Peran B2P2TOOT Dalam Melaksanakan dan Mendukung RPJMN 2020-2024
Tanggal Posting : Selasa, 18 Juni 2019 | 00:42
Liputan : Redaksi - Dibaca : 50 Kali
Peran B2P2TOOT Dalam Melaksanakan dan Mendukung RPJMN 2020-2024
Foto peserta Pertemuan Pendampingan Penyusunan Proposal Penelitian Tahun 2020, pada Kamis, 13 Juni 2019 di Solo. Foto: www.b2p2toot.litbang.kemkes.go.id

HerbaIndonesia.Com. Arah kebijakan RPJMN 2020-2024 adalah meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta dengan penekanan pada penguatan pelayanan kesehatan dasar (Primary Health Care) dan peningkatan upaya promotif dan preventif didukung oleh inovasi dan pemanfaatan teknologi.

Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT), Badan Litbang Kesehatan harus turut berperan aktif dalam melaksanakan dan mendukung RPJMN. Setiap tahun B2P2TOOT menganggarkan dana penelitian yang terbagi menjadi beberapa topik, mulai dari eksplorasi tumbuhan obat (penelitian hulu) sampai studi atau observasi klinik obat tradisional (penelitian hilir).

Dalam pelaksanaannya, penelitian tersebut harus dirancang dalam upaya untuk mendukung strategi RPJMN. Dalam rangka menindaklanjuti arahan dari Kepala Badan Litbang Kesehatan, B2P2TOOT telah merancang 6 judul penelitian yang terbagi dalam topik: budidaya tanaman obat, pengembangan obat baru menuju kemandirian bahan baku, studi praklinik, studi klinik, kajian terhadap sediaan ramuan jamu dan kajian tanaman kratom.

Oleh karena itu, perlu dilakukan pembahasan draft proposal penelitian tersebut untuk memperkaya informasi ilmiah, memperkuat metodologi penelitian dan mendapat masukan dari pakar sesuai dengan topik penelitian.

Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk Pertemuan Pendampingan Penyusunan Proposal Penelitian tahun 2020 yang dilaksanakan pada tanggal 13-15 Juni 2019 di Solo. Pada kegiatan ini, selain membahas dan mendiskusikan draft proposal penelitian tahun 2020, juga akan dipaparkan materi mengenai "Penelitian dan Pelaporan Penelitian Kualitatif". Narasumber yang diundang berasal dari Badan Litbang Kesehatan, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Komisi Ahli Malaria dan perguruan tinggi.

Kegiatan ini berupa presentasi dan diskusi antara pakar dan peneliti untuk membahas dan memberi masukan mengenai substansi proposal penelitian, mulai dari latar belakang hingga metodologi penelitian dan diharapkan draft proposal penelitian tahun 2020 siap untuk diajukan ke Sekretariat Badan Litbang Kesehatan. (Sumber: http://www.b2p2toot.litbang.kemkes.go.id/?page=postcont&postid=152&content=Pendampingan+Penyusunan+Proposal+Penelitian+2020). Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait