Rakor Satuan Tugas Percepatan Pengembangan Fitofarmaka 2019
Tanggal Posting : Sabtu, 17 Agustus 2019 | 23:46
Liputan : Redaksi - Dibaca : 18 Kali
Rakor Satuan Tugas Percepatan Pengembangan Fitofarmaka 2019
Kepala Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Akhmad Saikhu, M.Sc.PH. pada Rakor Satuan Tugas Percepatan Pengembangan Fitofarmaka 2019.

HerbaIndonesia.Com. Balai Besar Penelitiaan dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) menggelar Rakor anggota Satuan Tugas Percepatan Pengembangan Fitofarmaka Bidang Uji Preklinik dan Uji Klinik membahas rencana Penelitian yang akan dilakukan oleh B2P2TOOT sebagai upaya hilirisasi dari hasil Penelitian Saintifikasi Jamu.

Kepala Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Akhmad Saikhu, M.Sc.PH. menjelaskan bahwa Roadmap Percepatan Pengembangan Fitofarmaka tidak dapat dilakukan sendiri, dan perlu kolaborasi dari para stakeholders yang meliputi unsur dari Pemerintah, Akademisi, Pelaku bisnis dan Komunitas. "Komunitas disini dapat dari pihak dokter spesialis dibidangnya sebagai pelaksana uji klinik," jelas Akhmad Saikhu kepada Redaksi JamuDigital.Com pada Kamis, 15 Agustus 2019.

Rakor anggota Satuan Tugas Percepatan Pengembangan Fitofarmaka Bidang Uji Preklinik dan Uji Klinik tahun 2019 ini dilaksanakan pada tanggal 14-16 Agustus 2019 di Jakarta. Pada Rakor ini dilakukan pembahasan dan diskusi dengan mengundang narasumber dari satuan kerja Badan Litbang Kesehatan, Ditjen Farmasi dan Alat Kesehatan, BPOM, Komisi Etik Balitbangkes, Komisi Saintifikasi Jamu Nasional, Lembaga Penelitian/Perguruan Tinggi, Industri dan Peneliti.

Rakor ini bertujuan untuk sinkronisasi kegiatan penelitian mencakup uji praklinik dan uji klinik jamu saintifik dalam upaya menuju pengembangan fitofarmaka. Penelitian yang dibahas merupakan penelitian yang akan dilakukan oleh Badan Litbang Kesehatan cq. Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT). Pada Rakor ini, juga mengundang Industri dengan tujuan melibatkan industri sejak awal, sehingga mempermudah hilirisasi hasil penelitian. Redaksi HerbaIndonesia.Com.

Keterangan Foto: Suasana peserta pada saat Rakor Satuan Tugas Percepatan Pengembangan Fitofarmaka 2019.

lucie dan liiana


Kolom Komentar
Berita Terkait