STIKMAH Tobelo Bangun Pabrik Herbal, Produksi Tanaman Khas Halmahera
Tanggal Posting : Kamis, 29 Agustus 2019 | 23:56
Liputan : Redaksi - Dibaca : 32 Kali
STIKMAH Tobelo Bangun Pabrik Herbal, Produksi Tanaman Khas Halmahera
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pabrik Herbalove STIKMAH Tobelo, Halmahera Utara, Kamis, 23 Agustus 2019. Foto: www.indotimur.com

HerbaIndonesia.Com. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makariwo Halmahera (STIKMAH) di Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara (Halut) melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik herbalove, Kamis (23/8/2019).
 
Peletakan batu pertama oleh Asisten I Bupati Halmahera Utara, turut diihadiri Ketua STIKMAH Tobelo, seluruh staf dosen dan beberapa pembicara seminar kesehatan internasional.
 
Ketua STIKMAH Tobelo, dr. Arend L Mapanawang mengatakan, saat ini izin edaran, sementara diurus, jika sudah selesai, maka pada bulan depan Stikmah sudah mulai produksi obat herbalove. "Pada awal produksi kita targetkan sehari 1000 botol," ujar Arend.
 
Menurutnya, bagi mahasiswa yang kuliah di Stikmah akan mendapat uang, karena setiap mahasiswa dikenalkan sistem digital melalui aplikasi android untuk proses pengedaran obat herbalove. "Kita sudah MoU dengan India, kemudian Cina, karena kedua negara menjadi target pemasaran kita," jelasnya.
 
Asisten I Bupati Halmahera Utara E.J. Papilaya mengatakan, herbalove merupakan pengembangan pabrik kesehatan yang sesuai dengan produk-produk atau tanaman lokal di Halmahera Utara. "Itu artinya, bahwa tanaman lokal kita bisa go global. Dengan demikian masyarakat kita terbuka lapangan kerja baik tenaga kerja kebun maupun di pabrik," tandasnya.
 
Selain itu kata Papilaya, mahasiswa bukan hanya mendapat pelajaran di kelas, tapi juga praktek secara langsung di pabrik untuk mempelajari obat herbal. Tumbuhan lokal khas Halmahera bukan hanya tanaman biasa, tapi mempunyai khasiat dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS.
 
"Masyarakat bisa membudidaya tanaman lokal kita, agar bisa dijual langsung ke pabrik herbalove dengan demikian ketersediaan bahan baku selalu ada. Ketika diproduksi menjadi obat herbal akan dipasarkan ke India dan Cina," tuturnya.
 
Dikatakan, produk ini juga agar masyarakat tidak hanya tergantung pada kopra, tapi bisa mengembangkan tanaman lokal lain.
 
Pemda, lanjut Papilaya, sangat mendukung bagi perguruan tinggi yang menyediakan tenaga kerja di Halut maupun keluar daerah lain. "Kami sangat mendukung perguruan tinggi di Halut, termasuk STIKMAH yang tengah mengembangkan produk lokal melalui pabrik herbalove," ungkap Papilaya.
 
Sementara yang menjadi tanaman khas Halmahera yang dikembangkan pabrik Hebalove STIKMAH Tobelo diantaranya, Golobe dan Pangi. Selain kedua jenis tanaman itu, pengembangan juga meliputi makanan khas Halmahera yakni Laor. (Sumber: https://indotimur.com/halut/stikmah-tobelo-bangun-pabrik-herbal-tanaman-khas-halmahera-go-global). Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait