Manfaat Spirulina Terhadap Infertilitas Pria
Tanggal Posting : Kamis, 5 Juli 2018 | 06:18
Liputan : Redaksi - Dibaca : 207 Kali
Manfaat Spirulina Terhadap Infertilitas Pria
Manfaat Spirulina Terhadap Infertilitas Pria

HerbaIndonesia.Com. Berikut ini serial artikel HerbalSehat yang ditulis oleh Kontributor Ahli HerbaIndonesia.Com: Dr. Kintoko, M.Sc., Apt. Beliau adalah Peneliti Herbal Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta; Kepala Sentra HKI UAD, Alumnus Guangxi Medical University, China. Semoga bermanfaat.

Menurut WHO (1995), setiap pasangan yang telah menikah dan aktif secara seksual selama 1 tahun tanpa pemakaian kontrasepsi. Namun belum juga mendapatkan kehamilan, dapat dikategorikan mengalami masalah kesuburan (infertilitas).

Masih menurut WHO, sebanyak 8% pasangan di dunia mengalami masalah kesuburan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 38% infertilitas bersumber dari pihak wanita, 27% dari pihak pria dan wanita, 20% dari pihak pria dan 15% bersumber dari faktor yang tidak diketahui secara pasti (disebut sebagai infertilitas idiopatik).

Lebih dari 90% infertilitas pada pria berhubungan dengan masalah berkurangnya jumlah sperma seperti pada Oligospermia, Azoospermia dan juga karena kualitas sperma yang tidak bagus seperti Asthenospermia dan Teratospermia.

Oligospermia adalah kondisi infertilitas dimana jumlah sperma untuk sekali ejakulasi kurang dari 20juta/mL.
Azoospermia merupakan kondisi dimana pada cairan semen praktis tidak didapati sperma, bisa disebabkan karena sumbatan atau testis tidak memproduksi sperma.

Angka kejadian Azoospermia ini berkisar antara 10-15%. Asthenospermia adalah kondisi infertilitas dimana sperma mengalami masalah dalam motilitas (gerakan).

Sperma dengan gerak progresif (lurus maju) adalah sperma yang normal sedangkan yang bergerak inprogresif adalah sperma abnormal.

Sperma yang asthenospermia kesulitan menembuh mukosa serviks pada saat di liang vagina atau sulit melakukan penetrasi tudung sel telur bagian luar saat berada di tuba falopi.

Sperma asthenospermia ini maksimal hanya 40% untuk sekali ejakulasi. Jika melebihi, akan mengalami masalah infertilitas.

Sedangkan teratospermia adalah kondisi dimana morfologi sperma abnormal. Untuk memungkinkan terjadinya pembuahan (fertilisasi) dibutuhkan sperma dengan bentuk dan ukuran normal minimal 60% untuk sekali ejakulasi.

Struktur sperma terdiri dari bagian kepala, badan dan ekor. Sperma dengan kepala berbentuk oval dan ekor yang panjang adalah sperma yang berkualitas.

The Fertility Society of Australia melaporkan berbagai mikronutrien seperti vitamin A, C, E, mineral Zinc dan selenium diketahui memiliki manfaat dalam memperbaiki kesuburan melalui produksi sperma (spermatogenesis).

Sebuah studi klinis di Skotlandia menunjukkan bahwa suplemen yang mengandung selenium dapat meningkatkan gerak progresif sperma.

Adanya selenium ini berfungsi untuk memastikan keakuratan pembentukan badan dan ekor sperma pada saat spermatogenesis (Ranawat dan Bansal, 2010).

Zinc sendiri berfungsi untuk meningkatkan gerakan sperma melalui sistem ATP dan pengaturan fosfolipid.

Sedangkan vitamian C dan E berperan sebagai agen proteksi sperma dari stress oksidatif. Adapun vitamin A berperan dalam diferensiasi spermatogonia dan pengaturan adhesi spermatid.

Salah satu sumber vitamin dan mineral tersebut dapat diperoleh dari Spirulina, yaitu blue-green microalge berbentuk spiral.

Setiap 3 gram mengandung vitamin A dan E masing-masing sebesar 11.250 IU dan 285 mikrogram. Sedangkan kandungan Zinc dan Selenium berturut-turut adalah 90 mikrogram dan 0,9 mikrogram (Moorhead et al., 2011).

Tidak berlebihan, jika spirulina disebut sebagai superfood. Namun demikian, spirulina ini dikontraindikasikan pada pasien yang menderita autoimun.

Dalam jurnal Food Chemistry, Nah et al. (2012) dari Hanyang University, Korea Selatan membuktikan bahwa pemberian spirulina powder selama 4 minggu.

Pada tikus putih dapat meningkatkan sekresi hormone testosterone dan indeks testis. (Kontributor Ahli HerbaIndonesia.Com: Dr. Kintoko, M.Sc., Apt. Beliau Peneliti Herbal Fakultas Farmasi UAD; Kepala Sentra HKI UAD, Alumnus Guangxi Medical University, China) (Redaksi HerbaIndonesiaCom)


Kolom Komentar
Berita Terkait