Mengulik Strategi Jamu Tetes Soman Masuk Pasar Global
Tanggal Posting : Selasa, 17 Sepember 2019 | 04:44
Liputan : Redaksi - Dibaca : 194 Kali
Mengulik Strategi Jamu Tetes Soman Masuk Pasar Global
Presiden Direktur PT. Harvest Gorontalo Indonesia, Riyanto (paling kanan) saat berbincang dengan Founder Jamu Digital, Karyanto, didampingi Direktur PT. Soman Indonesia, Djoko Rusdianto

HerbaIndonesia.Com. Jejak langkah menduniakan Jamu semakin terbuka, setelah Jamu Indonesia mampu menembus pasar China. Adalah Jamu Tetes Soman yang mengukir sejarah itu. Pada Sabtu, 24 Agustus 2019, di Guanzu-China, Jamu yang diproduksi di Gorontalo itu memastikan diri masuk pasar China.

Jamu Tetes Soman yang diproduksi oleh PT. Harvest Gorontalo Indonesia dan dipasarkan oleh PT Soman Indonesia, pada Memorandum of Agreement (MoA) dengan Hangzhou Ingent Import and Export Trade Co., Ltd. untuk memasarkan Jamu Soman di China dan dengan Vittoria Health Science and Technology Company Limited untuk memasarkan Jamu Soman di Hongkong. Total nilai kontrak Jamu Tetes Soman untuk dipasarkan di China dan Hingkong sebesar USD. 12.000.000. Dalam waktu dekat akan dilakukan pengiriman.

Bagaimana strategi Jamu Tetes Soman mampu menembus ketatnya pasar global? Model marketing apa yang diusung, sehingga Jamu Tetes asli Indonesia itu dapat melenggang di berbagai pasar dunia?

Jamu Digital sebagai pioner platform media online & marketplace Jamu Indonesia tentu ingin menyajikan kabar gembira ini.

Pada Kamis sore, 12 September 2019, Founder Jamu Digital, Karyanto menyambangi Graha Soman di Kemayoran-Jakarta dan bertemu dengan Presiden Direktur PT. Harvest Gorontalo Indonesia, Riyanto didampingi Djoko Rusdianto, Direktur Business Development, External Affairs & Corporate Secretary PT. Soman Indonesia, berbincang tentang liku-liku memasarkan Jamu Indonesia ke manca negara.

Pada kesempatan itu, Karyanto juga berbincang di ruang terpisah dengan Yusah Elisis, Direktur PT Soman Indonesia yang ditugasi membidangi pemasaran.

"Ini kebanggaan kita semua. Kita dapat memasarkan produk ke China, ke Hongkong dan ke beberapa negara, karena dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak, khususnya dari Badan POM," kata Riyanto saat memulai perbincangan dengan Jamu Digital.

Kita masih terus belajar, lanjut Riyanto, pasar jamu global sangat besar."Mohon terus dukungan, bimbingan dan do’anya. Semua ini dapat terjadi karena kuasa Tuhan. Semoga semua ini dapat menjadi berkat untuk orang banyak, terutama bangsa dan negara Republik Indonesia."

Masuknya Jamu Indonesia ke pasar China pada tahun 2019 ini memiliki momentum yang penuh sejarah. Sejarah baru di bidang Jamu Indonesia ini, terjadi pada acara "Tripartite Business Cooperation Signing Ceremony", di Guansu-Chin pada Sabtu, 24 Agustus 2019 dilakukan MOU (Memorandum of Understanding) dengan perusahaan importir China dan MoA (Memorandum of Agreement) dengan perusahaan imporir China dan Hongkong. Disaksikan oleh Ketua GP. Jamu, Kepala Badan POM RI., beserta pejabat tinggi Badan POM, dan sejumlah pengusaha Jamu Indonesia.

Ada 7 perusahaan yang melakukan MoU (1. PT. Leo Agung Raya (Jamu Leo), Produk: Herbal Drink, Herbal Candy, 2. PT. Jamu Borobudur, Produk: Herbal Capsule, Food Supplement, 3.PT. Sinde Budi, Produk: Larutan Penyegar Merk Lasegar, dan Larutan Cap Badak, 4. PT. Techno Global Internasional, Produk: Antiseptic dan Disinfectant, 5. PT. Vermindo, Produk: Herbal Capsule, 6.PT. Deltomed, Produk: Herbal Capsule, Liquid Herbal, 7. PT. Kalbe Farma, Produk: Makanan Kesehatan, Food Supplement, Wood Candy, Baby Juice, Baby Milk).

Dan ada 1 perusahaan yang melakukan Memorandum of Agreement (MoA), yaitu PT Harvest Gorontalo Indonesia (HGI), dengan produknya Jamu Tetes Soman. "MoA dengan perusahaan importir dari China dan Hongkong ini nilai kontraknya USD. 12.000.000. Mohon do’anya dalam waktu dekat produk Jamu Soman sudah dapat dikirim ke China dan Hongkong," Riyanto menambahkan.

Momentum Mou dan MoA di Guansu-China ini terbilang istimewa. Kepala Badan POM, Penny K. Lukito didampingi Dra. Mayagustina Andarini, Apt., M.Sc. (Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen, Kesehatan dan Kosmetik, BPOM), Dra. Indriaty Tubagus, Apt., M.Kes. (Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Badan POM), Drs. Tepy Usia, Apt. M.Phil. PhD. (Direktur Standarisasi Produk Pangan BPOM).

MoU dan MoA di Guansu-China dilakukan dalam rangkaian acara "The 2019 Traditional Chinese (Guansu) Medicine Industry Expo 2019," - sebuah event internasional yang bergengsi.

Direktur Business Development, External Affairs & Corporate Secretary PT. Soman Indonesia, Djoko Rusdianto menjelaskan bahwa saat ini PT. Harvest Gorontalo Indonesia sedang menyiapkan perijinan dan dokumen-dokumen yang diperlukan guna persiapan untuk rencana ekspor Jamu Tetes Soman yang pada tahap awal ditujukan ke negara-negara di Amerika Latin, Afrika dan ASEAN.

Yusah Elisis

Keterangan Foto: Yusah Elisis, Direktur PT Soman Indonesia (paling kanan), Djoko Rusdianto, Direktur PT Soman Indonesia (tengah), dan Karyanto, Founder Jamu Digital.

Bagaimana persiapan produk Jamu Tetes Soman mampu melenggang ke pasar global? Tunggu kupas tuntas! Perbincangan Jamu Digital dengan Djoko Rusdianto, Direktur Business Development, External Affairs & Corporate Secretary PT. Soman Indonesia, hanya di Media Online Jamu Digital.

Bagaimana perbedaan strategi memasarkan Jamu Tetes Soman di pasar nasional dan di pasar global? Tunggu kiat-kiatnya! Diskusi Jamu Digital dengan Yusah Elisis, Direktur PT Soman Indonesia yang ditugasi membidangi pemasaran, hanya di Media Online Jamu Digital. Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait