Penerapan CPOTB Bertahap, Perizin, Pengembangan dan Akses Pasar Obat Tradisional
Tanggal Posting : Rabu, 6 Juni 2018 | 11:04
Liputan : Redaksi - Dibaca : 140 Kali
Penerapan CPOTB Bertahap, Perizin, Pengembangan dan Akses Pasar Obat Tradisional
Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, memberikan pengarahan pada Advokasi Lintas Sektor & Stakeholders Pendampingan UMKM OT

HerbaIndonesia.Com. Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik, Badan POM RI., Dra. Rr. Maya Gustina Andarini, Apt., M.Sc memberikan pengarahan pada kegiatan Advokasi Lintas Sektor & Stakeholders untuk Pendamping UMKM OT dan FGD Pengembangan UMKM OT yang dilaksanakan di Semarang, pada Selasa, 5 Juni 2108.

Ada empat point penting yang dibahas kegiatan tersebut, yaitu: Penerapan CPOTB Bertahap, Perizin, Pengembangan Obat Tradisional dan Akses Pasar Obat Tradisional. Keempat hal tersebut dijabarkan dengan detil oleh para pembawa materi berikut ini:

  1. Penerapan CPOTB Bertahap pada Usaha di Bidang OT: oleh Direktorat Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan, Badan POM RI.,
  2. Perizinan untuk Usaha Mikro dan Kecil (IUMK): oleh Ir. Karimuddin, MM., Asisten Deputi Perlindungan Usaha Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha,
  3. Kebijakan Pengembangan Industri Kosmetik dan Obat Tradisional: oleh Direktur Industri Kimia Hilir, Direktorat Jenderal Industri Kimia, Tekstil dan Aneka,
  4. Perluasan Akses Pasar untuk UMKM Obat Tradisional: oleh Kantor Kementerian Perdagangan RI.

Dengan pemaparan diatas, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran, pemahaman, komitmen pelaku usaha UMKM obat tradisional dalam penerapan CPOTB, dan untuk penyusunan roadmap strategi pengembangan UMKM Obat Tradisional di masa datang.

Direktur Eksekutif Pengurus Daerah GP. Jamu Jawa Tengah, Stefanus Handoyo Saputro menjelaskan bahwa GP. Jamu menyambut baik kegiatan advokasi lintas sektoral ini.

"BPOM akan melaksanakan pendampingan terhadap UMKM Jamu, sebanyak 25 UMKM yang terdapat di 5 Kabupaten/Kota di Jateng. Pendampingan ini agar UMKM Jamu dapat melaksanakan CPOTB Tahap 1 dan 2, dengan melibatkan lintas sektor dan asosiasi." katanya kepada Redaksi HerbaIndonesi.Com.

Sebanyak 25 UMKM Jamu, lanjut Handoyo Saputro, telah siap, karena dalam pembinaan saat ini sudah dilakukan terhadap 45 UMKM, dan yang telah siap sebanyak 25 UMKM. Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait