Musda GP. Jamu Jawa Timur Bahas Implementasi Jaminan Produk Halal
Tanggal Posting : Kamis, 28 Juni 2018 | 12:47
Liputan : Redaksi - Dibaca : 245 Kali
Musda GP. Jamu Jawa Timur Bahas Implementasi Jaminan Produk Halal
Musda GP. Jamu Jawa Timur adakan Seminar Implementasi Jaminan Produk Halal, di Surabaya, Kamis, 28 Juni 2018

HerbaIndonesia.Com. Pengurus Daerah GP.Jamu JawaTimur mengadakan Musyawarah Daerah(Musda) ke-VII dengan mengadakan Seminar Implementasi Jaminan Produk Halal di Surabaya pada Kamis, 28 Juni2018.

Ketua Umum Pengurus Pusat GP. Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman, SE., MH. dalam sambutannya mengatakan sangat menghargai bahwa dalam Musda ini, akan dibahas tentang aspek-aspek kehalalan produk Jamu.

"Komoditas halal berkembang pesat di pasar dunia. Dan produk kesehatan, seperti Jamu juga akan dituntut untuk memenuhi aspek kehalalan. Ada banyak sisi posistif dari sertifikasi halal untuk memperkuat sektor industri Jamu," katanya dihadapan para peserta Musda GP. Jamu Jawa Timur, yang juga dihadiri oleh Perwkilan dari Dinkes, BPOM dan Disperidag.

Kita memaklumi, lanjut Ranny dalam rilis yang diterima Redaksi HerbaIndonesia.Com, bahwa ada sejumlah kendala yang menjadi hambatan dalam penerapan sistem jaminan halal. Ada pengaruh faktor internal dan eksternal.

Faktor internal antara lain: pengetahuan dan kesadaran pelaku usaha, kendala manajemen dan SDM, kendala fasilitas dan keuangan.

Faktor eksternal antara lain: pemerintah belum memfasilitasi secara optimal, kualitas layanan lembaga sertifikasi, tingkat kesulitan prosedural.

Di tengah kendala-kendala tersebut, jika kita menyiapkan diri dengan baik, semoga masalah aspek kehalalan ini tidak menjadi kendala dalam pengembangan Jamu di masa yang akan datang.

Dibagian lain dijelaskan, bahwa bangsa Indonesia diberikan banyak kelebihan dibandingkan negara lain. Dalam hal bahan alam yang berkhasiat untuk kesehatan dan menyembuhkan penyakit. Baik yang terdapat di darat dan di laut.

Kita memiliki ribuan macam bahan alam untuk Jamu. Potensi ini, tidak dimiliki oleh negara lain. Jadi, marilah kita manfaatkan seoptimal mungkin kekayaan alam tersebut untuk meningkatkan produksi Jamu. Produk Jamu yang berkualitas dan halal. Hal ini, dikarenakan penduduk Indonesia adalah mayoritas muslim.

Dalam UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 33 TAHUN 2014 TENTANG JAMINAN PRODUK HALAL, Bagian Kesatu Bahan, Pasal 17 (1), disebutkan: Bahan yang digunakan dalam PPH terdiri atas bahan baku, bahan olahan, bahan tambahan, dan bahan penolong.

(2): Bahan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berasal dari: a. hewan; b. tumbuhan; c. mikroba; atau d. bahan yang dihasilkan melalui proses kimiawi, proses biologi, atau proses rekayasa genetik. (3): Bahan yang berasal dari hewan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a pada dasarnya halal, kecuali yang diharamkan menurut syariat.

Kemudian dalam Lampiran Surat Keputusan Direktur LPPOM MUI No. SK 13/Dir/LPPOM MUI/III/I3 tentang: Ketentuan Sistem Jaminan Halal, adalah sebagai berikut:

1.Sistem Jaminan Halal (SJH) adalah sistem manajemen terintegrasi yarg disusun, diterapkan dan dipelihara untuk mengatur bahan, proses produksi, produk, sumber daya manusia dan prosedur dalam rangka menjaga kesinambungan proses produksi halal sesuai dengan persyaratan LPPOM MUI yang tercantum pada HAS 23000:1 Kriteria Sistem Jaminan Halal.

2.Perusahaan wajib menyusun Manual SJH sebagai dokumen utama yang memuat perencanaan sekaligus panduan bagi perusahaan bersertifikat halal MUI dalam menerapkan SJH guna memenuhi kriteria HAS 23000. Penyusunan Manual SJH dapat merujuk pada panduan penyusunan Manual SJH yang sesuai dengan kelompok industri perusahaan (industri pengolahan, restorar/katering, RPH, jasa).

Mengingat landasan hukum di atas, saya menghimbau kepada anggota GP. Jamu untuk memastikan produknya, agar memenuhi aspek kehalalan, sehingga ketika produk tersebut beredar di pasar, tanpa hambatan legalitas dalam hal aspek kehalalan. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait