Mengolah Daun Serai Menjadi Minyak Herbal
Tanggal Posting : Rabu, 4 Sepember 2019 | 01:56
Liputan : Redaksi - Dibaca : 19 Kali
Mengolah Daun Serai Menjadi Minyak Herbal
Mau mencoba mengolah Daun Serai menjadi Minyak Herbal... Foto: www.tribunnews.com

HerbaIndonesia.Com. Slamet Riyadi seorang petani di Desa Sodong, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, memanfaatkan tanaman serai menjadi minyak herbal. Untuk menanam tanaman serainya, Ayah yang memiliki empat anak ini memanfaatkan hutan pinus milik Perhutani dengan pengolahan lahan secara tumpangsari.

Ketertarikannya membuat minyak serai tersebut karena selama ini merugi dalam menjual hasil panennya karena harga daun serai wangi sering tidak stabil. Setelah belajar dan berusaha secara otodidak, kini Slamet Riyadi mampu memproduksi minyak serai sendiri bernilai ekonomis dengan pemasaran mulai merambah beberapa daerah di Jawa Tengah.

"Belajar penyulingan minyak serai sendiri ya otodidak lah, alhamdulillah berhasil dan memang saya menjaga sekali kualitas tidak ada campuran apapun murni minyak dari tanaman serai," tuturnya, Jumat (30/8/2019).

Dengan alat yang masih sederhana dan tradisional, Slamet mengaku kualahan memenuhi permintaan pasar. "Banyak sebenarnya pesanan tapi karena produksinya belum maksimal dan bahan baku juga masih dalam proses tanam jadi ya masih kualahan," ujarnya.

Untuk membuat minyak serai, tumpukan daun yang dipanen dimasukkan ke dalam tungku panas. "Agar kualitas minyak serai baik maka suhu panas harus tetap terjaga, usai direbus hampir satu jam, uap akan muncul dan mengalir melalui pipa besi," jelasnya.

Dalam poses mengalirnya ini juga dilakukan pendinginan dengan air dalam tong. Proses pendinginan dilakukan agar minyak yang keluar dalam keadaan dingin. Karena masih bercampur dengan uap air, juga dilakukan penyaringan. Meskipun sederhana, namun proses penyulingan membutuhkan ketelitian dan ketrampilan.

Menurutnya, minyak serai sendiri mempunyai 21 manfaat di antaranya adalah untuk minyak pijat, memperbaiki kinerja pencernaan, meredakan nyeri, dan merawat kulit. Dikatakan Slamet, untuk membuat 400 Mililiter minyak membutuhkan bahan baku 80 kilogram daun serai wangi. "Kalau dalam sehari bisa memproduksi sekitar satu liter minyak," ujarnya.

Dalam satu bulan, ia hanya mampu menjual sebanyak 10 Liter minyak serai dengan pemasaran area Batang, Pekalongan, dan Banjarnegara. Sementara, untuk harga jual minyak ia bandrol mulai Rp 7.500 untuk botol 15 mililiter, dan Rp 30 Ribu untuk botol berisi 50 mililiter. (Sumber: https://jateng.tribunnews.com/2019/08/30/slamet-riyadi-olah-daun-serai-jadi-minyak-herbal-berkhasiat?page=2). Redaksi HerbaIndonesia.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait