Pelatihan Pengolahan Herbal di Prabumulih Sumsel
Tanggal Posting : Jumat, 2 Agustus 2019 | 06:04
Liputan : Redaksi - Dibaca : 54 Kali
Pelatihan Pengolahan Herbal di Prabumulih Sumsel
Pelatihan Tanaman Herbal di Prabumulih, Sumatera Selatan, 23 Juli 2019. Foto: www.detik.com

JamuDigital.Com. Sebanyak 50 orang ibu-ibu mendapatkan pelatihan pengolahan herbal di Balai Desa Karya Mulya, Kecamatan Rambang Kapak Tengah, Kota Prabumulih. Pelatihan diberikan oleh PT Pertamina EP Asset 2 Limau Field sebagai bagian dari program CSR.

Bersama LSM CARIOS, program CSR yang dilaksanakan pada Selasa (23/7/2019) tersebut adalah Pertanian Sehat Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan (PPSRLB). Terdapat empat aspek utama dalam kegiatan ini, di antaranya pendidikan, penelitian, pelatihan dan pendampingan pertanian.

"Untuk pengolahan herbal ini, merupakan salah satu kegiatan pelatihan yang kita ajarkan kepada masyarakat. Bila sebelumnya masyarakat sudah diajak membuat demplot rumah tanaman obat keluarga (Toga) di pekarangan masing-masing, selanjutnya kita ajarkan membuat ramuan obat herbal dari tanaman toga tersebut" terang Limau LR Assistant Manager Fredrick Roma Parulian dalam keterangan tertulis Kamis (1/8/2019).

Pelatihan pengolahan obat herbal ini merupakan salah satu solusi permasalahan yang terdapat di Desa Karya Mulya. Dalam focus group discussion (FGD) yang digelar sebelumnya bersama masyarakat dengan didampingi LSM CARIOS dan CSR Limau Field, tersampaikan bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat adalah kesehatan.

Hal ini disebabkan karena lokasi desa yang berada cukup jauh dari pusat kota sehingga akses untuk berobat masyarakat cukup terhambat. Bersama Pertamina, masyarakat diajak untuk mengoptimalkan tanaman toga yang sudah ditanam untuk diolah menjadi obat herbal keluarga.

Dalam pelatihan yang mengundang dokter ahli herbal dr. Riantika Maharani, masyarakat dijelaskan mengenai manfaat tanaman herbal dan cara pengolahan serta dosis pengobatan.

Suasana pelatihan terlihat diikuti sangat antusias oleh kaum ibu dan sebagian bapak-bapak yang sangat kompak dan tidak canggung ketika menyanyikan lagu mars toga yang diajarkan narasumber.

Trik penyegaran dengan bernyanyi ini dinilai berhasil menjaga antusiasme peserta dimana hingga hari terakhir pelatihan jumlah peserta tidak berkurang sebaliknya makin meningkat.

Salah seorang peserta pelatihan bernama Yoto menjelaskan tidak ada puskesmas di desa mereka. Kalaupun ada, jaraknya berada cukup jauh sehingga kesulitan untuk berobat.

"Dengan adanya pengobatan herbal ini kami bisa mengobati penyakit sendiri sebagai pengobatan awal sebelum harus ke puskesmas. Bagi kami pelatihan ini sangat bermanfaat sekali," tuturnya.

Adapun, Limau Field Manager M Nur dalam kesempatan yang berbeda mengatakan apresiasinya terhadap program CSR yang dilaksanakan oleh anak usaha PT Pertamina (Persero) itu. Kegiatan tersebut diklaim dapat sambutan yang baik dari masyarakat dan dapat memberikan dampak positif terlebih bila dapat membantu peningkatan perekonomian masyarakat.

"Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan melalui program CSR merupakan wujud komitmen terhadap pemenuhan tanggungjawab sosial Perusahaan kepada lingkungan di sekitar perusahaan," pungkasnya. (Sumber: https://news.detik.com/berita/d-4648091/kaum-ibu-di-prabumulih-diberi-pelatihan-olah-herbal). Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait