Pelayanan Kesehatan Tradisional Dusun Dongi, Lutim, Sulawesi Selatan
Tanggal Posting : Senin, 22 April 2019 | 00:18
Liputan : Redaksi - Dibaca : 50 Kali
Pelayanan Kesehatan Tradisional Dusun Dongi, Lutim, Sulawesi Selatan
Pelayanan kesehatan untuk masyarakat Dongi oleh para penyehat tradisional dari Kecamatan Nuha dan Kecamatan Wasuponda Sulawesi Selatan

HerbaIndonesia.Com. Dalam rangka menindaklanjuti pertemuan sebelumnya (pertemuan persiapan satu), dimana ternyata warga Dusun Dongi, Desa Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda, Sulawesi Selatan mempunyai minat dan potensi dalam pembelajaran dan pengembangan herbal, tim Aliksa Organik datang untuk melakukan beberapa kegiatan.

Kegiatan dimulai dengan perkenalan dan dilanjutkan dengan beberapa diskusi, seperti pola prilaku masyarakat sekitar dalam mencari bantuan kesehatan, pola penyakit, dan diskusi singkat mengenai tanaman berkhasiat obat yang ada disekitar perkampungan.

Tidak hanya berdiskusi, tim Aliksa membawa serta kader-kader herbal dari daerah dusun Tabarano dan Maghani, untuk memberikan testimoni untuk membangun minat dan semangat warga dusun Dongi, serta memberikan pelayanan posyandu Bersama dengan dokter untuk warga dusun Dongi.

Selain itu, posyandu herbal ini juga ditujukan untuk memetakan pola penyakit dalam suatu daerah, untuk menentukan fokus pengobatan (termasuk penyediaan bahan baku tanaman obat).

Kegiatan Posyandu herbal pada bulan ini akan dilakukan di beberapa tempat, yakni desa Nikel (18 Maret 2019), Desa, Magani, Desa Tabarano, dan Desa Soroako (19 Maret 2019).

Hal berbeda yang dilakukan pada posyandu kali ini adalah yang menjadi penyehat tradisional adalah para kader yang telah terlatih dan tersertifikasi, dokter yang bertugas akan membantu dan mengawasi jalannya posyandu yang dilaksanakan oleh seluruh kader herbal.

Untuk mengisi waktu menunggu klien, kader posyandu diminta untuk menyiapkan materi pelatihan, yang telah disiapkan sebelumnya, agar upaya promotif dan preventif dapat dilakukan baik oleh kader dan klien.

Selain sebagai upaya promotif dan preventif , kegiatan ini juga dilakukan agar para kader herbal belajar menghadapi berbagai macam klien, menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang datang, dan belajar berbicara didepan umum, serta dapat belajar melayani masyarakat luas pada umunya.

Demikian laporan dr. Rianti Maharani, M.Si, anggota Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI), yang juga Facilitators of Community, Empowerment Programs, Herb Organic Consultant dalam kegiatan Pelayanan Kesehatan Tradisional Dusun Dongi, Lutim. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait