Sepuluh Referensi Tanaman untuk Penyakit Kanker
Tanggal Posting : Jumat, 5 Oktober 2018 | 09:15
Liputan : Redaksi - Dibaca : 64 Kali
Sepuluh Referensi Tanaman untuk Penyakit Kanker
Melinjo, salah satu dari 10 tanaman untuk penyakit Kanker. Foto: www.republika.co.id

HerbaIndonesia.Com. Kanker menjadi salah satu penyakit yang mematikan. Jumlah penderitanya, di seluruh dunia terus menigkat. Ada 10 tanaman yang direferensikan oleh pakar untuk dapat mengobati kanker.

Berikut ini, berita berjudul: ‘Rekomendasi 10 Tanaman Pelawan Kanker’ yang dimuat di media online: www.republika.co.id:

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Prof I Ketut Adnyana merekomendasikan 10 bahan yang dinilai dapat melawan sel kanker dalam tubuh. Bahan-bahan ini berasal dari tumbuhan herbal yang aman dikonsumsi.

Prof Ketut mengatakan kanker merupakan penyakit yang cukup banyak diderita masyarakat Indonesia.

Pada dasarnya, kanker adalah penyakit akibat pertumbuhan tidak normal dari sel-sel jaringan tubuh yang berubah menjadi sel kanker.

Dalam perkembangannya, sel-sel kanker ini dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya sehingga dapat menyebabkan kematian.

Ada beberapa usaha yang bisa dilakukan untuk melawan kanker yaitu dengan operasi, radiasi, antibody monoclonal, dan kemoterapi. Namun banyak orang yang akhirnya memilih alternatif lain dalam melawan kanker dengan obat herbal.

Prof Ketut menyebutkan ada 10 tanaman yang memiliki potensi sebagai penyembuh kanker. Tanaman-tanaman tersebut sudah teruji secara ilmiah memiliki senyawa aktif yang dapat membunuh sel kanker.

Kesepuluh tanaman tersebut adalah Tapak Dara (Vinca rosea), Taxol (Taxus sp), Lempuyang Wangi (Zingiber zerumbet), Temu Kunci (Boesenbergia pandurata), Melinjo/Tangkil (Gnetum gnemon), Daun Sirsak (Annona muricata), Bawang Tiwai (Eleuthrine americana), Keladi Tikus, biji dari buah Anggur, dan Propolis (dari lebah madu).

"Kesepuluh potensi obat herbal ini telah melalui berbagai uji coba untuk memastikan bahwa obat tersebut benar-benar dapat membunuh sel kanker, yakni melalui uji kandungan senyawa aktif, uji tingkat sel, uji menggunakan hewan percobaan, dan diuji langsung kepada penderita kanker.

Hasilnya, kesepuluh jenis herbal tersebut dapat menekan aktivitas sel kanker dan mendapat testimoni positif dari pasien uji coba," katanya seperti dalam siaran pers, Senin (1/10).

Ia menuturkan salah satu yang sudah banyak digunakan adalah daun sirsak. Saat dibandingkan dengan obat kanker yang standar digunakan, yaitu tamoxifen, senyawa aktif dari daun sirsak ternyata lebih baik untuk menekan sel kanker.

Selain itu, potensi lainnya yang menarik adalah melinjo. Ternyata, biji melinjo memiliki kandungan senyawa aktif yang sangat baik menekan pertumbuhan sel kanker yaitu gnetin C dan trans-resveratrol.

"Bahan ini (melinjo) banyak kita punya di Indonesia, tepatnya biasa kita olah sebagai emping. Jadi budayakanlah makan emping dan sayur lodeh," ujarnya.

Ia mengatakan Indonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa untuk dikembangkan sebagai obat herbal. Menurutnya peluang melimpah, tradisi punya, pengolahan murah, pangsa pasar banyak harus didukung dengan kebijakan pengembangannya.

Ia menegaskan, bahwa perlu ada sumberdaya manusia yang mampu melihat jauh ke depan, sehingga penggunaan obat herbal nanti tidak hanya sebagai alternatif saja, tapi ada regulasi yang jelas mengenai penggunaan obat herbal agar masyarakat tidak lagi tersesatkan oleh informasi kurang benar yang beredar.

"Kami harap melalui hasil ini, FGB-ITB dapat memberikan sesuatu untuk masyarakat, dan tidak ada lagi salah informasi tentang manfaat obat herbal terutama bagi penanganan penyakit kanker," harapnya.

Menurut Prof Ketut, kanker biasanya muncul pada organ yang aktif digunakan pada tubuh manusia dan terpapar oleh faktor luar. Misalnya, paru-paru yang sering terpapar polusi dan asap rokok, prostat yang aktif seiring dengan kegiatan reproduksi laki-laki.

Namun yang paling berisiko adalah kanker kolorektal (kolon=usus besar, rektal=rektum). Hal ini dikarenakan usus kita aktif bekerja ketika kita makan tiga kali sehari. Risiko kanker kolorektal semakin parah jika kita makan makanan yang tidak sehat.

"Semakin sering kita makan makanan tidak sehat, maka akan memicu mutasi sel yang menyebabkan kanker," ungkap Prof Ketut.

Faktor penyebab penyakit kanker yang paling berperan penting adalah faktor keturunan. Selain faktor keturunan, minuman beralkohol dan obesitas juga dapat menambah resiko munculnya kanker.

"Pada dasarnya, semua penyakit ada hubungannya dengan keturunan, termasuk penyakit kanker. Maka dari itu, jujurlah pada keluarga jika memiliki penyakit tertentu," jelas Prof Ketut.

Sumber: https://www.republika.co.id/berita/gaya-hidup/info-sehat/18/10/01/pfwtil328-rekomendasi-10-tanaman-pelawan-kanker. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait