Percepatan Pengembangan dan Peningkatan Pemanfaatan Fitofarmaka (Seri-2)
Tanggal Posting : Minggu, 15 April 2018 | 06:34
Liputan : Redaksi - Dibaca : 337 Kali
Percepatan Pengembangan dan Peningkatan Pemanfaatan Fitofarmaka (Seri-2)
Kepala BPOM RI., Ir. Penny K. Lukito, MCP. Memimpin FGD Percepatan Pengembangan dan Peningkatan Pemanfaatan Fitofarmaka, Kamis, 12 April 2018, di Jakarta.

HerbaIndonesia.Com. Indonesia itu negara terkaya kedua Biodiversitas dunia. Kekayaan alam nusantara tersebut dapat menunjang tersedianya obat herbal fitofarmaka yang teruji secara ilmiah.

Melihat potensi ini, BPOM melaksanakan FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) dengan Kerangka Acuan Percepatan Pengembangan dan Peningkatan Pemanfaatan Fitofarmaka.

FGD yang digelar pada Kamis, 12 April 2018, di Jakarta itu, melibatkan seluruh stakehlolders terkait. Langkah strategis BPOM ini akan sangat mungkin menjadi babak baru untuk produk obat herbal Fitofarmaka Indonesia. Sebuah komitmen yang akan menjadikan kekayaan alam Indonesia sebagai salah satu sumber bahan baku obat di Indonesia.

Dipimpin langsung oleh Kepala Badan POM Republik Indonesia, Ir. Penny K. Lukito, MCP. didampingi sejumlah pejabat tinggi BPOM antara lain, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Dra. Rr. Maya Gustina Andarini, Apt., M.Sc, Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropik, Prekursor dan Zat Adiktif, Dra. Nurma Hidayati, Apt., M.Epid, dan sejumlah direktur BPOM. Demikian informasi yang diterima Redaksi HerbaIndonesiaCom pagi ini (Jum’at, 13 April 2018).

Berikut ini Seri-2, Tugas dan Peran BPOM dalam Mendorong Pengembangan Fitofarmaka:

Hingga kini, jumlah fitofarmaka yang telah teregistrasi di Badan POM berjumlah 21 (dua puluh satu) produk. Kendala dalam pengembangan Fitofarmaka antara lain seperti kurang pahamnya pelaku usaha dalam memenuhi data dukung, kurangnya integrasi hasil riset dengan kebutuhan pasar serta belum adanya insentif pemerintah.

Keberadaan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 Tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan merupakan perangkat yang dapat mendorong pengembangan fitofarmaka, dimana Badan POM mempunyai tugas dan peranan:

  1. Memfasilitasi pengembangan obat dalam rangka mendukung akses dan ketersediaan obat untuk masyarakat sebagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan dalam rangka Jaminan Kesehatan Nasional;
  2. Mendukung investasi pada sektor industri farmasi dan alat kesehatan melalui fasilitasi dalam proses sertifikasi fasilitas produksi dan penilaian atau evaluasi obat; dan
  3. Mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi dan standar dalam rangka menjamin keamanan, mutu dan khasiat serta peningkatan daya saing industri farmasi.

Sebagai kelanjutan dari Inpres Nomor 6 Tahun 2016, Kemenkes telah menerbitkan Permenkes Nomor 17 Tahun 2017 tentang Rencana Aksi Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, telah ditetapkan roadmap secara bertahap dengan fokus pada pengembangan bahan baku sediaan farmasi di bidang bahan baku obat kimia, natural, bioteknologi dan vaksin, dengan daftar nama produk yang menjadi prioritas dari tahun 2016 hingga tahun 2025.

Untuk mendukung terlaksananya roadmap rencana aksi Permenkes Nomor 17 Tahun 2017 tersebut di atas, Badan POM merasa perlu untuk menyusun langkah-langkah strategis kerja sama dan keterkaitan riset - kebijakan - industri melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka pemanfaatan bahan baku natural yang telah dihasilkan untuk percepatan pengembangan dan peningkatan pemanfaatan produk fitofarmaka.

Beberapa bahan baku natural tersebut telah diumumkan oleh Kemenristek Dikti untuk dilakukan penelitian hilirisasi oleh perguruan tinggi.

Terkait hal tersebut, untuk dapat menggali permasalahan dan mendapat masukan untuk meraih solusi terkait masalah-masalah diseputar percepatan pengembangan dan peningkatan pemanfaatan produk fitofarmaka perlu dilaksanakan Focus Group Discussion.

Siapa saja sebagai pembicara dan penanggap dalam FGD tersebut?
Ikuti serialnya hanya di HerbaIndonesia.Com!


Kolom Komentar
Berita Terkait