PSIDII: Obat Herbal Demam Berdarah, Telah Diuji Klinis
Tanggal Posting : Jumat, 28 Juni 2019 | 01:22
Liputan : Redaksi - Dibaca : 82 Kali
PSIDII: Obat Herbal Demam Berdarah, Telah Diuji Klinis
OHT- Obat Herbal Terstandar: PSIDII untuk penderita Demam Berdarah telah Diuji Klinis

HerbaIndonesia.Com. Keberhasilan penanganan penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah kecepatan peningkatan trombosit dan pencegahan dehidrasi cairan tubuh yang mengarah ke fase syok. Obat Herbal Terstandar (OHT) yang sudah diuji klinis untuk meningkatkan trombosit dan mencegah dehidrasi cairan tubuh, telah tersedia di seluruh Indonesia, yaitu PSIDII.

Kesiapsiagaan Menghadapi Peningkatan Kejadian DBD 2019. DBD disebabkan oleh virus Dengue, ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes. DDB banyak dijumpai terutama di daerah tropis dan sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB).

Beberapa faktor yang mempengaruhi munculnya DBD antara lain: rendahnya status kekebalan kelompok masyarakat, kepadatan populasi nyamuk penular karena banyaknya tempat perindukan nyamuk yang biasanya terjadi pada musim penghujan dimana banyak timbul genangan-genangan air di sekitar pemukiman seperti: talang air, ban bekas, kaleng, botol, plastik, gelas bekas air mineral, lubang pohon, pelepah daun dan lain-lain.

Gejala awal demam berdarah dengue antara lain: demam tinggi mendadak berlangsung sepanjang hari, nyeri kepala, nyeri saat menggerakan bola mata dan nyeri punggung, kadang disertai adanya tanda-tanda perdarahan, pada kasus yang lebih berat dapat menimbulkan nyeri ulu hati, perdarahan saluran cerna, syok, hingga kematian. Masa inkubasi demam berdarah 3 sampai dengan 14 hari, tetapi pada umumnya 4 sampai dengan 7 hari.

Beberapa upaya pertolongan awal terhadap penderita dapat dilakukan antara lain: tirah baring (bedrest), perbanyak asupan cairan/ banyak minum sekurangnya 2 liter per hari, kompres hangat, apabila demam tinggi dapat diberikan obat pereda demam (antipiretik) seperti parasetamol.

Bila 2-3 hari gejala semakin memburuk seperti pasien tampak makin lemas, muntah-muntah, gelisah atau timbul pendarahan spontan seperti mimisan, perdarahan gusi, perdarahan saluran cerna dan lain sebagainya, agar segera dibawa ke rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan setempat untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Pada awal tahun 2019 data yang masuk sampai tanggal 29 Januari 2019, tercatat jumlah penderita DBD sebesar 13.683 penderita, dilaporkan dari 34 Provinsi dengan 132 kasus diantaranya meninggal dunia. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan bulan Januari tahun sebelumnya (2018) dengan jumlah penderita sebanyak 6.167 penderita dan jumlah kasus meninggal sebanyak 43 kasus.

Pada awal tahun 2019 ini tercatat beberapa daerah melaporkan Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD diantaranya Kota Manado (Sulawesi Utara) dan 7 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur (NTT) yaitu Sumba Timur, Sumba Barat, Manggarai Barat, Ngada, Timor Tengah Selatan, Ende dan Manggarai Timur. Sedangkan beberapa wilayah lain mengalami peningkatan kasus namun belum melaporkan status kejadian luar biasa (Berita dikutip dari: http://p2p.kemkes.go.id/kesiapsiagaan-menghadapi-peningkatan-kejadian-demam-berdarah-dengue-tahun-2019/)

PSIDII: Obat Herbal Teruji Klinis untuk DBD
Kunci keberhasilan penanganan penderita DBD adalah kecepatan peningkatan trombosit dan pencegahan dehidrasi cairan tubuh yang mengarah ke fase syok. Kini tersedia obat yang dapat meningkatkan trombosit dan mencegah dehidrasi cairan tubuh yaitu PSIDII.

Obat Herbal Terstandar (OHT) PSIDII diproduksi oleh PT Dexa Medica, tersedia dalam sediaan sirup untuk anak-anak dan kapsul untuk dewasa. Sediaan sirupnya manis sehingga dapat diterima oleh anak-anak. PSIDII mengandung ekstrak daun jambu biji (Psidii folium extract) 71,4%.

Dari beberapa penelitian dan uji klinik yang dilakukan, disimpulkan bahwa PSIDII memiliki keunggulan dalam meningkatkan jumlah trombosit dengan cepat pada DBD derajat I dan II, dengan mekanisme menghambat replikasi virus dengue dan meningkatkan jumlah GM-CSF yang menstimulir pembentukan megakariosit sebagai bahan awal trombosit.

Menurut Direktur Eksekutif Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) PT Dexa Medica,  Raymond R. Tjandrawinata, Ph.D., M.S, MBA. keunggulan PSIDII adalah pada peningkatkan jumlah trombosit, dan sudah diuji klinis. "Diproduksi di pabrik yang memenuhi CPOB dengan bahan berkhasiat," urainya saat dihubungi Redaksi JamuDigital.Com, Selasa, 25 Juni 2019.

Lebih lanjut, Raymond R. Tjandrawinata menambahkan bahwa PSIDII dibuat dari daun Jambu Biji yang dapat menekan jumlah trombopoietin, sehingga jumlah trombosit penderita DBD dapat naik. Ada dua sediaan PSIDII yaitu sirup untuk anak-anak, dan kapsul untuk dewasa.

Kapsul PSIDII:
Komposisi: Tiap kapsul PSIDII mengandung: Ekstrak daun jambu biji (Psidii folium) 71.4% dan amilum sampai 100% (setara dengan ekstrak Psidii folium 500 mg). Indikasi: Membantu meningkatkan jumlah trombosit. Dosis dan Cara Pemberian: 1-2 kapsul, 3 kali sehari. Kemasan: Kotak, 1 botol @ 50 kapsul.

Sirup PSIDII:
Komposisi: Tiap sendok takar (5 ml) PSIDII sirup mengandung ekstrak daun jambu biji (Psidii folium) 250 mg. Indikasi: Membantu meningkatkan jumlah trombosit. Dosis dan Cara Pemberian: 1-2 sendok takar (5ml), 3 kali sehari. Kemasan: Kotak, 1 botol @ 60 ml. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait