Ramuan Jamu Saintifik untuk Asam
Tanggal Posting : Minggu, 21 Oktober 2018 | 12:54
Liputan : Redaksi - Dibaca : 26 Kali
Ramuan Jamu Saintifik untuk Asam
Gedung Klinik Saintifikasi Jamu, B2P2TOOT di Tawangmangu, Jawa Tengah.

HerbaIndonesia.Com Klinik Saintifikasi Jamu, Rumah Riset Jamu, Hortus Medicus di Tawangmangu, Jawa Tengah yang dikelola oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, (B2P2TOOT), Kementerian Kesehatan RI. telah memiliki ramuan-ramuan Jamu Saintifik yang diberikan kepada para pasien yang berobat di klinik tersebut.

Dibawah ini, ditampilkan ramuan Jamu Saintifik untuk Asam Urat, Cara Penyiapan, Aturan Minum, dan Peringatan Penggunaan, yang dimuat di buku ‘Tujuh Ramuan Jamu Saintifik, Pemanfaatan Mandiri Oleh Masyarakat’, yang diterbitkan oleh B2P2TOOT, tahun 2016.

Sedangkan, untuk mengetahui tentang Klinik Saintifikasi Jamu, Rumah Riset Jamu, Hortus Medicus B2P2TOOT, Kemenkes RI., berikut ini wawancara khusus dengan Kepala B2P2TOOT, Akhmad Saikhu, SKM, M.Sc.PH. klik di sini:

Ramuan Jamu Saintifik untuk Asam Urat
Asam urat adalah asam yang berbentuk kristal-kristal yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin. Asam urat adalah keadaan dimana terjadi peningkatan kadar asam urat darah di atas normal. Kadar asam urat diatas 7 mg% pada laki-laki dan 6 mg% pada perempuan dipergunakan sebagai batasan hiperurisemia.

Komposisi ramuan Jamu yang digunakan untuk mengatasi Asam Urat untuk penggunaan 1 hari, terdiri dari bahan kering:

  • Herba Tempuyung 6 gram
  • Kayu Secang 15 gram
  • Daun Kepel 9 gram
  • Rimpang Temulawak 9 gram
  • Rimpang Kunyit 9 gram
  • Herba Meniran 9 gram

Keluhan biasanya sudah berkurang setelah minum ramuan selama satu minggu. Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal dianjurkan untuk mengkonsumsi ramuan paling tidak selama satu bulan.

Ramuan Jamu Saintifik Asam Urat

Cara Penyiapan
Untuk memudahkan dalam penyiapan, ramuan dapat dikemas dalam kantung plastik setiap satu hari pemakaian.

  • Rebus 1 liter (5 gelas belimbing) air dalam panci stainless/kendil bertutup, hingga mendidih
  • Setelah mendidih, satu kemasan ramuan Jamu dimasukan ke dalam panci/kendil, kemudian perebusan dilanjutkan selama 15 menit menggunakan api kecil.
  • Panci/kendil diangkat dan didiamkan hingga dingin (suhu ruang) dilanjutkan dengan penyaringan mengunakan saringan teh.

Aturan Minum
Air rebusan diperoleh dibagi menjadi 3 bagian, untuk diminum 3 kali pada hari yang sama yaitu pagi, siang dan malam.

Peringatan Penggunaan

  • Ramuan jamu asam urat tidak boleh diminum ketika pada keadaan yang sangat nyeri. Dapat diberikan jika kondisi sudah stabil yaitu pasien merasakan nyeri ringan (asam urat masih lebih dari normal). Jika kadar asam urat lebih dari 10 mg% sebaiknya konsumsi jamu asam urat dikombinasi dengan pengobatan medis yang terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter.
  • Pengguna pada ibu hamil dan menyusui tidak dianjurkan. Selama minum jamu asam urat ini kemungkinan ada efek yang tidak diinginkan yang timbul seperti mual, rasa pahit, atau banyak buang air kecil.
  • Jika sudah lebih dari satu bulan kadar asam urat tidak mengalami penurunan atau timbul keluhan nyeri yang sangat segera berkonsultasi dengan dokter. (Sumber: Buku "Tujuh Ramuan Jamu Saintifik, Pemanfaatan Mandiri Oleh Masyarakat", Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta, 2016, Hal. 1-3). Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait