Digital

HerbaIndonesia.Com. Pengurus Daerah GP. Jamu Jawa Tengah mengadakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dengan tema ‘Dinamika Pengembangan Jamu Jawa Tengah di Era Digital’ dengan menampilkan berbagai nara sumber yang kompeten untuk mencari terobosan di era milenial ini, pada 8 Mei 2018, di Semarang, Jawa Tengah.

Tampil sebagai narasumber, antara lain:

  • Sambutan Ketua DPP GP. Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman, SE., MH., dengan tema: "Pengembangan Jamu Era Ekonomi Baru"
  • Dra. Maya Gustina Andarini, Apt, M.Sc. (Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan POM RI.) dengan makalah berjudul: "Kebijakan Pengembangan Industri Obat Tradisional di Indonesia"
  • Prof. Dr. Dr. Agus Purwadianto, DFM., SH., M.Si. Sp.F (K). (Pokjanas Kestrad/Saintifikasi Jamu, Dewan Penasehat PPKESTRAKI) dengan makalah berjudul: "Dinamika Pengembangan Jamu Era Digital"
  • Gati Wibawaningsih, S.Teks, M.A. (Direktur Jenderal Industri Kecil dan Menengah, Kementrian Perindustrian) dengan makalah berjudul: "Kesiapan Industri Jamu dalam Menghadapi Era Digitalisasi (e Commerce)."

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Pengurus Daerah GP. Jamu Jawa Tengah, Stefanus Handoyo Saputro kepada Redaksi HerbaIndonesia.Com belum lama ini, terkait kegiatan Rakerda GP. Jamu Jawa Tengah.

Acara dibuka oleh PLT Gubernur Jawa Tengah, diwakili oleh Kadisperindag Provinsi Jawa Tengah, Arief Sembodo. Dihadiri para pengusaha Jamu, supplier bahan baku Jamu, dan undangan dari instansi terkait, berjumlah sekitar 150 peserta.

Ketua Panitia Rakerda GP. Jamu Jawa Tengah, Dra. Nanik Muryati, Apt. dalam sambutannya menjelaskan bahwa Rakerda GP. Jamu Jawa Tengah ini dianggap penting untuk dilaksanakan mengingat pengembangan Jamu di Jawa Tengah/Indonesia dengan berbagai permasalahan yang dihadapi saat ini memerlukan penanganan secara terpadu antara pemerintah, pelaku industri, akademisi yang nanti akan dibahas dalam komisi-komisi terkait.

Berikut ini, sambutan lengkap DPP GP. Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman, SE. MH:

"Sungguh saya sangat meghargai rekan-rekan Pengurus Daerah GP.Jamu Jawa Tengah pada Rakerda tahun ini mengambil tema "Dinamika Pengembangan Jamu Jawa Tengah di Era Digital".

Tema ini sungguh sangat kekinian, sehingga memang seluruh angota GP. Jamu harus melakukan perubahan untuk mengikuti era digital, era teknologi informasi.

Tema diatas selaras dengan upaya untuk melestarikan jamu sebagai warisan budaya yang merupakan produk asli Indonesia. Kita melihat dan merasakan, bahwa di era digitalisasi ini, tingkat persaingan bisnis semakin kompetitif, sehingga perlu inovasi dengan melihat perilaku konsumen yang telah berubah.

Dengan membahas "Dinamika Pengembangan Jamu Jawa Tengah di Era Digital," kita dapat melihat kedepan untuk meningkatkan daya saing Indonesia dan dalam pengembangannya perlu kolaborasi Academy, Bussines, Government And Community (ABGC), penguatan struktur industri dari hulu hingga hilir di Bidang Obat Tradisional/Jamu.

Selain secara internal di masing-masing perusahaan anggota, yang harus ikut menyesuaikan perubahan di era digital ini, hal yang juga harus diperhatikan adalah berubahnya perilaku konsumen, yang harus juga diantisipasi oleh kita semua.

Perilaku konsumen di era digital menunjukkan, bahwasannya konsumen zaman now lebih reaktif, menginginkan interaktif dalam mencari informasi. Konsumen juga penuh pertimbangan ketika membeli produk.

Sistem ekonomi dunia, bergerak sangat dinamis. Konsumen kini menjadi epicentrum, menjadi titik sentral, yang mengharapkan kualitas produk yang prima, harga yang efisien, penggunaan teknologi informasi dalam bertraksaksi, kemudahan akses informasi dan transparansi.

Era Ekonomi Baru (New Economy) atau disebut juga Ekonomi Digital (Digital Economy) memicu terjadinya perubahan dalam model dan sistem bisnis. Perubahan ekonomi global itu berdampak luas, baik bagi perusahaan, dan juga pada perilaku konsumen, kebijakan, dan pasar yang juga ikut berubah.

Jika perusahaan ingin dapat bertahan dan terus eksis, maka perusahaan harus memahami perubahan-perubahan yang terjadi. Respon yang cepat dalam menanggapi perubahan ini, akan semakin baik.

Dalam proses produksi, perusahaan harus mencari cara-cara yang lebih efisien agar menghasilkan produk yang semakin berkualitas. Juga memanfaatkan penggunaan saluran (channel) baru dalam pemasaran juga harus dicoba dilakukan.

Semoga dalam Rakerda ini, semua yang terkait dengan perubahan akibat era digital dapat dipetakan dan kemudian dicarikan solusinya. Jika kita bersama-sama, saling membantu, era digital ini, tidak lagi menjadi penghalang atau ancaman, tetapi justru menjadi peluang bagi kita. Maju terus Jamu Indonesia di era digital. Salam sukses bagi kita semua."

Simak serial Rakerda GP. Jamu Jawa Tengah, hanya di media online khusus herbal www.herba-indonesia.com. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait