Rapat Konsolidasi Organisasi Profesi Pengobatan Tradisional 2018
Tanggal Posting : Rabu, 26 Desember 2018 | 06:44
Liputan : Redaksi - Dibaca : 30 Kali
Rapat Konsolidasi Organisasi Profesi Pengobatan Tradisional 2018
Peserta Rapat Konsolidasi Organisasi Profesi Pengobatan Tradisional 2018

HerbaIndonesia.Com. Para Pengurus Organisasi Profesi Pengobatan Tradisional Indonesia mengadakan Rapat Konsolidasi 2018 yang digelar di Bekasi, Jawa Barat pada 3 Desember 2018 sebagai upaya untuk menginventarisasi berbagai problematika di masing-masing profesi pengobatan tardisional, yang mana kelak akan disampaikan kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Rapat Konsolidasi Organisasi Profesi Pengobatan Tradisional ini sebagai tindak lanjut dari diskusi ringan di WAG Komunitas Pengobatan Tradisional SDM (Sahabat Daun Mas) dan WAG Djamoe Indonesia, yang kemudian diperluas dengan melibatkan berbagai organisasi profesi pengobatan tradisional yang ada.

Pertemuan ini sangat penting, karena masing-masing organisasi profesi pengobatan tradisional memiliki beragam permasalahan yang akan lebih efisien jika diinventarisasikan bersama, kemudian dicarikan solusi terbaik, agar pengobatan tradisional di Indonesia dapat berkembang untuk mendukung pembangunan kesehatan nasional.

Rapat dibuka oleh Ketua Panitia Rapat Konsolidasi Organisasi Profesi Pengobatan Tradisional, Erna Setiyawati, S.E., S.Ag.Kes- yang juga sebagai (Pimpinan Daun Mas).

Erna Setiyawati menjelaskan bahwa Sahabat Daun Mas (SDM) adalah suatu komunitas para pelaku di bidang kesehatan yang terdiri dari praktisi penyehat tradisional, dokter, apoteker, peneliti, mahasiswa, guru, pengusaha dan pelaku kesehatan lainnya yang tergabung dalam organisasi profesi bidang kesehatan.

"Sedangkan Visi SDM adalah Mengharmonikan pelayanan kesehatan yang ada di Indonesia menjadi satu-kesatuan yang terintegrasi dalam rangka menyehatkan masyarakat," Erna Setiyawati menjelaskan.

Rapat Koordinasi dihadiri: PKNI, Pesarsindo, PAP3I, Perchirindo, Body Space Medicane, PPUN, Matastuba, PATEN, Perkeneindo, PPTHMI, Pertabi, PDPKT, MTR, Perlindo, Perzamatera, PAKSI, PDHMI, ADSII, GP. Jamu, LPK/TUK JANAAHA, dan Media Online Jamu: JamuDigital.Com

Sejumlah dokter juga hadir untk menjadi narasumber dan berbagi informasi pada pertemuan tersebut, antara lain: dr. Hardhi Pranata Sp. S, MARS (Ketua Persatuan Dokter Herbal Medik Indonesia), dr. Inggrid Tania, M.Si. Herbal (Ketua II Asosiasi Dokter Saintifikasi Jamu Indonesia), dr. Richard S. (Klinik Saintifikasi Jamu Kampoeng Djamoe Organik Martha Tilaar), dr. Sri Rejeki Endang, dr. Ardhi, dr. Vivi.

Tampak hadir juga Ketua Umum GP. Jamu Indonesia, Dwi Ranny Pertiwi Zarman, SE. MH- yang menyampaikan pengalamannya terkait komunikasi dengan pihak-pihak terkait di pemerintahan. Juga hadir Founder JamuDIgital.Com: Karyanto.

Usai penjelasan Ketua Panitia Rapat Konsilidasi, acara dilanjutkan penjelasan tentang tujuan Rapat Konsolidasi yang disampaikan oleh M.Wuryaning Setyawati, S.Ag.Kes (Pimpinan Mahkota Dewa Indonesia).

Pada kesempatan ini, dijelaskan bahwa hasil dari rapat ini akan disampaikan pada "Dialog Interaktif bersama DIRYANKESTRAD" dengan tema: "Harmonisasi PP 103 Tahun 2014 terhadap Pelayanan Pengobatan Taradisioanl Indonesia, dan Bedah Kasus PP 103 Tahun 2014."

Dialog interaktif yang rencananya akan dilaksanakan di sebuah hotel di Kawasan Bekasi, Jawa Barat ini, diharapkan dihadiri oleh Dr.dr. Ina Rosalina Dadan, Sp. A(K), M.Kes., M.H.Kes. dari Kementerian Kesehatan RI.

Acara selanjutkan adalah review tentang "Kebijakan Pengobatan Tradisional di Indonesia" yang dibawakan oleh dr. Inggrid Tania, M.Si. Herbal, sekaligus memandu diskusi seusasi review disampaikan.

Semua perwakilan yang hadir diberikan kesempatan untuk menyampaikan problematika dari para angggota profesi pengobatan tradisional masing-masing, dan semua materi ini akan disarikan dan akan dijadikan bahan saat "Dialog Interaktif bersama DIRYANKESTRAD Kemenkes RI."

Kegiatan seperti ini, merupakan terobosan untuk mensinergikan para paktisi pengobatan tradisional dengan para pihak terkait, termasuk pihak pemerintah, agar profesi pengobatan tradisional Indonesia dapat terus berkembang untuk berpartisipasi dalam pembangunan kesehatan Nasional. Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait