Mari Budayakan Keluarga Minum Jamu, Agar Sehat Selalu
Tanggal Posting : Sabtu, 29 Desember 2018 | 08:20
Liputan : Redaksi - Dibaca : 194 Kali
Mari Budayakan Keluarga Minum Jamu, Agar Sehat Selalu
Drs.Tepy Usia, Apt. M.Phil. PhD., Direktur Standarisasi Produk Pangan BPOM dan Dr. Sri Rejeki Endang, M.Si. saat tampil di Panggung Edukasi Program Terpadu UMKM Berdaya Saing

HerbaIndonesia.Com. Mari budayakan keluarga minum Jamu, agar kesehatan keluarga terjaga, anak-anak dapat tumbuh kembang dengan baik, sehingga kelak melahirkan generasi yang cerdas dan kuat siap menghadapi persaingan global.

Demikian antara lain point penting pada talkshow di Panggung Edukasi bertema: Cerdas Memilih dan Mengonsumsi Obat Tradisional, yang disampaikan oleh Drs. Tepy Usia, Apt. M.Phil. PhD., Direktur Standarisasi Produk Pangan BPOM.

Dan tema: Menjaga Kesehatan dengan Minum Jamu, yang dipaparkan oleh Dr. Sri Rejeki Endang, M.Si. Herbal, Pengurus Persatuan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI), pada Rabu, 12 Desember 2018, di Lantai Dasar Gedung SMESCO, Jakarta Selatan.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara dalam rangka mendukung program lintas sektor terpadu UMKM berdaya saing, serta meningkatkan kecintaan akan Jamu Indonesia, sekaligus meningkatkan penjualan produk dalam rangka menggerakan ekonomi nasional, yang diselenggarakan oleh BPOM.

Gerakan UMKM Jamu Berdaya Saing dan Herbal Indonesia Expo 2018 oleh BPOM ini, dilaksanakan pada: Hari Selasa-Rabu, Tanggal: 11-12 Desember 2018. Bertempat di Gedung SMESCO, Jalan Gatot Subroto No. Kav. 94, Pancoran, Jakarta Selatan. Pukul: 08.00-18.00 WIB.

Panggung Edukasi: Menjaga Kesehatan dengan Minum Jamu

Pada hari ke-dua Panggung Edukasi menampilkan Drs. Tepy Usia, Apt. M.Phil. PhD., Direktur Standarisasi Produk Pangan BPOM, menyampaikan materi "Cerdas Memilih dan Mengonsumsi Obat Tradisional", banyak menjelaskan bagaimana cara mengenali Jamu yang baik dan sesuai ketentuan untuk di minum.

Dihadapan peserta dari masyakarkat umum (ibu-ibu dan remaja) itu, dikenalkan terlebih dulu tentang definisi, apakah Obat Tradisional itu? "Yaitu: bahan atau ramuan bahan berupa: - Bahan tumbuhan, contoh : jahe, - Bahan hewan, contoh: ikan gabus, - Bahan mineral, contoh: gipsum fibrosum, - Sediaan sarian (galenik), berupa ekstrak tumbuhan atau campuran dari bahan tersebut secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat."

Jamu adalah Obat Tradisional Indonesia yang digunakan secara turun-temurun dengan khasiat dibuktikan secara empiris. Nomor Izin Edar Produk: TR.123456789 (9 digit angka).

Obat Herbal Terstandar (OHT) adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik pada hewan dan bahan bakunya telah distandardisasi. Nomor Izin Edar Produk : HT.123456789 (9 digit angka).

Fitofarmaka adalah sediaan obat bahan alam yang telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinik pada hewan dan uji klinik pada manusia, serta bahan baku dan produk jadinya telah distandardisasi. Nomor Izin Edar Produk : FF.123456789 (9 digit angka).

Terdapat lebih dari 300 UMKM Obat Tradisional yang memproduksi berbagai macam bentuk sediaan Obat Tradisional, yang ditujukan antara lain untuk: Membantu meredakan masuk angin, mual, kembung. Membantu meredakan pegal linu. Membantu memelihara stamina pria. Membantu meningkatkan nafsu makan. Membantu meredakan batuk. Membantu meredakan gangguan pencernaan. Membantu menjaga daya tahan tubuh.

Obat Tradisional Ilegal merupakan Obat Tradisional Tanpa Izin Edar/Tidak terdaftar di Badan POM. Obat Tradisional illegal tidak dapat dijamin mutu, khasiat dan keamanan.

"Pastikan Obat Tradisional yang dikonsumsi telah terdaftar di Badan POM. Cek Nomor Izin Edar Obat Tradisional, melalui: Aplikasi CEK BPOM yang dapat diunduh di Google Play Store," urai Tepy Usia menjelaskan.

Tips Memilih Obat Tradisional yang Aman: Cek KLIKK

  • CEK KEMASAN: Pastikan kemasan produk dalam kondisi baik, tidak rusak/cacat
  • CEK LABEL: Baca informasi produk yang tertera pada labelnya dengan cermat
  • CEK IZIN EDAR: Pastikan memiliki izin edar dari Badan POM
  • CEK KADALUARSA: Pastikan produk belum melewati tanggal kadaluarsa
  • CEK KHASIATNYA: Obat Tradisional yang aman tidak memberikan efek cespleng/instan 

Cek Kemasan:

  • Kemasan dalam kondisi baik, tidak rusak/cacat/penyok/menggelembung
  • Jangan menggunakan obat tradisional yang kemasannya rusak
  • Pilih Obat Tradisional dengan penandaan yang baik, tidak lepas atau terpisah dan luntur sehingga informasi dapat terbaca jelas

Cek Label:
Seluruh informasi yang tercantum pada kemasan obat tradisional harus :

  • Lengkap. Informasi sesuai dengan kenyataan yang ada dan tidak boleh menyimpang dari sifat keamanan dan kemanfaatan obat tradisional dan suplemen kesehatan
  • Objektif. Informasi yang dipersyaratkan dan harus tercantum pada penandaan.
  • Tidak Menyesatkan. Iinformasi yang jujur, akurat, bertanggung jawab, tidak memanfaatkan kekhawatiran masyarakat akan suatu masalah kesehatan dan tidak berisi informasi seolah-olah dapat menyelesaikan masalah kesehatan

Setiap obat tradisional wajib mencantumkan penandaan/label yang benar, meliputi:

  • Nama produk
  • Ukuran, isi, atau berat bersih
  • Komposisi
  • Kegunaan
  • Dosis dan cara penggunaan
  • Cara Penyimpanan
  • No bets/kedaluwarsa
  • Nomor Izin Edar
  • Nama dan Alamat Produsen
  • Logo golongan obat tradisional (Jamu/Herbal terstandar/Fitofarmaka)
  • Peringatan dan Perhatian

Cek Izin Edar:
Obat Tradisional yang beredar di Indonesia harus memiliki nomor pendaftaran/izin edar (NIE). NIE terdiri atas 2 huruf dan 9 digit angka, yaitu: TR 123 456 789= Obat Tradisional Produksi Dalam Negeri. TI 123 456 789= Obat Tradisional Impor. TL 123 456 789= Obat Tradisional Lisensi. HT 123 456 789= Obat Herbal Terstandar.

FF 123 456 789 = Fitofarmaka. QD 123 456 789 = Kuasi Produksi Dalam Negeri. QI 123 456 789 = Kuasi Impor. QL 123 456 789= Kuasi Lisensi. SD 123 456 789= Suplemen Kesehatan Produksi Dalam Negeri. SI 123 456 789= Suplemen Kesehatan Impor. SL 123 456 789= Suplemen Kesehatan Lisensi.

Cek Kedaluwarsa:
Pastikan Obat tradisional yang dikonsumsi tidak melebihi tanggal kedaluwarsa. Tanggal kedaluwarsa ditulis dengan urutan tanggal, bulan, dan tahun atau bulan dan tahun.

Cek Khasiat:
Obat Tradisional yang aman tidak memberikan efek cespleng/instan. Waspada terhadap Obat Tradisional mengandung Bahan Kimia Obat, yang berisiko terhadap kesehatan.

Jika ragu terhadap produk obat tradisional yang dikonsumsi, segara hubungi HALOBPOM. Telp.:1-500-533. SMS: 0-8121-9999-533. Email : halobpom@pom.go.id. Twitter: @BPOM_RI.

Menjaga Kesehatan dengan Minum Jamu
Dr. Sri Redjeki Endang S., M.Si. Herbal mengawali pemaparannya dengan menjelaskan sejarah Jamu secara rinci agar masyarakat paham bahwa Jamu adalah warisan nenek moyang bangsa Indonesia.

Dijelaskan bahwa tanaman herbal adalah bahan utama pembuatan Jamu. Jamu merupakan ramuan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan alam. Jamu digunakan untuk pencegahan penyakit, pemeliharaan kesehatan, pemulihan kesehatan, kebugaran, dan kecantikan.

Sejarah Jamu di Indonesia. Abad pertengahan 15-16 masehi istilah Jamu muncul. Pada tahun 722 M di kerajaan Hindu-Budha terdapat relief yang menunjukkan bukti Jamu sudah ada. Pada zaman Mesolithikum dan Neolithikum ditemukan lumpang sebagai peralatan pembuatan Jamu.

Pada abad 8-9 Masehi terdapat data artefaktual di bidang pengobatan pada beberapa relief di candi yang berada di Jawa. Istilah Jamu muncul pada abad 15-16 Masehi dan berasal dari singkatan dua kata bahasa Jawa Kuno yaitu "Djampi" dan "Oesodo". Djampi berarti penyembuhan yang menggunakan ramuan obat-obatan atau doa-doa dan ajian-ajian Oesodo berarti kesehatan.

Pada abad pertengahan (15-16 M), istilah oesodo jarang digunakan. Sebaliknya istilah Jampi semakin popular diantara kalangan keratonKemudian sebutan "Jamu" mulai diperkenalkan kepada publik oleh tabib pengobat tradisional.

Pada tahun 722 M di kerajaan Hindu-Budha terdapat relief yang menunjukkan bukti Jamu sudah ada yaitu relief candi Borobudur dan prasasti Madhawapura. Relief Candi Borobudur menggambarkan kebiasaan meracik dan minum Jamu untuk memelihara kesehatan.

Para ahli botani mempublikasikan tulisan-tulisan mengenai ragam dan manfaat tanaman untuk pengobatan. Dengan demikian Jamu menjadi sangat popular di Indonesia.

Penggunaan Jamu dimulai sejak zaman pra-sejarah, bukti sejarah yang mendukung adalah penemuan peralatan batu berupa lumpang, Artefaktual di bidang pengobatan ditemukan pada relief Karmawipangga pada candi Borobudur, relief candi Brambang yang dibangun sekitar abad 8-9 Masehi.

Sejak abad 5 Masehi, bukti tertulis mengenai penggunaan Jamu dalam pengobatan ditemukan pada primbon. Dibuktikan dengan prasasti candi Perot tahun 772 Masehi, Haliwangbang tahun 779 Masehi, dan Kadadu tahun 1216 Masehi.

Penggunaan Jamu dan resep-resep Jamu dalam pengobatan juga ditemukan pada daun lontar menggunakan bahasa Jawa kuno. Lontar yang ditulis dengan menggunakan bahasa bali yaitu: Usada atau Lontar Kesehatan pada tahun 991-1016 Masehi.

Ditemukan pula prasasti yang memuat profesi dibidang kesehatan antara lain: terdapat pada prasasti Madhawapura yang menyebutkan profesi ACARAKI atau peracik Jamu.

Sejarah Jamu Gendong

Produksi Jamu gendong diawali pada abad 16 Masehi, dan berkembang menjadi industri Jamu skala rumah tangga yang dirintis oleh Ny. Item dan Ny. Kembar di Ambarawa, Jawa Tengah pada tahun 1825 Masehi.

Jamu gendong merupakan obat tradisional yang terbuat dari rempah-rempah dan tanaman herbal seperti kunyit, lempuyang, jahe, kencur, daun asem, daun adas dan masih banyak lagi.

Beragam Jamu untuk Kesehatan

Ramuan Melancarkan Produksi Air Susu Ibu. Daun Katuk. Bahan: Daun katuk segar 2-3 genggam. Cara pemakaian: Sayur daun katuk dimakan 3 kali setiap hari, setiap kali 1 mangkok. Kandungan: protein, senyawa minyak essensial (Saponin, Flavonoid, Tanin, Triterpenoid) dan senyawa asam amino.

Ramuan Mencegah Kurang Darah (Anemia). Moringa Oleifera (Daun kelor). Kurang darah (Anemia) adalah keadaan kurangnya kadar hemoglobin (Hb) dalam darah. Bahan: Daun kelor 2 genggam, Air 2 cangkir. Cara: direbus sampai mendidih. Cara pemakaian: 2 x sehari satu cangkir. Kandungan daun kelor: Moringa (lebih tinggi 7x Vit C, 4 x Vit A, 4 X Vit susu), kaya zat besi.

Bumbu Dapur yang Sangat Dahsyat. Daun Salam (Syzygium polyanthum). Kandungannya Minyak Essensial (Euginol dan metilkaviko), Vit A dan C, Asam folat,cBerbagai mineral. Khasiatnya: Menurunkan Tensi, Menurunkan Asam Urat, Menurunkàn Gula darah, Sebagai Anti bakteri.

Dan masih banyak ramuan lain yang disampaikan Dr. Sri Redjeki Endang S., M.Si. Herbal pada talkshow yang antusias disimak para Ibu-ibu dan remaja yang memadati lokasi acara. Ayo budayakan minum Jamu di keluarga kita! Redaksi HerbaIndonesia.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait