Manfaat Kesehatan Dari Virgin Coconut Oil (VCO)
Tanggal Posting : Minggu, 24 Juni 2018 | 05:10
Liputan : Redaksi - Dibaca : 136 Kali
Manfaat Kesehatan Dari Virgin Coconut Oil (VCO)
Manfaat Kesehatan Dari Virgin Coconut Oil (VCO)

HerbaIndonesia.Com. Berikut ini serial artikel HerbalSehat yang ditulis oleh Kontributor Ahli HerbaIndonesia.Com: Dr. Kintoko, M.Sc., Apt. Beliau adalah Peneliti Herbal Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta; Kepala Sentra HKI UAD, Alumnus Guangxi Medical University, China. Semoga bermanfaat.

Indonesia adalah negara yang sangat kaya dengan pohon kelapanya. Berbagai jenis kelapa dapat dijumpai di sini. Salah satu produk jadi yang dikenal luas dari bagian buahnya adalah VCO.

VCO adalah minyak yang diproduksi dari daging buah kelapa segar tanpa pemanasan. Meskipun sama-sama dari buah kepala, minyak goreng berbeda dengan VCO. Dimana kegunaan VCO lebih sebagai pangan fungsional (nutraceutical).

Menurut Dr. Bruce Fife, pakar naturopati dari Amerika Serikat mengatakan bahwa VCO merupakan minyak yang paling menyehatkan di dunia.

Sedangkan Murray Price, Ph.D menyebutkan bahwa VCO termasuk salah satu makanan kesehatan yang paling luar biasa yang tersedia.

Banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan konsumsi VCO secara rutin. Salah satu kandungan senyawa yang terkandung dalam VCO adalah asam laurat.

Zat ini merupakan asam lemak paling kuat yang dapat mengendalikan infeksi akibat mikroorganisme seperti bakteri, jamur, protozoa dan virus.

Mekanismenya melibatkan permeabillitas dinding sel sehingga terjadi kebocoran. Selain efektif sebagai agen infektif, VCO memiliki kemampuan sebagai antiradang, antinyeri dan antipiretik.

Intahphuak et al (2010) telah membuktikan aktivitasnya sebagai antinyeri, antiradang dan antipiretik menggunakan model hewan uji tikus putih Sebagai contoh, VCO pada dosis 4 g/kg BB dapat mengurangi rangsang nyeri pada hewan uji dibandingkan kontrol.

Sedangkan penurunan suhu tubuh terjadi secara signifikan dibandingkan kontrol pada hewan uji yang diinduksi hipertermia dengan yeast.

Aktivitas antiradang juga telah terbukti dimana dosis 4 g/kg BB dapat menurunkan volume udem pada kaki tikus yang diinduksi karagenan.

Ini menunjukkkan adanya ativitas antiradang dibandingkan dengan obat kimia prednisolon. Berdasarkan pada kemampuannya sebagai antiradang.

VCO juga berpotensi dikembangkan sebagai obat topical untuk beberapa kasus peradangan yang diakibatkan karena benturan benda tumpul, gout akibat timbunan asam urat berlebih dan lain-lain.

Selain itu, kemampuannya dalam menurunkan respon peradangan yang melibatkan TNF-alfa dan IL-6 sangat bermanfaat dalam penyembuhan luka diabetes.

Ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Nevin & Rajamohan (2009) dimana VCO yang dioleskan sebanyak 1 ml pada bagian luka dapat meningkatkan proses penyembuhan luka melalui peningkatan pembentukan kolagen yang berbeda signifikan dengan kelompok kontrol.

Pada penderita diabetes mellitus juga dapat menggunakan suplemen kesehatan VCO. Hal ini didasarkan pada bukti pra klinis yaitu konsumsi 0.003 mL/35 g VCO selama 18 hari dapat menurunkan kadar gula darah (Handajani & Darmawan, 2009).

Hal ini karena pemberian VCO mengakibatkan terjadinya perbaikan aktivitas metabolisme. Salah satu kandungan yang berperan dalam penurunan kadar gula darah adalah MCFAs yang terkandung dalam VCO terutama monolaurin.

Zat ini dapat mengurangi katabolisme protein dalam status hiperkatabolik, dapat berfungsi sebagai protein sparer yaitu mencegah oksidasi asam amino untuk menghasilkan energi.

Pada kejadian komplikasi diabetes mellitus dapat berdampak merugikan pada gangguan organ-organ tubuh seperti jantung, otak, hati, ginjal dan mata.

Penelitian membuktikan bahwa pemberian VCO 0,003 ml/35 g dapat menurunkan kadar kreatinin sebesar 0.1 mg/dL selama 37 hari pemberian.

Penurunan kadar kreatinin menunjukkan adanya efek proteksi dari VCO pada organ ginjal. Dengan kata lain, VCO dapat digunakan sebagai terapi gangguan fungsi ginjal akibat komplikasi diabetes mellitus. (Kontributor Ahli HerbaIndonesia.Com: Dr. Kintoko, M.Sc., Apt. Beliau Peneliti Herbal Fakultas Farmasi UAD; Kepala Sentra HKI UAD, Alumnus Guangxi Medical University, China) (Redaksi HerbaIndonesiaCom)


Kolom Komentar
Berita Terkait