Purwoceng Sebagai Afrosidiak
Tanggal Posting : Sabtu, 16 Juni 2018 | 05:49
Liputan : Redaksi - Dibaca : 111 Kali
Purwoceng Sebagai Afrosidiak
Purwoceng Sebagai Afrosidiak

HerbaIndonesia.Com. Tanaman Purwoceng merupakan tanaman asli Indonesia, tumbuh secara endemis hanya di beberapa daerah saja antara lain di pegunungan Dieng Jawa Tengah, Gunung Gede Pangrango Jawa Barat, dan area Gunung Bromo di Jawa Timur.

Namun saat ini hanya ditemukan di Dataran Tinggi Dieng dan sudah dinyatakan genting akibat erosi genetik yang terjadi secara besar-besaran.

Purwoceng merupakan tanaman terna yang hampir menutupi tanah, tidak berbatang, hanya pokok akar dimana daun dan tuntas.

Daun majemuk, menyirip ganjil, tangkai silindris, masif, panjang daun 5-30 cm, berwarna hijau atau ungu, anak daun berbentuk bulat atau bulat telur, tepi beringgit, panjang 1-4 cm, lebar 1-3 cm, berwarna hijau.

Bunga majemuk, bentuk payung, kelopak kecil, berwarna hijau atau putih kehijauan, mahkota berbagi 5, kecil, berwarna putih.

Buah berupa buah padi, bentuk bulat telur, panjang 1-2 mm, permukaan beralur, berwarna coklat.

Purwoceng telah terkenal digunakan sebagai penambah stamia pria (afrodisiaka), juga sebagai peluruh air seni (diuretik kuat).

Akar purwoceng dinyatakan mengandung senyawa aktif antara lain bergapten, isobergapten dan sphondin yang semuanya termasuk kedalam kelompok furanokumarin.

Akar purwoceng juga dilaporkan mengandung senyawa kumarin, saponin, sterol, alkaloid, dan beberapa senyawa gula (oligosakarida).

Selain itu akar Purwoceng dinyatakan juga mengandung stigmasterol, marmesin, 4-hidroksi kumarin, umbeliferon dan psoralen. (Sumber: "Buku 100 Top Tanaman Obat Indonesia", Kementerian Kesehatan RI, Tawangmangu 2011, hlm. 160) Redaksi HerbaIndonesiaCom


Kolom Komentar
Berita Terkait