Peran Dokter Percepat Pemanfaatan Herbal di Pelayanan Kesehatan
Tanggal Posting : Rabu, 25 April 2018 | 05:54
Liputan : Redaksi - Dibaca : 402 Kali
Peran Dokter Percepat Pemanfaatan Herbal di Pelayanan Kesehatan
Pelantikan Pengurus Pusat PDUI Periode 2018-2021, di Jakarta pada 21 April 2018.

HerbaIndonesia.Com. Kiprah para dokter yang mendalami herbal dan saintifikasi jamu di Indonesia dapat mempercepat pengembangan herbal di Indonesia, termasuk mempercepat pemanfaatannya digunakan di dalam pelayanan kesehatan formal.

Jumlah dokter saintifikasi jamu, kini sekitar 400 dokter, yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan, dalam Pelantikan Pengurus Pusat PDUI Periode 2018-2021, Pelantikan Pengurus Kolegium Dokter Indonesia Periode 2018-2021, Pembukaan PIT IX & MuKernas PDUI, di dalam susunan kepengurusannya dibentuk Badan Kajian Herbal dan Obat Tradisional.

Mukernas PDUI yang dilaksanakan pada Sabtu, 21 April 2018, di Grand Baliroom Hotel Sheraton Gandaria City, Jakarta Selatan, bertema "Strategi Pengembangan Pelayanan Kesehatan Berbasis Kompetensi Dokter Umum Dalam Menghadapi Universal Health Coverage". Acara ini dibuka, dan memberikan sambutan yaitu Ketua MPR RI., DR. Zulkifli Hasan, SE, MM.

Terpilih sebagai Ketua Umum PP PDUI Periode 2018-2021 yaitu: Dr. Abraham Andi Padlan Patarai, M.Kes. Berdasarkan SURAT KEPUTUSAN PB IDI, Nomor : 02002/PB/A.4/03/2018, Tanggal : 28 Maret 2018: Pengurus Harian: Ketua Umum (Dr. Abraham Andi Padlan Patarai, M.Kes.), Sekertaris Umum (Dr. Ardiyansyah Bahar), Bendahara Umum (Dr. Imelda Datau, MM.)

Sedangkan, Pengurus Badan Kajian Herbal dan Obat Tradisional PP PDUI 2018-2021 adalah: Ketua (Dr. Aldrin Neilwan P. MARS, M.Biomed, M.Kes, SH.), Wakil Ketua (Dr. Hadi Siswoyo, M.Epid.), Anggota (Dr. Inggrid Tania, M.Si, Dr. Albert Santoso, Dr. Suwardi Sukri).

Dr. Inggrid Tania, M.Si. disela-sela Mukernas PDUI 2018 menjelaskan perlunya dukungan dari segenap stakeholders (ABGC) dari hulu hingga hilir. Terutama dukungan regulasi dan pendanaan. Harapan saya, agar herbal dan obat tradisional semakin dikenal para dokter. Dan para dokter dapat memperoleh edukasi mengenai herbal dan obat tradisional.

"Program kerja kami yaitu melakukan berbagai kajian, penelitian, pendidikan tentang herbal dan obat tradisional untuk kalangan dokter, dengan tujuan mempercepat pemanfaatan herbal dan obat tradisional di fasilitas pelayanan kesehatan," demikian ditegaskan Dr. Inggrid Tania khusus kepada HerbaIndonesia.Com.

Definsisi Jamu, OHT dan Fitofarmaka

  • Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut, yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman.
  • Jamu adalah obat tradisional Indonesia.
  • Obat herbal terstandar (OHT) adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan bahan bakunya telah di standarisasi.
  • Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik dan uji klinik, bahan baku dan produk jadinya telah di standarisasi (Dikutip dari PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : HK.00.05.41.1384, 2 Maret 2005). Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait