Pelatihan P-IRT dan Sertifikasi Halal UMKM
Tanggal Posting : Sabtu, 5 Januari 2019 | 06:54
Liputan : Redaksi - Dibaca : 108 Kali
Pelatihan P-IRT dan Sertifikasi Halal UMKM
Panitia dan Pembicara Foto Bersama

HerbaIndonesia.Com. Rafanda Gelar Cipta bekerjasama dengan Telkom Indonesia, Sudinkes Jakarta Timur, Balai BPOM dan MUI mengadakan Pelatihan P-IRT, BPOM dan Halal, bertema "Perempuan Pengusaha Siap Maju Dengan Produk Berlegalitas, Menuju Era Persaingan Pasar Dalam dan Luar Negeri."

Dihadiri 50 peserta, dilaksanakan pada 20 Desember 2018, di Gedung Telkom, Jakarta Selatan, dibuka oleh Drg. Iwan Kurniawan, MSC, M.Kes. (Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur). Dilanjutkan sambutan dari Siti Nurhidayati, S.Pd, M.Pd (Direktur Rafanda Gelar Cipta).

Materi pertama disampaikan oleh Ika Mukhti (Balai Besar POM Jakarta) dengan Judul: Pedoman Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) untuk UMKM.

Tujuan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB): Menghasilkan pangan yang layak, bermutu, aman dikonsumsi, dan sesuai dengan tuntutan konsumen baik konsumen domestik maupun internasional.

Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB): Adalah suatu pedoman yang menjelaskan bagaimana memproduksi pangan agar aman, bermutu dan layak untuk dikonsumsi, antara lain dengan cara :

  • Mencegah tercemarnya pangan olahan oleh cemaran biologis, kimia dan benda lain.
  • Mematikan atau mencegah hidupnya jasad renik patogen.
  • Mengendalikan proses produksi

Pengendalian Proses Produksi:
a.Penetapan:

  • Persyaratan/Spesifikasi Bahan Baku
  • Persyaratan Air
  • Komposisi, Formulasi Bahan
  • Jenis, Ukuran dan Spesifikasi Kemasan
  • Deskripsi Produk

b. Perlu diperhatikan :

  • Prosedur tertulis
  • Pengawasan dan Pemantauan Proses
  • Prosedur Penanganan bila terjadi peyimpangan produk selama diproduksi
  • Tidak terkontaminasi dengan bahan tidak hahal dan najis.

"Pengendalian Proses merupakan bagian terpenting dalam produksi," urai Ika Mukhti.

Pemateri selanjutnya adalah Siti Fauziyyah Masykur, M.Si, Auditor LPPOM MUI DKI Jakarta. Diawal presentasinya dijelakan definisi tentang: Halal: Boleh, Kebanyakan bahan makanan/makanan ciptaan Allah SWT adalah halal, kecuali secara khusus disebutkan dalam Al Qur’an atau Hadits.

Haram: sesuatu yang Allah SWT melarang untuk dilakukan dengan larangan yang tegas. Setiap orang yang menentangnya akan berhadapan dengan siksaan Allah di akhirat. Bahkan terkadang juga terancam sanksi syariah di dunia.

Syubhat: Prof. KH. Ibrahim Hosen, LML (Ketua Komisi Fatwa MUI 1980-2000). "Jika suatu Produk telah bersentuhan dengan teknologi dan sudah tidak nampak lagi bentuk asli dari bahan tersebut, maka produk tersebut dapat dikategorikan sebagai produk yang syubhat (samar)"

Titik Kritis Bahan: Titik yang meragukan atau memungkinkan tercemar bahan haram.

Produk Beresiko Rendah. Karakteristik: Melibatkan satu atau dua bahan kritis yang bukan kategori sangat beresiko tinggi dan fasilitas produksi bebas dari bahan najis dan haram.

Contoh: Mie Kering, mie basah , mie telor, Minyak goreng, Asam lemak, gliserin, starin dari minyak nabati, AMDK (Air Minum Dalam Kemasan), Tinta dengan catatan bebas najis dan tembus kulit, Tepung telur, Ekstrak bahan nabati (dengan penambahan filler dan atau penggunaan pelarut ethanol), Pacar cina.

Produk Beresiko Tinggi. Karakteristik: Melibatkan bahan hewani dan atau bahan kritis lainnya. Contoh: Gelatin, RPH (Rumah Potong Hewan), Whey dan lactose dengan bahan baku dari perusahaan lain, Animal rennet, Casing kolagen, Kondroitin, Kolagen.

Produk Beresiko. Karakteristik: Diluar katagori diatas Contoh: Biskuit, Pemen, Coklat, Mie Instan, Minuman, dan lain-lain. Isi Manual SJH: "Manual Standar Lengkap".

Tata Cara Penyelenggaraan Sertifikasi Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Pengajuan Permohonan SPP-IRT: Diajukan Kepada Ptsp Kantor Walikota. Memiliki Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP).

Ditolak jika produknya: Susu dan hasil olahannya, Daging dan olahan,ikan dan olahan,unggas dan hasil olahannya yang memerlukan proses dan atau penyimpanan beku, Pangan kaleng berasam rendah (pH > 4.5), Pangan bayi, Minuman Beralkohol, Air minum dalam kemasan (AMDK).

Tentang PKP:

  • Penyelenggara PKP: Pemerintah Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
  • Tenaga Penyuluh: Memiliki Sertifikat Penyuluh Pangan yang dikeluarkan oleh Badan PoM C.Q. Balai Besar/Balai POM Setempat.
  • Peserta: Pemilik atau Penanggung Jawab P-IRT

Isi Manual SJH: "Manual isi Sistem Jaminan Halal Standar lengkap dengan tambahan uraian kesetimbangan massa antara ketersediaan sumber bahan baku halal dengan produk halal yang dihasilkan" Modifikasi Audit: Audit pengawasan 1 tahun setelah terbitnya sertifikat halal.

Materi lainnya oleh Anton Danis Maya (Manajer Bisnis Goverment & Enterprise Service PT Telkom) dengan Judul: Aplikasi t-money, layanan uang elektronik (electronic money) dari PT. Telkom Indonesia, dan Dr. Deby Permata Sari (Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur) dengan tema: Pedoman Tatacara Penyelenggara Izin P-IRT. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait