Menengok Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan Yogyakarta
Tanggal Posting : Minggu, 9 Juni 2019 | 01:30
Liputan : Redaksi - Dibaca : 70 Kali
Menengok Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan Yogyakarta
Founder JamuDigital, Karyanto bersama Pengelola Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan, Canden, Jetis, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Muhammad Sutrisno.

HerbaIndonesia.Com. Yogyakarta memiliki Desa Wisata Jamu Gendong. Tepatnya di Dusun Kiringan, Kelurahan Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Ada sekitar 132 penjual Jamu Gendong, yang setiap hari memasarkannya ke berbagai wilayah di Bantul, bahkan hingga ke Kota Yogyakarta.

Untuk menuju Desa Wisata Jamu Gendong Kiringan tidak susah. Dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat menuju arah selatan sejauh sekitar 16 Km. Setelah melalui jalan-jalan beraspal yang menuju lokasi, untuk mencapai lokasi ditemukan sejumlah hamparan sawah. Di sebuah sudut desa menuju kiringan juga dibangun Patung Mbok Jamu dan ucapan selamat datang di Sentra Jamu Gendong Kiringan.

Menurut Kepala Dukuh Kiringan, Sudiyatmi saat berbincang-bincang dengan Redaksi JamuDigital pada  Jum’at, 7 Juni 2019 di depan Kantor Koperasi Seruni Putih menjelaskan bahwa perkembangan Jamu Gendong di Seruni Putih yang didirikan sejak tahun 2007 ini sangat membantu perekonomian masyarakat, khususnya bagi para penjual Jamu Gendong.

"Ada 132 anggota koperasi Pengrajin Jamu Gendong.  Diadakan pertemuan bulanan setiap tanggal 7. Ada kegiatan simpan pinjam dana. Koperasi kami sudah berbadan hukum," urai Sudiyatmi.

Saat memasarkan Jamu Gendong ke berbagai wilayah di Kabupaten Bantul dan di Luar Kabupaten Bantul- sekitar 132 pengrajin Jamu Gendong ini, sebagian menggunakan sepeda dan sepeda motor agar dapat menjangkau wilayah yang jauh dari Dukuh Kiringan.

Berdasarkan data tahun 2014, luas wilayah Dusun Kiringan terbagi menjadi luas lahan pemukiman 13.966 Ha dan luas lahan pertanian 10.785 Ha.

Sebagian bahan baku Jamu Gendong ditanam sendiri di Dukuh Kiringan, dan sebagian didatangkan dari daerah lain disekitar Kiringan. "Karena perajin Jamu Gendong mencapai 132 orang, jadi bahan baku Jamu dari tanaman obat tidak dapat dipenuhi sendiri dari Dusun Kiringan," Sudiyatmi menambahkan.

Sebagian empon-empon, lanjut Sudiyatmi, ditanam sendiri oleh pengrajin Jamu Gendong dan warga Dusun Kiringan. Sebagian didapatkan dari Imogiri, dan untuk rempah-rempahnya dari Pasar Bringharjo Yogyakarta.

"Harapan saya, agar koperasi Seruni Putih dapat melaksanakan fungsinya dan mengembangkan sayap sebagai motor penggerak desa wisata Jamu Gendong. Agar dikenal seluruh masyarakat Indonesia, bahkan sampai mancanegara. Beberapa waktu lalu, ada yang dari Jepang belajar disini, belajar meramu Jamu. Mereka disini belajar meramu Jamu basah dan Jamu kering," ujar Sudiyatmi bangga.


Keterangan Foto: Founder JamuDigital, Karyanto bersama dengan Kepala Dukuh Kiringan, Bantul, Yogyakarta, Sudiyatmi di Depan Kantor Koperasi Seruni Putih, pada Jum,at, 7 Juni 2019.

Desa Wisata Jamu Gendong
Menurut Pengelola Wisata Jamu Gendong Kiringan, Muhammad Sutrisno, konsep  membuat  desa wisata ini adalah agar Jamu Gendong di Kiringan dikenal oleh masyarakat luas. "Untuk masyarakat yang tidak mengerti tentang Jamu, dapat  belajar di Kiringan," jelasnya saat bertemu dengan Redaksi JamuDigital di rumahnya- yang juga digunakan untuk meracik Jamu bagi warga sekitar yang memerlukannya.

Pengrajin Jamu Gendong Kiringan ini, memasarkan Jamunya menyebar keseluruh wilayah selatan, barat, timur dan utara dari Kiringan. Mereka membagi wilayah pemasaran, sehingga tidak ada tumpang-tindih.

"Jadi mereka tidak hanya menjual di daerah Kiringan, bahkan sampai ke Wonosari, ke Pandak, Srandakan, Bantul, bahkan hingga ke Yogyakarta, seperti ke Monjali," kata Sutrisno sambil tersenyum.

Keberadaan Perajin Jamu Gendong di Kiringan ini, selain memberikan kontribusi dalam pembangunan kesehatan, juga memberikan dampak perekonomian bagi warga Kiringan.

Sutrisno menambahkan bahwa penghasilan pengrajin Jamu Gendong di Kiringan, lebih besar dibandingkan dengan penghasilan pekerja harian di wilayah ini. Kisaran pendapatan Pengrajin Jamu Gendong antara Rp. 80.000 hingga Rp. 350.000 per harinya.

Karena memiliki aspek ekonomi, maka tidak heran jika jumlah Pengrajin Jamu di Kiringan juga terus berkembang.  "Kami juga terus mengembangkan sediaan Jamu. Tidak hanya jamu Gendong, tapi juga Jamu Instan. Semboyan kami: Biasakan Minum Jamu, Masyarakat Sehat, Negara Kuat," tegas Sutrisno menutup perbincangan. Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait