Mahasiswi UNY Mengolah Tanaman Krokot Menjadi Krim Wajah
Tanggal Posting : Minggu, 4 Agustus 2019 | 01:54
Liputan : Redaksi - Dibaca : 50 Kali
Mahasiswi UNY Mengolah Tanaman Krokot Menjadi Krim Wajah
Mahasiswi UNY mengolah tanaman krokot menjadi krim wajah yang diberi nama Macea. Foto: www.jogja.tribunnews.com.

HerbaIndonesia.Com. Tanaman krokot (Portulaca oleracea L) yang biasa tumbuh liar di lapangan dan termasuk salah satu gulma pada budidaya tanaman semusim, berhasil disulap oleh sekelompok mahasiswa UNY menjadi kosmetik herbal yang diberi nama Macea.

Sekelompok mahasiswa UNY tersebut yakni Silviana Nugraheni dan Ranum Wanudya Yunas Prodi Kimia, Ratna Puji Rahayu Prodi Akuntansi dan Aulawi Nulad Utami Prodi Pendidikan Ekonomi.

Silviana Nugraheni menerangkan, ekstrak krokot memiliki sifat-sifatnya yang tinggi gizi dan antioksidan, yang mana krokot ini memiliki berbagai kandungan seperti KCI, KSO4, KNO3, Nicotinic acid, tannin, saponin, vitamin A, B, C, 1-noradrenalin, noradrenalin, dopamine, dopa.

Antioksidan yang ada dalam tanaman krokot bermanfaat untuk tubuh manusia salah satunya untuk peremajaan kulit, penangkal radikal bebas, pencegah kanker, mengurangi jerawat, meningkatkan kolagen, dan antiaging.

"Ketersediaan tanaman krokot di Indonesia cukup melimpah dan belum dimanfaatkan sebagai produk yang memiliki nilai jual tinggi. Keunggulan produk ini adalah mengandung ekstrak tanaman krokot yang mengandung antioksidan sebagai penangkal radikal bebas sehingga kulit menjadi cerah dan ternutrisi, harga terjangkau, dan praktis," ungkapnya.

Lebih lanjut, Silviana menyampaikan jika produk krim wajah dengan ekstrak krokot belum ada dipasaran, sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai produk khas karena berasal dari tanaman yang banyak terdapat di Indonesia.

Ranum Wanudya Yunas memaparkan, untuk membuat krim tanaman krokot ini bahan yang dibutuhkan antara lain etanol 90%, setil akohol, asam stearat, trietanolamin, gliserin, paraffin, adeps lanae, propil paraben, metil paraben, ekstrak krokot, akuades, masker, sarung tangan, alumunium foil dan kertas saring.

Tahap pembuatannya pertama kali krokot dipilih, cuci bersih dan ditiriskan hingga kering lalu diblender. Rendam etanol selama 24 jam tutup dengan aluminium foil, dan didapat filtrat dan residu 1.

"Residu 1 kemudian disaring dan direndam etanol selama 24 jam dan ditutup aluminium foil. Didapatkan filtrat dan residu 2. Filtrat 1 dan 2 dicampur, diuapkan dengan rotary evaporator dan didapatkan ekstrak kental," terangnya

Pembuatan ekstrak tanaman krokot terbagi dua fase yaitu fase air dan fase minyak. Untuk fase air, setil alkohol, adeps lanae, parafin cair dan asam stearat ditambah propil paraben 700.

Untuk fase minyak metil paraben dilarutkan dalam air panas 900 tambahkan gliserin dan trietanolamin 700 C. Fase minyak dan fase air kemudian dicampur, aduk selama 3 menit kemudian diamkan 20 menit. Aduk dan tambahkan esktrak etanol tanaman krokot dan krim wajah siap digunakan.

"Krim ini sendiri didesain praktis sesuai dengan kebutuhan wanita saat ini dengan ukuran pot krim 20 g. Kemudian dikemas lagi dengan kotak yang menarik yang mampu menjaga produk dari faktor eksternal yang mampu merusak atau mengurangi nilai pada produk. Krim wajah anti penuaan ini mampu bertahan selama 1 tahun lamanya," ungkapnya.

Sebelumnya, karya ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan tahun 2019. (Sumber: https://jogja.tribunnews.com/2019/07/31/manfaatkan-tanaman-krokot-untuk-krim-wajah-anti-aging). Redaksi HerbaIndonesia.Com.

 


Kolom Komentar
Berita Terkait