RTD Susun Rekomendasi: Kratom, Konservasi Tumbuhan Obat dan Kader Jamu
Tanggal Posting : Kamis, 11 Juli 2019 | 00:11
Liputan : Redaksi - Dibaca : 135 Kali
RTD Susun Rekomendasi: Kratom, Konservasi Tumbuhan Obat dan Kader Jamu
Peserta RTD untuk menyusun Rekomendasi tentang Kratom, Konservasi Tumbuhan Obat dan Pemberdayaan Kader Jamu, di Surakarta pada Rabu, 10 Juli 2019.

HerbaIndonesia.Com. Upaya-upaya strategis untuk mengembangkan Jamu menjadi produk unggulan terus dilalukan. Kegiatan Round Table Discussion (RTD) dalam Rangka Menyusun Naskah Rekomendasi Kajian Kratom, Konservasi Tumbuhan Obat dan Pemberdayaan Kader Jamu dilaksanankan di Surakarta selama tiga hari.

Menurut Kepala B2P2TOOT (Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional), Akhmad Saikhu, SKM, M.Sc.PH. kegiatan tersebut dihadiri peserta dari lintas sektor, seperti: BNN, Kemenko PMK, Bea Cukai, Puslabfor Polri, Kemenkes, Kemenhut, Pemerintah Daerah Kalimantan Barat, Universitas, Pengusaha, Aspetri, Pakar dan peneliti dari B2P2TOOT.

"Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini, dibagi dalam tiga kelas yang berbeda yaitu: Kelas Kajian Kratom, Kelas Pemberdayaan Masyarakat, dan Kelas Pembinaan Hattra untuk konservasi Tumbuhan Obat," kata Kepala B2P2TOOT, Akhmad Saikhu, kepada Redaksi JamuDigital, pada Rabu, 10 Juli 2019.

Melalui kegiatan ini, lanjut Akhmad Saikhu, diharapkan terjaring banyak informasi tentang masing-masing topik diskusi serta tersusun draft naskah rekomendasi dari diskusi tersebut.

Kajian kratom difokuskan pada aspek kesehatan, sosial ekonomi dan ekologi baik potensi maupun dampak dampaknya. Pertemuan tersebut merupakan salah satu metode dalam menggali informasi seluas-luasnya dari berbagai pihak untuk memberikan gambaran yang komprehensif sebagai masukan kepada Kementerian Kesehatan. Masih ada putaran diskusi lanjutan, termasuk konfirmasi lapangan untuk validasi informasi yang didapat pada saat RTD.

"Naskah rekomendasi akan disusun dalam bentuk buku, ditargetkan bulan September 2019 ini sudah dapat disampaikan kepada Menteri Kesehatan," jelas Akhmad Saikhu menambahkan. Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait