Pengobatan Tradisional dalam Studi Antropologi Kesehatan dan Fenomena Indonesia
Tanggal Posting : Kamis, 18 April 2019 | 23:20
Liputan : Redaksi - Dibaca : 180 Kali
Pengobatan Tradisional dalam Studi Antropologi Kesehatan dan Fenomena Indonesia
Prof. Dr. Rusmin Tumanggor, MA menyampaikan materi Pengobatan Tradisional dalam Studi Antropologi Kesehatan dan Fenomena Indonesia

HerbaIndonesia.Com. Berikut ini, ringkasan materi Pengobatan Tradisional dalam Studi Antropologi Kesehatan dan Fenomena Indonesia yang disampaikan Prof. Dr. Rusmin Tumanggor, MA. pada acara Penyusunan Batang Tubuh Keilmuan PPUIN di Rumah Diklat Iptek Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Tawangmangu, Jawa Tengah, pada 14 April 2019.

A. Konsepsi Ilmu Pengetahuan
1. Emic (Konsepsi Budaya Masyarakat)
Emic adalah konsepsi ilmu pengetahuan yang bersumber dari pandangan dunia kehidupan (world view) kebudayaan masyarakat wilayah setempat. Dimensi-dimensinya sbb:

a. Label illness (personalistic-penyakit dari agen makhluk halus,magic dan supernatural lainnya" atau naturalistic-penyakit dari faktor alam biasa"):
Sehat, sakit, pengobatan dan penyembuhan didasarkan pada keluhan, gejala (symptom) apa yang dirasakan oleh penderita;

b. Label sickness (personalistic-penyakit dari agen makhluk halus,magic dan supernatural lainnya- atau naturalistic- penyakit dari faktor alam biasa"):

Sehat, sakit, pengobatan dan penyembuhan didasarkan pada pelabelan oleh budaya masyarkat setempat;

c. Historis terjadinya pelabelan, biasanya :
1) Oleh cerdik pandai setempat (local genius), khususnya oleh pengobatn/penyembuh: Dukun, Curandero, Dukun, Datu, Saman, Sandro, Orang Pandai, Tabib, dll.
2) Berdasakan pengalaman warga dan aktivitas praktik pengobatn/ penyembuh.
d. Pelayanan pengobatan umumnya individual.

2. Etic (Konsepsi Akademisi atas dasar diagnose pathologys)
Etic adalah konsepsi ilmu pengetahuan yang berdasarkan pandangan dunia kehidupan (world view) academisi, sbb:

a. Sehat, sakit, pengobatan dnid penyembuhan didasarkan kepada gejala (symptom) - berlanjut dengan penelitin penyebab penyakit (etiology/etitia) melalui alat yang valid dan reliable (laboratorium, rontgen, deteksi electric lainnya) dan pemberian nama penyakit (pathologi), diiringi dengan penelitian terhadap materi alam (tumbuhan, hewan, mineral) termasuk unsur kimia yang relevan sebagai bahan pengobatan mencapai penyembuhan.

b. Pelayanan pengobatan variatif:
1) Mulai dari yang bersifat individual (klinik praktik);
2) Bersifat Massal di siang hari (Puskesmas/Ambulatory public health care)
3) Bersifat Massal Siang-Malam (Rumah Sakit/Hospital/Day-light Care )

B. Unsur Budaya Dan Keterkaitannya Dengan Upaya Kesehatan Masyarakat
1. Kebudayaan
a. Terminologi kebudayaan:
Kebudayaan adalah Idea (Sistem Pengetahuan Persama) yang menjadi dasar melahirkan aktivitas social, serta melahirkan budaya materi (Dalam Jiwa Anggota Masyarakatnya dan di alam biasa). Dari aktivitas tiga pelapisan ini melahirkan tujuh unsur budaya universal, yaitu agama, ilmu pengetahuan, tekhnologi, ekonomi, organisasi social, bahasa dan kominikasi serta kesenian.

b. Skema kebudayaan:
Jika diskemakan terlihat jaringan butir kelengkapan (holistic) dan kaitannya satu sama lainnya (sistemik) dari kebudayaan itu sbb:

2. Upaya Kesehatan Masyarakat

a. Pemenuhan kebutuhan hidup terkait bidang kesehatan (constructif/promotif):

1) Unsur apa saja usaha kesehatan yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari ajaran agama yang mereka anut;

2) Unsur apa saja usaha kesehatan yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari ilmu pengetahuan (knowledge) yang merekamiliki;

3) Unsur apa saja usaha kesehatan yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari peralatan hidup (teknologi) yang mereka ciptakan dan penerimaan hasil inovasi keiluamn akademik;

4) Unsur apa saja usaha kesehatan yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari upaya dapur (ekonomi) yang mereka miliki;

5) Unsur apa saja usaha kesehatan yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari organisasi social (social organization) yang mereka miliki;

6) Unsur apa saja usaha kesehatan yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari bahasa dan komunukasi (language and communication) yang mereka praktikkan.

7) Unsur apa saja usaha kesehatan yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari kekayaan seni (art) yang mereka miliki.

b. Pencegahan agar tidak muncul penyakit (preventif) :

1) Unsur apa saja usaha pencegahan penyakit (preventif) yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari ajaran agama yang mereka anut;

2) Unsur apa saja usaha pencegahan penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari ilmu pengetahuan (knowledge) yang merekamiliki;

3) Unsur apa saja usaha pencegahan penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari peralatan hidup (teknologi) yang mereka ciptakan dan penerimaan hasil inovasi keiluamn akademik;

4) Unsur apa saja usaha pencegahan penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari upaya dapur (ekonomi) yang mereka miliki;

5) Unsur apa saja usaha pencegahan penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari organisasi social (social organization) yang mereka miliki;

6) Unsur apa saja usaha pencegahan penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari bahasa dan komunukasi (language and communication) yang mereka praktikkan.

7) Unsur apa saja usaha pencegahan penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari kekayaan seni (art) yang mereka miliki.

c. Pengobatan /penyembuhan penyakit yang diderita (curative/therapi) :

1) Unsur apa saja usaha pengobatan/penyembuhan penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari ajaran agama yang mereka anut.

2) Unsur apa saja usaha pengobatan/penyembuhan penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari ilmu pengetahuan (knowledge) yang merekamiliki;

3) Unsur apa saja usaha pengobatan/penyembuhan penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari peralatan hidup (teknologi) yang mereka ciptakan dan penerimaan hasil inovasi keiluamn akademik;

4) Unsur apa saja usaha pengobatan/penyembuhan penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari upaya dapur (ekonomi) yang mereka miliki

5) Unsur apa saja usaha pengobatan/penyembuhan penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari organisasi social (social organization) yang mereka miliki;

6) Unsur apa saja usaha pengobatan/penyembuhan penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari bahasa dan komunukasi (language and communication) yang mereka praktikkan.

7) Unsur apa saja usaha pengobatan/penyembuhan penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari kekayaan seni (art) yang mereka miliki.

d. Perawatan Penderita Pasca Pengobatan/Penyembuhan (rehabilitasi) :

1) Unsur apa saja usaha Perawatan Penderita Pasca pengobatan/ penyembuhan penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari ajaran agama yang mereka anut.

2) Unsur apa saja usaha Perawatan Penderita Pasca pengobatan/ penyembuhan penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari ilmu pengetahuan (knowledge) yang merekamiliki;

3) Unsur apa saja usaha Perawatan Penderita Pasca pengobatan/ penyembuhan penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari peralatan hidup (teknologi) yang mereka ciptakan dan penerimaan hasil inovasi keiluamn akademik;

4) Unsur apa saja usaha Perawatan Penderita Pasca pengobatan/ penyembuhan penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari upaya dapur (ekonomi) yang mereka miliki

5) Unsur apa saja usaha Perawatan Penderita Pasca pengobatan/ penyembuhan penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari organisasi social (social organization) yang mereka miliki;

6) Unsur apa saja usaha Perawatan Penderita Pasca pengobatan/ penyembuhan penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari bahasa dan komunukasi (language and communication) yang mereka praktikkan.

7) Unsur apa saja usaha Perawatan Penderita Pasca pengobatan/ penyembuhan penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari kekayaan seni (art) yang mereka miliki.

e. Pengurangan Berat/Derajat Gejala Penyakit (Palliative):

1) Unsur apa saja usaha Pengurangan Berat/Derajat Gejala Penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari ajaran agama yang mereka anut.

2) Unsur apa saja usaha Pengurangan Berat/Derajat Gejala Penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari ilmu pengetahuan (knowledge) yang merekamiliki;

3) Unsur apa saja usaha Pengurangan Berat/Derajat Gejala Penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari peralatan hidup (teknologi) yang mereka ciptakan dan penerimaan hasil inovasi keiluamn akademik;

4) Unsur apa saja usaha Pengurangan Berat/Derajat Gejala Penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari upaya dapur (ekonomi) yang mereka miliki

5) Unsur apa saja usaha Pengurangan Berat/Derajat Gejala Penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari organisasi social (social organization) yang mereka miliki;

6) Unsur apa saja usaha Pengurangan Berat/Derajat Gejala Penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari bahasa dan komunukasi (language and communication) yang mereka praktikkan.

7) Unsur apa saja usaha Pengurangan Berat/Derajat Gejala Penyakit yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari kekayaan seni (art) yang mereka miliki.

f. Pengawetan/Upaya Mempertahankan Kondisi Sehat yang Sudah Membaik (Preservasi):

1) Unsur apa saja usaha Pengawetan/Upaya Mempertahankan Kondisi Sehat Yang Sudah Membaik yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari ajaran agama yang mereka anut.

2) Unsur apa saja usaha Pengawetan/Upaya Mempertahankan Kondisi Sehat Yang Sudah Membaik yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari ilmu pengetahuan (knowledge) yang merekamiliki;

3) Unsur apa saja usaha Pengawetan/Upaya Mempertahankan Kondisi Sehat Yang Sudah Membaik yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari peralatan hidup (teknologi) yang mereka ciptakan dan penerimaan hasil inovasi keiluamn akademik;

4) Unsur apa saja usaha Pengawetan/Upaya Mempertahankan Kondisi Sehat Yang Sudah Membaik yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari upaya dapur (ekonomi) yang mereka miliki

5) Unsur apa saja usaha Pengawetan/Upaya Mempertahankan Kondisi Sehat Yang Sudah Membaik yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari organisasi social (social organization) yang mereka miliki;

6) Unsur apa saja usaha Pengawetan/Upaya Mempertahankan Kondisi Sehat Yang Sudah Membaik yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari bahasa dan komunukasi (language and communication) yang mereka praktikkan.

7) Unsur apa saja usaha Pengawetan/Upaya Mempertahankan Kondisi Sehat Yang Sudah Membaik yang mereka kaitkan dengan nilai (value) dan standar acuan (norm) idea, aktivitas social serta budaya materi dari kekayaan seni (art) yang mereka miliki.

C. Fenomena Perkembangan Penyehatan dan Pengobatan/Penyembuhan di Indonesia:
1. Pegobatan Modern
a. Conventional Medicine
Pengobatan dengan menggunakan ekstrak zat dasar untuk mengobati langsung penyakit dan sumbernya agar sembuh. Obatnya lewat analisa bahan farmasi dibarengi bantuan unsur kimia.
Ini efektif bagi penyakit acute (dadakan seperti diare, trauma kecelakaan spt emergensi patah tulang, bakteri, kemasukan benda asing, dan yang memerlukan perawatan lama diRumah Sakit, dsb).

Negatifnya, setiap penggunaan jenis obat nengandung efek samping (side effect) ke unsur vital lainnya spt ke usus, buah pinggang, jantung, otak, edocrine dan exocrine, dll)

b. Functional Medicine (Pengobatan Perbaikan Fungsi)
Pengobatan lewat pendekatan penggunaan herba dengan pandangan memperbaiki system organ, akan terperbaiki penyakit yang ada. Obatnya lewat analisa herba tanpa campur kimia.
Ini efektif bagi penyakit chronic (menahun) yang lambat atau tidak sembuh dari pengobatan conventional seperti stroke, colestrol, asam urat, hipertensi menahun, dsb). Obatnya tidak berdampak efek samping.

Negatifnya, tidak sesuai bagi penderita yang memerlukan perawatan rumah sakit, penderita penyakit acute, serta tumor dan kanker ganas, dll). Pendekatan functional medisin ini belum terakomodasi dalam system pengobatan konventional di Indonesia, sehingga belum menjadi bahagian system yang terintegrasi atau tersandingkan dengan conventional medicine karena belum terpayungi oleh regulasi sstem kesehatan negara. Hanya saja dibiarkan saja bertumbuh sesuai minat masyarakat pengguna. Resikonya diluar tanggungjawab negara.

c. Akupuncture;
Pengobatan dengan pendekatan totok pada titik-titik yang dipandang sentrum penggetaran dan penyaluran darah yang menyumbat kelancaran sirkulasi lintas unsus organ dan kemudian diharapkan pasien akan sembuh. Juga punya naskah akademis tentang organ, penyakit dan alat jarum tusuk akupunkturnya. Pengobatan ini telah terterima para akademisi konventonal medicine sehingga dapat diintegrasikan dalam pelayanan kesehatan konventional, dengan laglitas regulasi siste kesehatan negara.

d. Integrasi Do’a
Doa bahagian dari ajaran religi (Agama dan system keyakinan spiritual), nampaknya diizinkan mendampingi pengobatan konventional dan juga functional medisini, karena secara fenomenal di prakrik dokter hingga pelayanan di Rumah-Sakit -Rumah Sakit, khususnya Rumah Sakit-Rumah Sakit Swasta, diizinkan bahkan diprogramkan rohaniawan memasuki ruang kamar perawatan pasien inap, juga yang dengan sengaja melakukan doa bersama. Bahkan ada juga Rumah Sakit yang memprogramkan doa bersama di kamar-kamar perawatan pasien ketika perawat lama akan berganti (ship-shipan) dengan perawat yang baru. Berarti pendekatan positivism atas pelayanan penyakit telah melunak dengan pendekatan keyakinan spiritual religi.

2. Pengobatan Tradisional
a. Pemikiran mendalam (Filosofi) atau (world view
1.Manusia ada dan berakhir hidup dari alam biasa dan alam gaib
Alam biasa: Tumbuhan (Hutan, Biota Laut dan Sungai), Hewan (Hutan, Biota Laut dan Sungai), Mineral (Rawa "payao", kulah masjid, Sungai, dan laut, tumbuhan).
Alam gaib: Makhluk halus (Yang baik dan jahat), Arwah leluhur, Dewa, Tuhan.

Komposis tubuh manusia: Cairan (Air dan lendir), Api, Tanah, Besi, Udara /angina.
Penyakit manusia: Ketidakseimbangan takaran (debit) insur alam dalam tubuh manusia karena perilaku adaptasi dan adjustment (penyesuaian atas kondisi alam dan secara social), Kekurangakraban dengan makhluk gaib sehingga timbul kemarahan makhluk gaib tersebut;
Guncangan bencana alam ekstrim (force majeur)

Penanggulangan penyakit
Pengobatan: Menggunakan unsur tumbuhan, Menggunakan unsur hewan, Menggunakan unsur mineral, Mengikutsertakan mantra dan jampi (do’a)

a.Penyembuhan: Manausia yang kesurupan (kemasukan makhluk halus), melalui mantra dan jampi (do’a), Diiringi ranting dan bunga tumbuhan yang dianggap berfungsi mengusir makhluk halus (a.l. bawang putih, daun kelor/merunggai, dikunyahkan daun kecubung?

b.Penderita pasca penyemuhan: Bagi yang sembuh adakan Ritual syukuran /pemutusan upaya penyembuhan, Bagi yang tidak sembuh tapi masih hidup: Disarankan mendatangi pengembuh yang dipandang akan lebih mujarab.

c.Penderita yang akhirnya meninggal: Penyelenggaraan jenazah secara religi, Penghiburan keluarga yang ditinggalkannya

Operasional Sistem pengobatan tradisional
• Penderita mendatangi pengobat (pranata atau person)
• Pengobat mempersilahkan dan menanyakan keluhan tentang penyakit yang dirasakan (sickness)
• Penderita menjelaskan kemudian pengobat menjelaskan nama penyakitnya secara budaya setepat (illness)
• Selanjutnya Pengobat menganjurkan untuk mencari jenis dan macam tumbuhan serta hewan (tidak selalu) serta mineral (cairan) untuk diproses sendiri di rumahnya serta cara menggunakannya
• Bentuk kemudahan lainnya yaitu Pengobat menganjurkan untuk mencari jenis dan macam tumbuhan serta hewan (tidak selalu) serta mineral (cairan) untuk diproses sendiri di rumahnya serta cara menggunakannya . Namun jika tidak sanggup (karena waktu, lingkungan, dll) sehingga terkendala mencari dan mengolah, maka pengobat menawarkan bahan obat yang telah diolahnya.
• Waktu : umumnya memberi waktu 7 hari untuk melihat khasiat obat dan pengambilan kebijakan pengobatan hari berikutnya.

Model Penelitian Pengobatan Tradisional Yang Telah pernah Ada di Indonesia
D. Penelitian Pengobatan Tradisional Dari Perspektif Antropologi Kesehatan
1. Pandangan Pengobat Tradisional, khasiat Tumbuhan Terhadap Tubuh Manusia: Jenis tumbuhan yang sesuai dengan jenis penyakit tubuh manusia.
2. Pandangan Pengobat Tradisional, khasiat Hewan Terhadap Tubuh Manusia: Jenis hewan yang sesuai dengan jenis penyakit tubuh manusia.
3. Pandangan Pengobat Tradisional, khasiat Mineral Terhadap Tubuh Manusia: Jenis mineral yang sesuai dengan jenis penyakit E. tubuh manusia.

E. Persyaratan Tanah Yang Sesuai Untuk Tanaman Obat Menurut Pengobat Tradisional
1. Tanah di pegunungan untuk tumbuhan mengobati penyakit apa?
2. Tanah di pinggir sungai untuk tumuhan mengobati penyakit apa?
3. Tanah di Pinggir Laut untuk tumbuhan mengobati penyakit apa?
4. Dlll

F. Persyaratan Hewan Yang Sesuai Untuk Pengobatan Penyakit Manusia
1. Hubungan jenis hewan terhadap pengobatan penyakit manusia
2. Hubungan jenis hewan terhadap mempertahankan kesehatan manusia
3. Dll

G. Persyaratan Hewan yang Sesuai Untuk Pengobatan Penyakit Manusia
1. Hubungan jenis hewan terhadap pengobatan penyakit manusia
2. Dll.

H. Penutup
1. Filosofi:
Proses pengobatan tradisonal dari uraian tadi dapat dideskripsi bahwa filosofi pengobatan tradisional adalah :
a. Alam itu sumber kehidupan, alam itu juga sumber pengobatan.
b. Alam ciptaan Yang Maha Kuasa, pengobatan tetap dibarengi doa pada-Nya.

2. Persandingan (peluang pengguna memilih), saling melengkapi (integrasi), bahkan kemungkinan penyatuan (unity) kedua system medis modern dan tradisional merupakan langkah spektakuler dalam penyehatan manusia di muka bumi.

3. Kesetaraan fungsi pelbagai medis, akan menghilangkan ego disiplin sektoral dalam penyehatan serta pengobatan manusia yang demokratis, melalui budaya ilmiah "sciences culture" dengan budaya pengetahuan berdasarkan pengalaman "experiences knowledge". Atau "go with sciences and back to the nature"
Semoga tulisan ini ada manfaatnya menginspirasi para penulis body of knowledge penyehatan dan pengobatan tradisional Indonesia langkah dasar untuk mendunia. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait