Percepatan Pengembangan dan Peningkatan Pemanfaatan Fitofarmaka (Seri-3 Terakhir)
Tanggal Posting : Senin, 16 April 2018 | 06:26
Liputan : Redaksi - Dibaca : 151 Kali
Percepatan Pengembangan dan Peningkatan Pemanfaatan Fitofarmaka (Seri-3 Terakhir)
Kepala BPOM RI., Ir. Penny K. Lukito, MCP. Memimpin FGD Percepatan Pengembangan dan Peningkatan Pemanfaatan Fitofarmaka, Kamis, 12 April 2018, di Jakarta.

HerbaIndonesia.Com. Indonesia itu negara terkaya kedua Biodiversitas dunia. Kekayaan alam nusantara tersebut dapat menunjang tersedianya obat herbal fitofarmaka yang teruji secara ilmiah.

Melihat potensi ini, BPOM melaksanakan FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) dengan Kerangka Acuan Percepatan Pengembangan dan Peningkatan Pemanfaatan Fitofarmaka.

FGD yang digelar pada Kamis, 12 April 2018, di Jakarta itu, melibatkan seluruh stakehlolders terkait. Langkah strategis BPOM ini akan sangat mungkin menjadi babak baru untuk produk obat herbal Fitofarmaka Indonesia. Sebuah komitmen yang akan menjadikan kekayaan alam Indonesia sebagai salah satu sumber bahan baku obat di Indonesia.

Dipimpin langsung oleh Kepala Badan POM Republik Indonesia, Ir. Penny K. Lukito, MCP. didampingi sejumlah pejabat tinggi BPOM antara lain, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Dra. Rr. Maya Gustina Andarini, Apt., M.Sc, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropik, Prekursor dan Zat Adiktif, Dra. Nurma Hidayati, Apt., M.Epid, dan sejumlah direktur BPOM. Demikian informasi yang diterima Redaksi HerbaIndonesiaCom pagi ini (Jum’at, 13 April 2018).

Berikut ini Seri-3 Terakhir, Penerima Manfaat, Pembicara dan Penanggap FGD?

Siapa penerima manfaat dari kegiatan FGD BPOM ini?
Penerima manfaat dari kegiatan ini adalah Pelaku Usaha di bidang Obat Tradisional, peneliti, klinisi, Perguruan Tinggi, Kementerian/Lembaga dan masyarakat.

Siapa Pembicara pada FGD?

  • Kementerian Kesehatan (Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Dra. Maura Linda Sitanggang, PhD- Diwakilkan kepada Ibu Sadiah): Judul presentasi "Integrasi fitofarmaka: Strategi Penggunaan Fitofarmaka Dalam Sistem Kesehatan Formal (JKN)".
  • BAPPENAS, Deputi bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat & Kebudayaan (Dr. Ir. Subandi, M.SC): Judul Presentasi "Peluang Investasi Fitofarmaka".
  • BPPT (Deputi Bidang Teknologi, Agrobisnis & Bioteknologi, Dr. Ir. Soni Solistia Wirawan, M.Eng.- Diwakilkan kepada Bapak Imam): Judul Presentasi "Prospek dan kesiapan dukungan penelitian fitofarmaka di Indonesia".

Pembicara Eksternal :

  • PT. Dexa Medica (Direktur Utama PT Dexa Medica, Ir. Ferry Soetikno, MSc., MBA.): Judul Presentasi "Prospek Rencana dan Kendala dalam Pengembangan Fitofarmaka".
  • PT. Phapros (Direktur Produksi, Drs. Syamsul Huda, Apt): Judul Presentasi "Dukungan yang diharapkan dari pemerintah dalam Percepatan Pengembangan Obat Bahan Alam Menuju Fitofarmaka".
  • PT. Kimia Farma (Direktur Pengembangan Bisnis, Drs. Pujianto,Apt., MM.): Judul Presentasi "Kesiapan Industri Dalam Pengembangan Fitofarmaka".

Siapa Penanggap pada FGD ini?

  • Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan)
  • Perguruan Tinggi (Prof. Dr. Suwidjiyo Pramono, DEA, Apt.- Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. H. Dayar Arbain, Apt.- Fakultas Farmasi Universitas Andalas)
  • Badan Koordinasi Penanaman Modal (Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal)
  • BPJS Kesehatan
  • Badan Litbangkes (Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu, Akhmad Saikhu, S.Km., Ph.)
  • Wakil Ketua Komite Nasional Penyusunan Formularium Nasional (Prof. Dr. dr. Rianto Setiabudi, SpFK (K).
  • Ikatan Dokter Indonesia

Apa Fokus FGD ini?

  • Prospek penelitian fitofarmaka yang didukung oleh Kemenristek Dikti
  • Ketersediaan bahan baku terstandar menjadi produk fitofarmaka
  • Peluang investasi untuk percepatan pengembangan fitofarmaka
  • Prospek dan Pengembangan Industri Farmasi Berbasis Obat Bahan Alam di Indonesia

Siapa Peserta FGD ini?
1.Badan Pengawas Obat Dan Makanan
a.Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik
b.Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropik, Prekursor dan Zat Adiktif
c.Direktur Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik
d.Direktur Standardisasi Obat Tradisional, Kosmetik dan Suplemen Kesehatan
e.Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan
f.Direktur Pengawasan Kosmetik
g.Kepala Biro Humas dan Dukungan Strategis Pimpinan
h.Kepala Balai Besar POM di Jakarta
i. Dra. Frida Tri Hadiati, Apt.

2.Kementerian/Lembaga Pemerintah/Dinas
a.Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri, Kemenko Perekonomian
b.Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan, Kemenko PMK
c.Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan, Kemenko PMK
d.Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia
e.Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Ristek Dikti
f.Kepala Badan Litbangkes, Kemenkes
g.Dirjen Perkebunan, Kementerian Pertanian
h.Deputi Bidang Teknologi, Agrobisnis & Bioteknologi, BPPT
i.Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan, BAPPENAS
3.Perwakilan Universitas / Perguruan Tinggi
a.Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
b.Fakultas Farmasi Universitas Indonesia
c.Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya. (Redaksi HerbaIndonesia.Com)


Kolom Komentar
Berita Terkait