Produksi Jamu Segar Warga Dompu NTB Mulai Meningkat
Tanggal Posting : Senin, 1 April 2019 | 03:09
Liputan : Redaksi - Dibaca : 70 Kali
Produksi Jamu Segar Warga Dompu NTB Mulai Meningkat
dr. Rianti Maharani, M.Si bersama warga Dompu NTB yang telah berhasil memproduksi Jamu Segar

HerbaIndonesia.Com. Sejumlah warga yang sudah dibina dan mendapatkan pelatihan, mulai membuahkan hasil dengan meningkatnya penjualan minuman Jamu Segar dan mendapatkan apresiasi dari pihak-pihak terkait.

Itulah buah manis dari kegiatan dr. Rianti Maharani, M.Si, anggota Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI), yang juga Facilitators of Community, Empowerment Programs, Herb Organic Consultant melakukan pembinaan warga untuk mewujudkan penyehat tradisional yang mengaplikasikan ilmu meramu tanaman obat, di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB.

Narasumber yang terlibat pada kegiatan ini adalah tim dari PT. Aliksa Organik Indonesia diantaranya dr. Rianti Maharani, M.Si (Dokter Herbal Medik) dan Erna Setyawati, SE., SAg.Kes (Praktisi Penyehat Tradisional, Wirausahawan Jamu), dr. Ilsya Asti Naraswari (Dokter Saintifikasi Jamu), dan Ir. Alik Sutaryat (Ahli Budidaya Tanaman Organik)- yang bergantian hampir setiap bulan datang ke kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Provinsi NTB untuk membina dan memberikan materi sesuai dengan bidangnya.

Belum lama ini, yaitu pada 25-29 Maret 2019, mereka kembali mengadakan kegiatan di Kecamatan Hu’u, Dompu, NTB.

Berikut ini, testimoni dari warga yang sudah mengikuti pelatihan dan berhasil memproduksi Jamu Segar:

Ibu Syuhada, dari Desa Daha: Setelah belajar herbal saya banyak merasakan manfaatnya diantaranya saya bisa sembuh dari sakit lumpuh yang sudah lama dengan hanya meminum rebusan herbal. Selain untuk diri sendiri saya juga banyak dimintai tolong untuk mengobati orang lain sambil diminta untuk menyediakan obatnya.

Sehingga, saya mendapat penghasilan dari penjualan jamu ramuan yang diajarkan kesaya. Bahkan, saya bisa membiayai kuliah anak saya di Makassar sampai dengan wisuda. Saya bersyukur dapat memiliki ilmu ramuan herbal. Saat ini, saya memiliki pondok TOGA sendiri, sehingga mudah mendapatkan tanaman obat untuk meramu resep bagi masyarakat disekitar yang membutuhkan.

Ibu Lili, dari Desa Hu’u: Manfaat yang dirasakan baik itu untuk diri sendiri maupun kelompok, sampai saat ini sudah dipercaya banyak orang untuk datang berobat meminta resep herbal, selain itu manfaat peningkapan penghasilan kelompok, bahkan ada anggota kelompok yang benarma ibu Nur dapat membiayai kuliahnya dengan hasil yang didapatkan, dan bisa membantu suami untuk membiayai kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Untuk kegiatan produksi kelompok saat ini sudah rutin membuat bebrbagai olahan herbal diantaranya, kahawa tenggokai (kopi rempah penambah stamia ) yang sudah dirasakan manfaat oleh Bapak Bupati, Bapak dan Ibu Dandim, bahkan sampai dikirim ke luar daerah seperti: Bali, Jakarta, dan Kalimantan. Jumlah orderan sampai saat ini kurang lebih omsetnya dari satu produk sekitar Rp. 7 juta.

Selain itu, Nona Lemon (sereh lemon) total omzet Rp. 5 Juta, kunyit asam total omzet Rp. 1 Juta, kalau ditotal omzetnya sudah mencapai Rp. 13 Juta. Sampai saat ini, bertambah aktif produksi kelompok. Selanjutnya kelompok herbal bersama tim dari Puskesmas dipercaya oleh Dinas Kesehatan Kabupaten untuk mewakili lomba TOGA tingkat provinsi NTB. Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait