Sehat dengan Taman Obat di Perumahan
Tanggal Posting : Senin, 2 April 2018 | 09:05
Liputan : Redaksi - Dibaca : 283 Kali
Sehat dengan Taman Obat di Perumahan
Apotik Hidup di RT07/RW13 Vila Pertiwi Depok

HerbaIndonesia.Com Banyak cara untuk menduniakan herba Indonesia. Salah satu langkah awalnya adalah menjadikan herba bagian dari budaya hidup sehat bangsa Indonesia. Dengan mengkonsumsinya sebagai langkah preventif merupakan strategi terbaik membangun kesehatan nasional.

Menyediakan tanaman obat disekitar perumahan dapat dijadikan pendekatan awal, agar masyarakat semakin mencintai herbal Indonesia. Dari tanaman obat yang dibudidayakan di lingkungan perumahan, warga sekitar dapat memanfaatkannya untuk obat tradisional.

Taman Obat di Perumahan

Ditengah arus modernisasi gaya hidup, masih banyak tokoh-tokoh masyarakat yang peduli dengan budaya minum obat tradisional dari tanaman obat.

"Di lahan fasum RT07/RW13 ini, kami tanami puluhan tanaman obat yang dapat dimanfaatkan oleh warga kami," kata Wiyono, Koordinator Lingkungan dan Keamanan RW13 Vila Pertiwi, Depok, Jawa Barat- yang juga mantan Ketua RT07/RW13 Vila Pertiwi ini di lahan Apotik Hidup yang berlokasi di Fasum RT07/RW13 Vila Pertiwi, didampingi Ketua RW13, Vila Pertiwi, Karyanto, pada Minggu pagi, 1 April 2018.

Fasum seluas sekitar 100 m2 ini, dulunya ditanami singkong, kemudian oleh warga digagas untuk menjadikannya Apotik Hidup, diharapkan koleksi tanaman obatnya semakin hari semakin banyak, sehingga warga dapat memanfaatkannya untuk pengobatan, Wiyono menambahkan.

Melihat animo warganya di RW13 untuk menjadikan sebagian lahan fasum untuk Apotik Hidup, Karyanto selaku Ketua RW13 Vila Pertiwi sangat mendukung, dan akan menjadikan kegiatan ini untuk dicontoh RT-RT lain di RW13 Vila Pertiwi.

"Kapan-kapan kita adakan minum jamu yang bahannya diambil dari Apotik Hidup ini, agar menjadi bagian dari gaya hidup warga di RW13. Kita sosialisasikan warisan leluhur yang sangat baik untuk gaya hidup sehat dengan kembali ke alam ini," kata Ketua RW13 Vila Pertiwi.

Jika para tokoh masyarakat, peduli untuk memanfaatkan sebagian lahan fasumnya untuk budidaya tanaman obat, kemudian tanaman obat tersebut dimanfaatkan oleh warga untuk menjaga kesehatannya, tentunya, jika model ini dapat dikembangkan secara nasional, maka akan membantu pemerintah di dalam pembangunan kasehatan nasional. (Redaksi HerbaIndonesia.Com)


Kolom Komentar
Berita Terkait