Menkes Gelorakan Kembali: Ayo Minum Jamu Supaya Tetap Sehat
Tanggal Posting : Kamis, 22 Agustus 2019 | 03:46
Liputan : Redaksi - Dibaca : 47 Kali
Menkes Gelorakan Kembali: Ayo Minum Jamu Supaya Tetap Sehat
Menkes RI., Nila Farid Moeloek menggelorakan kembali: Ayo Minum Jamu Supaya Tetap Sehat, saat Simposium Obat Tradisional 2019 di Yogyakarta, 20 Agustus 2019.

HerbaIndonesia.Com. Menteri Kesehatan RI., Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K). menggelorakan kembali mengajak masyarakat Indonesia: Ayo Minum Jamu, Supaya Tetap Sehat.

Nila Farid Moeloek mengungkapkan hal itu pada saat membuka "Simposium Pengembangan Industri Obat Tradisional dan Peningkatan Penggunaan Obat Tradisional 2019" yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemenkes RI., di Yogyakarta, pada Selasa, 20 Agustus 2019.

Usai acara pembukaan simposium dengan pemukulan gong, Menkes RI., Nila Moeloek- didampingi Direktur Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan- Kemenkes RI., Dra. Engko Sosialine, Apt., M. Biomed., Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kemenkes, Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt, MARS., dan Kepala Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT), Akhmad Saikhu, M.Sc.PH. mengajak seluruh peserta simposium (sekitar 200 peserta) untuk Minum Jamu Bersama.

Nila Farid Moeloek pada saat sambutan juga mengungkapkan hasil Riskesdas Upaya Kesehatan Tradisional: Pada Riskesdas 2010 (59,12% orang Indonesia mengkonsumsi herbal untuk menyehatkan). Riskesdas 2013 (30,4% rumah tangga menggunakan cara tradisional untuk kesehatannya). Riskesdas 2018 (44,3% masyarakat menggunakan Yankestrad baik melalui praktisi Kestrad maupun upaya sendiri).

Dibalik potensi Jamu yang sangat besar ini, dimana Jamu sebagai warisan budaya bangsa dan melimpahnya sumber bahan alam untuk memproduksi Jamu, Menkes RI., Nila Farid Moeloek memaparkan tantangan dalam pemanfaatan Obat Tardisional, yaitu: Masih terbatasnya jumlah obat herbal terstandar dan fitofarmaka yang terintegrasi di Badan POM, Penelitian mengenai obat tradisional belum terhilirisasi dengan baik, Masih terbatasnya penerimaan praktisi di Fasyankes untuk memanfaatkan obat herbal terstandar dan fitofarmaka. "Pemeritah perlu mendorong percepatan pengembangan dan pemanfaatan obat herbal terstandar dan fitofarmaka," Menkes menegaskan.

Menkes dan Gelora Jamu

Keterangan Foto: Menkes RI., Nila Farid Moeloek foto bersama dengan para peserta simposium.

Pada slide presentasinya, Menkes RI., Nila Moeloek juga mengulas tentang hasil penelitian Saintifikasi Jamu yang dilakukan oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) yang berlokasi di Tawangmangu, Jawa Tengah. Saintifikasi Jamu adalah pembuktian ilmiah Jamu melalui penelitian berbasis pelayanan.

Menkes pada kesempatan ini juga kembali menekankan perlunya sinergi dan kolaborasi dari: Academic, Business, Government dan Community dalam mengembangkan obat tradisional.

Setelah peresmian dan pembukaan simposium, Menkes RI., Nila Moeloek meninjau pameran yang diikuti oleh 20 Industri Obat Tradisional yang memproduksi Obat Fitofarmaka, Obat Herbal Terstandar dan lain-lain.

Saat berita ini ditayangkan, sedang berlangsung Diskusi Panel 1, dengan menampilkan narasumber:

  • Peran Pemerintah dalam Pengembangan Industri Obat Tradisional dan Peningkatan Penggunaan Obat Tradisional (Direktur Jenderal Farmalkes)
  • Peluang Pengembangan Obat Tradisional Indonesia (Dr.rer.nat. Nanang Fakhrudin, M.Si, Apt.)
  • Perspektif Industri terhadap Penggunaan Obat Tradisional di Sarana Pelayanan Kesehatan (GP. Jamu- Victor S. Rringo-Ringo)
  • Diskusi dan Tanya Jawab

Simak berita Simposium Pengembangan Industri Obat Tradisional dan Peningkatan Penggunaan Obat Tradisional 2019 hanya di media oline Jamu; www.jamudigital.com. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait